Bayanganku tentang Lokasi KNN tak pernah surut. Sebulan sebelum KKN pun aku mulai berimajiansi tentang suasana nantinya. Panorama pedesaan, udaranya, langitnya serta orang- orangnya. Sungguh menjadikanku semakin penasaran dengan tempat KKN- ku yang entah dimana.
Seminggu sebelum keberangkatan. Pengumuman Lokasi KKN pun sudah keluar. Saya ditempatkan di salah satu kecamatan yang ada di Enrekang. Tepatnya di Kecamatan yang berlokasi di pusat Kota.
Yah…. Enrekang adalah salah satu kabupaten yang ada di SUL-SEL. Setahuku daerah ini berada pada daerah ketinggian alias berbukit- bukit dan bersuhu udara yang cukup dingin. Walaupun sebelumnya saya sempat kecewa karena tidak lulus pada seleksi KKN Pulau Sebatik. Saya sungguh tertarik plus merasa sangat tertantang untuk ber- KKN disana. Numun apa daya, kesempatan tidak disana. Saya gagal menjadi salah satu diantara 15 orang yang akan diberangkatkan ke Pulau sebatik karena kalah saing dengan senior seperjurusan saya, dia lebih memenuhi kriteria.
Biarlah….mungkin ada hikmah dibalik ketidaklulusan saya kala itu, dan akhirnya harus tetap ikut berpartisipasi dalam KKN Reguler tahun ini bersama teman- teman lainnya. Tepatnya di Kabupaten Enrekang…
Enrekang City I am coming……
Koper yang cukup besar beserta ransel dipundakku siap menemaniku selama perjalanan dan tinggal di kampung orang untuk waktu yang cukup lama, kurang lebih dua bulan lah….. Insya Allah jika panjang umur dan saya pun berharap bisa menikmatinya dan menjalankan aktivitas yang bermanfaat nantinya disana, dan semoga bisa memanfaatkan ladang dakwah disana. Apatah lagi saya akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan disana….sungguh ini adalah ujian yang saya harus sanggup melewatinya. Aamiin….
***
Mobil tentara alias truk Kodam pun siap mengantarkan kami menuju lokasi KKN, sekitar enam jam perjalanan. Kenapa naik mobil tentara bukan naik bus kampus, yah??? Karena pihak universitas bekerja sama dengan KODAM Wirabuana Makassar dalam program KKN kali ini, begitu juga dengan gelombang KKN tahun lalu. Jadilah kami diberangkatkan dengan mobil truck ala tentara karena Bus kampus tidak cukup…. Aneh juga sih…. Sepertinya saya akan masuk angin atau paling tidak terserang flu setiba di lokasi.
Truck pun melaju dengan cukup kencang, cukup menantang dan membuat sebagian penumpang berteriak ketika ban truck memasuki lubang yang menghiasi jalan. Alhamdulillah… teman satu truckku adalah perempuan semua, kecuali supirnya adalah seorang anggota TNI itu sendiri.
Akhirnya tiba juga dilokasi…. Ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di tanah Enrekang. Rasanya agak- agak mirip dengan tanah kelahiran saya. Ini kota tapi kok hampir mirip dengan suasana pedesaan yah? yah…..namanya juga kota berkembang dan merupakan daerah pemekaran. Wajarlah karena jauh dari ibu kota.
Pemandangan perbukitan memanjakan mata, hijau dedaunan, hembusan angin, serta burung menari- nari diudara menyambut kedatangan kami. Kami disambut oleh Bu camat beserta jajarannya di sebuah terminal sederhana yang letaknya di pusat kota berdampingan dengan pasar sentral Enrekang. Setelah prosesi penyambutan dan pembagian kelompok posko, kami pun diantar menuju rumah dimana saya akan tinggal selama sebulan lebih bersama delapan orang mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan. Teknik, hukum, pertanian, peternakan, ekonomi hingga sospol. Tak ada satupun diantara mereka yang saya kenal sebelumnya.
Mataku cukup tak percaya melihat rumah yang akan saya tinggali selama beberapa bulan kedepan. “ Inikah rumah itu?” rumah yang dalam bayangku adalah sebuah rumah yang setidaknya nyaman. But…. Inilah kondisi dimana saya harus menerimanya dengan lapang dada.
Rumah kayu yang telah lapuk dimakan usia, inilah gubuk ditengah batas kota. Kosong tanpa penghuni, tanpa perabotan pula. Saya tak habis pikir, kenapa pak lurah bisa menempatkan kami pada sebuah rumah yang sangat memprihatinkan seperti ini. Saya perhatikan lurah kami adalah sosok yang misterius… entah apa yah ia pikirkan. Entahlah….
Kami pun mulai berkemas menyambut malam diatas sebuah rumah kayu yang bergoyang- goyang seakan ingin merebahkan dirinya ke tanah. Rumah ini, apakah ia sanggup menampung kami? Saya jadi teringat rumah- rumahan yang ada di kampung saya, rumah yang juga lapuk ditengah kebun karena tak berpenghuni lagi.
Kondisi ini menjadikan saya dan teman satu posko lebih akrab. Kami saling memperkenalkan diri walaupun tadak secara formal, semua mengalir seperti air. Inilah malam pertama kami di Enrekang, memaksakan diri untuk tertidur lelap hingga subuh tiba.
Alhamdulillah… tak ada masalah. Semua berjalan dengan baik- baik saja. Setidaknya Gubuk ini masih sanggup berdiri. Sungguh Allah mengujiku dihari pertama di kampong orang. Secercah harapan pagi ini. Kulangkahkan kaki menuju persimpangan jalan, melihat kearah utara dan selatan. Kupilih menuju arah selatan karena disana sebuah jembatan seakan- akan memanggilku untuk menegoknya. Jembatan besar itu belum jadi, baru sekitar 20% pembangunan. Ku nikmati pemandangan dari atas jembatan, melihat kearah sungai yang tak tahu dimana ujungnya, sangat panjang…..
Tiba- tiba…. Seorang bapak paruh baya memanggilku ketika saya berniat untuk kembali ke posko. Kami pun berbicara sebentar, kemudian ia mengajakku untuk masuk kedalam rumahnya yang berada tepat disamping jembatan. “Sungguh baik bapak ini”, ucap saya dalam hati. Seorang wanita paruh baya pun muncul dan menyapaku. Sudah pasti wanita ini adalah istrinya. Kami pun mengobrol, saya pun mengungkapkan keluhan saya terkait kondisi rumah yang kami tempati. Suami-istri ini sebenarnya sudah memahami apa yang saya rasakan. Mereka sekan- akan telah menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan saya. Sang ibu begitu baik, ia menyiapakan secangkir teh dan beberapa potong roti diatas meja. Tak lama kami mengobrol…. “ tinggalah disini bersama kami”, seru pasangan suami istri tersebut. Apa? Baru saja ia mengenalku, begitupun denganku, baru dalam tempo beberapa menit. But….. secepat itukah? Kami seperti keluarga saja… Alhamdulillah….. segala puji bagi Allah atas segala limpahan rahmat dan karunia- Nya. Lagi- lagi saya dipertemukan dengan orang baik. Allah Maha Tahu apa yang dibutuhkan oleh hamba- Nya^_^
Saya segera bergegas menuju posko untuk memberitahukan kabar baik ini. Dengan senang hati mereka berkemas- kemas, memasukkan kembali barang kekoper, dan segera menuju rumah sederhana dimana kami akan menetap selama kurang lebih dua bulan. Hmm…..
Hari pertama, penuh dengan kehangatan. Tak ada yang lebih indah dari ikatan aqidah…inilah yang saya rasakan ketika kali pertama berjumpa dengan mereka. Sungguh sebuah kesyukuran yang tiada tara setiap kali Allah mengabulkan setiap doa yang saya panjatkan, keyakinan terhadap kebesaran- Nya terus saja bertambah, begitu juga ketika Dia mengujiku.
Mengingat kembali posko itu… sungguh menyedihkan, diluar dari perkiraanku. Betapa tidak! Kuingat dulu ketika duduk dibangku SD, hampir tiap tahun rumah nenek saya di kampung diisi dengan mahasiswa KKN…. Mahasiswa KKN disambut bak raja,bak tamu istimewa. Sungguh jauh berbanding terbalik dengan apa yang saya dapatkan untuk kali pertama ber- KKN di kampung orang, tempat yang berkesan di gubuk tua itu… dan akhirnya pindah…
Bersambung.....
Muslimah Pejuang Syariah & Khilafah, Because...... SYARIAH WA KHILAFAH IS OUR SOLUTION....for All Problem in our Life.....
Rabu, 01 Agustus 2012
Senin, 30 Juli 2012
ALHAMDULILLAH.... ( PUISI )
ALHAMDULILLAH…
BY : ARINI ARIEF
Alhamdulillah….
Ini bukan sekedar ucapan tak bermakna
Melainkan sanjungan rasa syukurmu
Kau ucapkan kemudian kau pahami….
Maka akan kau temui kedasyatan dari sebuah kata
Yang melahirkan kedamaian di hati
Satu kata penuh makna
Bagi hamba- hamba yang berpikir
Bagi hamba- hamba yang tahu
Bagi hamba yang bersyukur
Atas nafas yang masih berhembus
Atas jiwa yang masih melekat dalam raga
Atas kaki yang masih mampu melangkah
Atas mata yang masih dapa memandang
Atas telinga yang masih mendengar
Atas jasmani yang masih sehat
Oh…..sungguh
Nikmat manakah yang kau dustakan?
Alhamdulillah…..
Ucaplah rasa syukurmu
Segala puji bagi Allah yang telah menciptamu
Yang menghembuskan ruh untuk jasadmu
Yang menolongmu saat kau sulit
Yang memberimu kekuatan bathin….
Alhamdulillah…..
Ucapkanlah di setiap waktumu….
ALHAMDULILLAH.... ( PUISI )
ALHAMDULILLAH…
BY : ARINI ARIEF
Alhamdulillah….
Ini bukan sekedar ucapan tak bermakna
Melainkan sanjungan rasa syukurmu
Kau ucapkan kemudian kau pahami….
Maka akan kau temui kedasyatan dari sebuah kata
Yang melahirkan kedamaian di hati
Satu kata penuh makna
Bagi hamba- hamba yang berpikir
Bagi hamba- hamba yang tahu
Bagi hamba yang bersyukur
Atas nafas yang masih berhembus
Atas jiwa yang masih melekat dalam raga
Atas kaki yang masih mampu melangkah
Atas mata yang masih dapa memandang
Atas telinga yang masih mendengar
Atas jasmani yang masih sehat
Oh…..sungguh
Nikmat manakah yang kau dustakan?
Alhamdulillah…..
Ucaplah rasa syukurmu
Segala puji bagi Allah yang telah menciptamu
Yang menghembuskan ruh untuk jasadmu
Yang menolongmu saat kau sulit
Yang memberimu kekuatan bathin….
Alhamdulillah…..
Ucapkanlah di setiap waktumu….
ALHAMDULILLAH.... ( PUISI )
ALHAMDULILLAH…
BY : ARINI ARIEF
Alhamdulillah….
Ini bukan sekedar ucapan tak bermakna
Melainkan sanjungan rasa syukurmu
Kau ucapkan kemudian kau pahami….
Maka akan kau temui kedasyatan dari sebuah kata
Yang melahirkan kedamaian di hati
Satu kata penuh makna
Bagi hamba- hamba yang berpikir
Bagi hamba- hamba yang tahu
Bagi hamba yang bersyukur
Atas nafas yang masih berhembus
Atas jiwa yang masih melekat dalam raga
Atas kaki yang masih mampu melangkah
Atas mata yang masih dapa memandang
Atas telinga yang masih mendengar
Atas jasmani yang masih sehat
Oh…..sungguh
Nikmat manakah yang kau dustakan?
Alhamdulillah…..
Ucaplah rasa syukurmu
Segala puji bagi Allah yang telah menciptamu
Yang menghembuskan ruh untuk jasadmu
Yang menolongmu saat kau sulit
Yang memberimu kekuatan bathin….
Alhamdulillah…..
Ucapkanlah di setiap waktumu….
ALHAMDULILLAH.... ( PUISI )
ALHAMDULILLAH…
BY : ARINI ARIEF
Alhamdulillah….
Ini bukan sekedar ucapan tak bermakna
Melainkan sanjungan rasa syukurmu
Kau ucapkan kemudian kau pahami….
Maka akan kau temui kedasyatan dari sebuah kata
Yang melahirkan kedamaian di hati
Satu kata penuh makna
Bagi hamba- hamba yang berpikir
Bagi hamba- hamba yang tahu
Bagi hamba yang bersyukur
Atas nafas yang masih berhembus
Atas jiwa yang masih melekat dalam raga
Atas kaki yang masih mampu melangkah
Atas mata yang masih dapa memandang
Atas telinga yang masih mendengar
Atas jasmani yang masih sehat
Oh…..sungguh
Nikmat manakah yang kau dustakan?
Alhamdulillah…..
Ucaplah rasa syukurmu
Segala puji bagi Allah yang telah menciptamu
Yang menghembuskan ruh untuk jasadmu
Yang menolongmu saat kau sulit
Yang memberimu kekuatan bathin….
Alhamdulillah…..
Ucapkanlah di setiap waktumu….
Sabtu, 28 Juli 2012
PACARAN MENURUT ISLAM
BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM ?
Bagaimana pandangan Ibnu Qoyyim tentang hal ini ? Kata Ibnu Qoyyim, ” Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah, cinta diantara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kenikmatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya. “
” Bohong !” Itulah pandangan mereka guna membela hawa nafsunya yang dimurkai Allah, yakni berpacaran. Karena mereka telah tersosialisasi dengan keadaan seperti ini, seolah-olah mengharuskan adanya pacaran dengan bercintaan secara haram. Bahkan lebih dari itu mereka berani mengikrarkan, bahwa cinta yang dilahirkan bersama dengan sang pacar adalah cinta suci dan bukan cinta birahi. Hal ini didengung-dengungkan, dipublikasikan dalam segala bentuk media, entah cetak maupun elektronika. Entah yang legal maupun ilegal. Padahal yang diistilahkan kesucian dalam islam adalah bukanlah semata-mata kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja. Lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan dan sekujur anggota tubuh, bahkan kesucian hati wajib dijaga. Zinanya mata adalah berpandangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, zinanya hati adalah� membayangkan dan menghayal, zinannya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan muhrim. Dan pacaran adalah refleksi hubungan intim, dan merupakan ring empuk untuk memberi kesempatan terjadinya segala macam zina ini.
Rasulullah bersabda,
” Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya.”
Jika kita sejenak mau introspeksi diri dan mengkaji hadist ini dengan kepala dingin maka dapat dipastikan bahwa segala macam bentuk zina terjadi karena motivasi yang tinggi dari rasa tak pernah puas sebagai watak khas makhluk yang bernama manusia. Dan kapan saja, diman saja, perasaan tak pernah puas itu selalu memegang peranan. Seperti halnya dalam berpacaran ini. Pacaran adalah sebuah proses ketidakpuasan yang terus berlanjut untuk sebuah pembuktian cinta. Kita lihat secara umum tahapan dalam pacaran.
1. Perjumpaan pertama, yaitu perjumpan keduanya yang belum saling kenal. Kemudian berkenalan baik melalui perantara teman atau inisiatif sendiri. hasrat ingin berkenalan ini begitu menggebu karena dirasakan ada sifat2 yang menjadi sebab keduanya merasakan getaran yang lain dalam dada. Hubungan pun berlanjut, penilaian terhadap sang kenalan terasa begitu manis, pertama ia nilai dengan daya tarik fisik dan penampilannya, mata sebagai juri. Senyum pun mengiringi, kemudian tertegun akhirnya , akhirnya jantung berdebar, dan hati rindu menggelora. Pertanyaan yang timbul kemudaian adalah kata-kata pujian, kemudian ia tuliskan dalam buku diary, “Akankah ia mencintaiku.” Bila bertemu ia akan pandang berlama-lama, ia akan puaskan rasa rindu dalam dadanya.
2. Pengungkapan diri dan pertalian, disinilah tahap ucapan I Love You, “Aku mencintaimu”. Si Juliet akan sebagai penjual akan menawarkan cintanya dengan rasa malu, dan sang Romeo akan membelinya dengan, “I LOve You”. Jika Juliet diam dengan tersipu dan tertunduk malu, maka sang Romeo pun telah cukup mengerti dengan sikap itu. Kesepakatan pun dibuat, ada ijin sang romeo untuk datang kerumah, “Apel Mingguan atau Wakuncar “. Kapan pun sang Romeo pengin datang maka pintu pun terbuka dan di sinilah mereka akan menumpahkan perasaan masing-masing, persoalanmu menjadi persoalannya, sedihmu menjadi sedihnya, sukamu menjadi riangnya, hatimu menjadi hatinya, bahkan jiwamu menjadi hidupnya. Sepakat pengin terus bersama, berjanji sehidup semati, berjanji sampai rumah tangga. Asyik dan syahdu.
3. Pembuktian, inilah sebuah pengungkapan diri, rasa cinta yang menggelora pada sang kekasih seakan tak mampu untuk menolak ajakan sang kekasih. ” buktikan cintamu sayangku”. Hal ini menjadikan perasaan masing-masing saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan diantara keduanya. Bila sudah seperti ini ajakan ciuman bahkan bersenggama pun sulit untuk ditolak. Na’udzubillah
Begitulah akhirnya mereka berdua telah terjerumus dalam nafsu syahwat, tali-tali iblis telah mengikat. Mereka jadi terbiasa jalan berdua bergandengan tangan, canda gurau dengan cubit sayang, senyum tawa sambil bergelayutan, dan cium sayang melepas abang. Kunjungan kesatu, kedua, ketiga, keseratus, keseribu, dan yang tinggal sekarang adalah suasana usang, bosan, dan menjenuhkan percintaan . Segalanya telah diberikan sang juliet, Juliet pun menuntut sang Romeo bertanggung jawab ? Ternyata sang romeo pergi tanpa pesan walaupun datang dengan kesan. Sungguh malang nasib Juliet.
Wahai para Muslimah sadarlah akan lamunan kalian , bayang-bayang cinta yang suci, bukanlah dengan pacaran , cobalah pikirkan buat kamu muslimah yang masih bergelimang dengan pacaran atau kalian wahai pemuda yang suka gonta-ganti pacar. Cobalah jawab dengan hati jujur pertanyaan-pertanyaan berikut dan renungkan ! Kami tanya :
1. Apakah kamu dapat berlaku jujur tentang hal adegan yang pernah kamu kamu lakukan waktu pacaran dengan si A,B,C s/d Z kepada calon pasangan yang akan menjadi istri atau suami kamu yang sesungguhnya ? Kalau tidak kenapa kamu berani mengatakan, pacaran merupakan suatu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya ? Sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup kamu yang sesungguhnya kamu berdusta ? Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah?
2. Mengapa kamu pusing tujuh keliling untuk memutuskan seseorang menjadi pendamping hidupmu ? Apakah kamu takut mendapat pendamping yang setelah sekian kali pindah tangan ? ” Aku ingin calon pendamping yang baik-baik” Kamu katakan seperti ini tapi mengapa kamu begitu gemar pacaran, hingga melahirkan korban baru yang siap pindah tangan dengan kondisi ” Aku bukan calon pendamping yang baik” , bekas dari tanganmu, sungguh bekas tanganmu ?
3. Jika kamu disuruh memilih diantara dua calon pasangan hidup kamu antara yang satu pernah pacaran dan yang satu begitu teguh memegang syari’at agama, yang mana yang akan kamu pilih ? Tentu yang teguh dalam memegangi agama, ya Khan ? Tapi kenapa kamu berpacaran dengan yang lain sementara kamu menginginkan pendamping yang bersih ?
4. Bagaimana perasaan kamu jika mengetahui istri/ suami kamu sekarang punya nostalgia berpacaran yang sampai terjadi tidak suci lagi ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tetapi mengapa sekarang kamu melakukan itu kepada orang yang itu akan menjadi pendamping hidup orang lain ?
5. Kalaupun istri/suami kamu sekarang mau membuka mulut tentang nostalgia berpacaran sebelum menikah dengan kamu. Apakah kamu percaya jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan ? Kalau tidak kenapa ketika pacaran bersentuhan tangan dan berciuman kamu bilang sebagai bumbu penyedap ?
6. Jika kamu nantinya sudah punya anak apakah rela punya anak yang telah ternoda ? Kalau tidak kenapa kamu tega menyeret Ortu kamu ke dalam neraka Api Allah ? Kamu tuntut mereka di hadapan Allah karena tidak melarang kamu berpacaran dan tidak menganjurkan kamu untuk segera menikah.
Karena itu wahai muslimah dan kalian para pemuda kembalilah ke fitrah semula. Fitrah yang telah menjadi sunattullah, tidak satupun yang lari daripadanya melainkan akan binasa dan hancur.
Inti dari pembahasan ini adalah “PACARAN ITU HARAM”
Sumber :
Ditulis oleh blog khilafahislamiyah pada Mei 17th, 2007
ONE DAY...
Angin berhembus menerpa wajahku, kurasakan kesejukan dipagi yang cerah ini. Aku terus berjalan menuju tempat peraduan. Menjajakan kue buatanku, yang akan kujual pada teman dan orang- orang yang aku kenal dan ingin kukenal.
Seorang anak perempuan memandangiku dan tersenyum, mungkin heran melihat seorang wanita muslimah mengenakan jilbab kemudian menggunakan sepatu sporti. Pasti sangat aneh dimatanya.
Yah…itu mungkin baru penilaian seorang anak kecil. Namun menurutku apa yang kukenakan hari ini adalah suatu hal yang biasa saja dan pasti nampak kesual….he…he…
***
Akhirnya ada yang membeli kue. Dialah kak Tenri, dengan wajah yang bersinar- sinar ia mulai mengambil kue pancake gulung pada kantong berwarna pink yang sudah kuletakkan didepannya.
Setiap pagi hari aku sengaja berangkat pagi- pagi meninggglkan tempat kosku menuju tempat kos seorang akhwat yang sudah menjadi pelanggan setiaku. Hampir setiap hari ia membeli kue buatanku itu, dan entah mengapa akhir- akhir ini ia selalu memasang wajah yang berbinar- binary dihadapanku, bak orang yang tertimpa durian runtuh. Aku mulai penasaran dan akhirnya kak Tenri membuka pembicaraan pagi ini.
“ De’ sebentar saya mau kerumah’ta belajar buat kue, bisa jeki’?” Tanya kak Tenri sambil tertawa kecil.
“ wah….boleh dong kak…dengan senang hati”
“sebenarnya de…..”
“ iye….kenapai kak?” ucapku dengan wajah yang penasaran
“ sebenarnya de’, saya mau menikah bulan depan, jadi saya mau belajar memasak”
Mendengar pernyataan kak Tenri, saya bukannnya kaget malah terkesima dan senang plus tersanjung. Terkesima dengan keberanian kak Tenri yang sudah memutuskan menikah diusianya yang masih muda, menurutku. Dan senang….akhirnya ada seorang akhwat lagi yang mau menikah yang artinya akan menambah keluarga- keluarga Islam yang akan berjuang menegakkan syariah dimuka bumi ini dan akan melahirkan calon pejuang- pejuang Islam. Saya juga tersanjung, tumben….ada akhwat yang mau berguru sama saya, padahal saya lebih muda darinya, but…..mungkin karena saya memiliki ilmu dibidang tata boga, jadi tidak mengherankanlah bila saat ini banyak yang ingin menjadikan saya sebagai juru dan guru masak. He..he..he… syukurlah…..
Hobi masak mendatangkan rezeki, yah….begitulah cara Allah menolong hamba- hambanya. Tatkala saya membutuhkan sesuatu, insya Allah pasti dikabulkan. Karena saya yakin bahwasanya Allah tidaklah memberikan apa yang kita inginkan melainkan apa yang sebenarnya kita butuhkan.
Semester ini hampir dua bulan sudah saya berjualan kue pancake gulung aneka rasa di kampus. Menjajakannya pada teman- teman sekelas maupun teman- teman satu pengajian, entah saat penambahan tsaqofah, halaqoh maupun JM( jalasamanah )/ duduk bersama dalam rangka diskusi masalah universal, masalah umat hari ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
