Rabu, 06 Februari 2013

SEBUAH CERPEN "SITTI KHONISAH"


SITTI KHONISAH

           Karya; ( Aerin Nahl )
           Dia tinggi semampai, kulitnya bersih tanpa noda, matanya bersinar, bulat, bening. Siapa saja yang melihatnya takkan bosan, akan selau merindukan bola matanya yang bak mutiara hitam. Dia tak butuh produk pelangsing untuk memperindah tubuhnya ataupun alat kecantikan, karena memang sudah terlahir dengan tubuh yang perffect- lah dan wajah yang cantik di mataku.
           Sungguh sempurna sosok wanita yang satu ini. Selain fisik yang indah, ia juga memilki akhlak yang tak kalah indahnya. Wajahnya selalu dihiasi dengan senyuman manis, semanis madu plus lesung pipi. Tuturnya penuh dengan kerendahan dan kesopanan. Dia takkan berkata “ iyo”(1) tapi selalu berkata “ iye”. Dia adalah wanita Bugis asli yang sangat mengerti tatakrama yang pernah kutemui selama hidup. Dan tak lupa aku sebutkan. Dia adalah wanita yang menutup auratnya dengan sempurna, menutupi fisik yang ku anggap sempurna itu. Kepalanya ia balut dengan kerudung hingga menutupi dadanya. Dan ia julurkan Jilbab/gamis keseluruh tubuhnya. Yang nampak hanyalah wajahnya yang berseri bak Bidadari dan tangannya yang halus bak kain sutera. Kurasa dia lah wanita idaman kaum Adam. Wanita yang dirindukan Surga.
***
            Ketiga temanku tengah asyik bercerita. Ada Jenab, Vinki dan juga Ude. Entah apa yang sedang mereka ceritakan, sepertinya tak bisa kusadap barang sekata pun. Apakah karena musik jazz yang sengaja aku besarkan volumenya. Sedangkan aku hanya terdiam menjalankan si Avanza ketempat tujuan.
            Akhirnya kami berempat tiba di sebuah tempat yang sangat indah. Sebuah pemandangan yang sangat menawan. Menjadikan hati yang gersang menjadi bening sebening embun di pagi hari. Kembali aku melamun. Temanku berlarian menuju sebuah danau yang airnya tak sebening permata. Tapi, biru kehijauan. Menandakan danau itu sangatlah dalam.
            Ketiga temanku terus berlari, berlari seperti bocah mengejar layang- layang putus. Hingga mereka tiba ditepi danau. Dan melompat. Melompat? Ujarku seketika. Mereka telah melompat kedasar danau itu. Danau yang tak ku tahu danau apa namanya. Ketiga temanku menghilang bak tertelam pusaran air, hitam dan gelap. Tak berapa lama kemudian mereka bertiga muncul. Kulihat sebagian tubuhnya telah berubah. Berubah menjadi ikan. Apakah mereka terkena kutukan atau semacamnya? Lantas mengapa mereka tiba- tiba berubah menjadi makhluk yang aneh. apakah mereka putri Duyung seperti dalam cerita dongeng sebelum tidur, yang acapkali ibu bacakan untukku menjelang tidur lelapku? Oh…tidakkkk… aku berteriak sejadi- jadinya. Tapi sama sekali tak ada orang yang mendengarku. Aku seperti orang bisu. Pita suaraku seakan terputus. Aku hilang…
             “Agghh….” Aku terjatuh menimpahi guling yang lebih dulu terjatuh ke lantai keramik. Ternyata aku bermimpi, melihat diriku bersama teman- teman semasa SMA ku. Lagi- lagi mimpi yang aneh. Mimpi tak berlogika. Dan lagi- lagi suara adzan yang membangunkanku dari tidur panjang yang cukup lelap.
              “Allahu Akbar…. Allahu Akbar….” Terdengar suara Adzan yang berasal dari surau dekat rumah kontrakanku, setiap subuh. Dengan suara Mu’adzin yang sama. Aku tahu, pasti hanya kaset yang diputar di surau itu. Suara adzan ala Saudi Arabia. Suara ini juga biasa aku dengar di salah satu stasiun TV swasta. Suara Adzan yang tak pernah bosan mengingatkanku untuk Sholat, meninggalkan aktivitas duniaku. Beribadah kepada Sang Pencipta.
***
                Inilah aku. Aku adalah seorang mahasiswa yang berpisah jauh dari kedua orangtuaku di sebuah desa, dengan pulau yang berbeda. Mereka menetap di Kalimantan sedangkan aku di kaki Sulawesi. Tepatnya di Makassar, tempat dimana terdapat banyak pedagang “pisang ngepe”. Ada pantai Losari tempat melabuhkan cinta dua insan. Ciee…sok romantis. Terdapat banyak penjual minyak Tawon di Jalan Sulawesi, sirup Markisa dan makanan khasnya seperti Coto dan Konro yang mantap pisan euy…! Sungguh, ada banyak hal yang aku temui di kota ini. Termasuk Sitti Khonisah. Seorang teman. Seorang sahabat. Juga saudara seimanku. Hampir setahun ukhuwah terjalin kuat diantara kami. Antara aku dan Nisa. Masih saja sangat berbeda.
              Dia lah wanita mulia itu. Wanita yang penuh dengan kelebihan, kelembutan dan kasih sayang. Wanita yang menyeka air mataku saat ku sedih, saat ku rindu dengan ayah ibuku. Wanita yang mengajariku bagaimana menatap kehidupan ini. Dan wanita yang membuatku meninggalkkan keyakinanku yang selalu meragukanku. Dan memilih untuk menjadi seorang muallaf. Delapan bulan yang lalu, dan sebenarnya aku memang krisis keyakinan sejak itu, sejak dulu, sejak kecil malah. Seperti tak memiliki keyakinan, aku tak pernah yakin dengan Tuhanku saat itu. Dihatiku, kenapa manusia bisa menciptakan menusia? Apakah benar Tuhan itu berwujud manusia? Kenapa harus disembah? Ah… sungguh ada banyak kata “Kenapa” dibenakku. Dan Nisa lah yang membuatku menemukan sebuah ketentraman hati, jati diri dan sebuah pemahaman, kebenaran yang tak pernah terbantahkan. Aku telah bersyahadat di depannya dan didepan seorang Ustadz Abdul Rahman. Imam Masjid di kampus kami.
              Awalnya kedua orang tuaku tidak setuju, aku kira mereka takkan lagi menganggapku sabagai anaknya. Tapi, lama- kelamaan seiring berjalannya waktu, setelah Nisa menjelaskan sesuatu kepada ibuku via telepon, pada bulan Mei lalu. Entah apa yang dipaparkan Nisa kepada ibuku saat itu. Aku juga tak pernah tahu, karena memang tak pernah bertanya kepadanya. Itulah Nisa. Ia sangat mengerti perasaan seorang wanita. Ia lebih memilih berbicara dengan ibuku dari pada ayahku, padahal ibuku seorang katolik fanatik sedangkan ayahku biasa saja dalam memaknai sebuah keyakinannya. Dan yang membuatku kagum kepadanya. Karena Nisa berhasil merobohkan keegoisan itu. Keegoisan kedua orang tuaku. Keegoisan karena tak ingin mendengarkan alasanku untuk berpindah keyakinan.
             Ya, diawal tahun baru Hijriyah… disaat hujan lebat. Disaat drainase tak  sanggup lagi menampung air hujan. Disaat kicauan burung tak terdengar lagi. Disaat aku benar- benar yakin seyakin- yakinnya. Kusampaikan keinginanku untuk berpindah keyakinan kepada Nisa. Sitti Khonisah sang Hafidzah. Kupanggil ia dengan Nisa saja.
“Apakah Elis ikhlas?” Tanya Nisa dengan senyuman meyakinkan.
“Ikhlas? Maksudmu apakah aku benar- benar ingin memeluk agama ini? Insya Allah…” Jawabku. Kuucapkan sebuah kalimat yang tak asing lagi dikalangan orang Muslim. Sebuah kata yang juga sering diucapkan Nisa. Dan tiba- tiba ucapan itu meluncur begitu saja dari mulutku dengan lancarnya. Sempat ku tangkap raut muka Nisa. Sepertinya ia terkejut mendengarkan ucapanku itu. Insya Allah… walaupun saat itu aku tak mengerti artinya apa. Tapi, batinku serasa sejuk melafazdkannya. Aku sedikit bergetar dan takut. Hujan pun turun semakin lebatnya. Aku membisu. Suasana semakin mencekam. Gelap. Matahari tak nampak lagi, berselimutkan awan hitam.
             “Datanglah besok ketempat itu.” Ucap Nisa sambil menunjuk ke arah sebuah bangunan, tempat yang ku anggap sebagai gua pertapaannya. Ya… Masjid. Sebuah tempat peribadatan, tempat mencurahkan perasaan dengan Tuhan. Tempat yang sering dikunjungi orang- orang yang bertaqwa. Menurutku. Dan sungguh aku kagum akan hal ini. Aku sering membayangkan diriku bagian dari bangunan artistik itu. Bangunan yang sangat kontras dengan gaya timur tengahnya.
***
               Aku saat ini, adalah seorang muslimah. Nisa mulai mengajariku banyak hal tentang agamanya, juga agamaku. Baca tulis al- Quran, bahkan mulai menghapal beberapa surah Juz Amma. Awalnya aku sangat kesulitan. Aku terbata- bata, lidahku seakan terlilit. Tapi, Nisa pantang menyerah mengajariku ini dan itu. Bagaimana cara mensucikan diri selepas menstruasi, cara berwudhu, sholat, puasa, menutup aurat dengan baik dan benar. Semua diajarkan Nisa. Rukun iman, rukun Islam, bahkan cara makan pun diajarkan, sepertinya ia tak ingin melewatkan moment keIslamanku. Keinginanku untuk mempelajari agama ini lebih dalam lagi. Nisa pernah berkata, “Untuk melihat bagaimana Islam itu, maka jangan lihat siapa penganutnya, tapi lihatlah apa yang diajarakannya, bacalah kitabnya”. Tapi, bagiku melihat dan mengenal Nisa, sudah cukup untuk mengenal Islam. Dia lah  yang mengetuk hatiku. Tingkah lakunya yang menggerakkanku. Dia begitu taat dan terbuka dengan sesama manusia. Tak pandang bulu. Tak pandang manusia dari kalangan mana yang ia temui. Nisa adalah seorang Muslimah yang senang menebar salam. Aku senang ia menyapaku dengan ucapan,
 “ Assalamu’alaikum ya ukhti….”
“ Waalaikum salam…..” Jawaban ini adalah doa. Nisa lah yang menjelaskan maksud dari sebuah salam ternyata sebuah doa dan tentunya memperkuat tali silaturahmi.
Sungguh… aku makin jatuh cinta dengan Islam.. dan sangat berterima kasih dengan Sitti Khonisah karena telah membantuku untuk lebih jauh mengenal Islam dengan baik dan benar.. sehingga diriku bukanlah seorang Muslimah simelekete… but, be a trua Muslimah and make me proud…anaa uhibbukifillah ya ukhti^_^ coz, Allah azza wa jalla
Catatan kaki;
1)      “Iyo” atau “iye”= iya.

Bumi Allah, 3 Muharrom 1432 H
Makassar, 9 Desember 2010

Selasa, 05 Februari 2013

Cinta Dakwah


Cinta Dakwah

By: Aerin Nahl

Bertandang di tanah- Mu...
sungguh... kita memiliki kewajiban besar
kewajiban yang mesti kedepankan
menebar benih kebaikan melalui lisan dan pena
membasahi bibir dengan kalimah tauhid
menggores tinta hitam bertaburkan keteduhan yang menenangkan jiwa

Ada rasa letih, mesti dicampakkan
ada rasa sedih, diobati dengan tangisan
menyemai janji kesetiaan
merona jiwa yang tersentuh manisnya dakwah
pahitnya jika ucap tak didengar

Oh... inilah dakwah yang diemban
kepada kebenaran walaupun terkadang menyakitkan
kepada kebaikan dengan kucuran keringat dan air mata

Jika itu cinta, tak ada kata tapi!
melangkah meski tertatih- tatih

Jika itu Cinta, tak ada kata nanti- nanti
buktikan dengan taqwa
dan itulah hibbuh dakwah...

Problem of Ummah..... Open Your eyes, open your mine... WAKE UP!!!

Problem of Ummah..... Open Your eyes, open your mine... WAKE UP!!!
By: Aerin Nahl



Apa yang menimpa negeri dan dunia ini bukanlah masalah yang sederhana... bukan masalah sepele.....l terutama yang menimpa kaum muslimin di seluruh penjuru dunia... di belahan Bumi yang lain, negeri2 timur tengah ( Palestine, Suriah, Afganistan, dll ) tengah ditimpah musibah yang disebabkan oleh ulah tangan2 pemerintah mereka sendiri, pemerintah yang mendzolimi rakyatnya sendiri, mereka di bantai, wanita- wanita di diperkosa, anak2 dan orang tua dibunuh, mereka di bakar, di bom, ditembak, digantung, dikubur hidup-hidup, sungguh ada begitu bayak penyiksaan yang mereka terima.... rakyat sipil maupun para mujahidin yg siap berjuang dan syahid.... mereka rela mati demi aqidah mereka, mereka mati karena menentang sistem/ idiologi kufur, mereka mati karena tdk ingin berada dibawah ketiak dan penjajahan Israel dan AS, mereka sungguh rela mati....... demi ALLAH dan Rasul- Nya....

Wake up yaa Ahlul sunnah..... where are you???
muslim Indonesia, malaysia...... where are you ummah.... 1,6 million muslim in the world...., BUT where.. dimanakah kekuatan itu? kapankah kita bangkit!!!
inikah kita, seperti buih di lautan...
kita terpisah
kita saling berjauhan, dibatasi jurang teritorial
dibatasi oleh sekat, benteng nasionalisme...
kalian lebih senang menikmati Demokrasi disini.... hidup berleha- leha tanpa memperjuangkan sesuatu yang pasti!
merasa hidup kalian nyaman, damai, sentosa....
pernahkah terbesik dalam benak kalian....dalam lubuk hati kalian
tentang kehidupan mereka.... tentang masa depan mereka... dan juga KITA....
Apakah penyakit individualisme telah menimpah kalian? kalian sibuk dengan dunia, hanya sibuk mengejar prestasi dunia, sibuk mengejar materi.... sibuk mengejar tahta...wanita...dan juga mengumpulkan harta sebanyak mungkin...sudah cinta dunia dan takut mati kah kalian??? al wahn.... naudzubillah....

Dan bisa kah kita mempertanggung jawabkan itu semua, kelak dihadapan Allah...
Allah akan bertanya... dimanakah kita saat saudara kita mengalami penyiksaan l setidaknya kita memikirkan mereka, berdoa untuk mereka, dan berusaha mencari solusi.... memecahkan masalah kaum muslimin hanya dengan SYARIAH dan KHILAFAH..... apakah yang telah kita perbuat untuk bangkitnya ummat!!! agar Syariah dan Khilafah segera tegak kembali.... sungguh... ini tidaklah mudah dan sesederhana yg kalian pikirkan, butuh perjuangan ekstra....sebuah keniscayaan yang harus kita tebus dengan berkorban waktu, pikiran, harta/materi, keringat, tetesan air mata bahkan tetesan darah sekalipun... dan juga nyawa.... tak ada yang sia- sia...coz Allah azza wa jalla...

Dilain sisi.... sekularisme melanda warga negeri ini!!! mereka ini justru sungguh liberal...

Sebentar lagi 14 Februari, kebanyakan muslim indonesia akan sibuk dengan hari itu, seakan- akan hari valentine adalah hari raya mereka.... mereka akan sibuk mempersiapkan kado untuk orang terkasih...benarkah??? mereka sibuk menyiapkan diri untuk mndapatkan pujaan hati, menaklukkan wanita... dan para wanita pun akan sibuk berdandan ria,mencari fashion terbaru, yg up to date deh pokoknya, mereka senang dipuji kecantikannya... mereka tereksploitasi kecantikannya!!! bahkan direnggut kesuciannya... dihari itu, Kondom laris manis (akan ada pesta seks bebas di hari itu), coklat2 impor jg akan laris manis, boneka2 jg, serta assecoris lainnya... siapakah yg kita untungkah saudaraku??? disisi lain mereka para pelaku kapital diuntungkan secara materi, dan mereka jg beruntung karena merasa berhasil menyuntikkan budaya kufur mereka... mereka musuh2 Allah akan merasa berbahagia....mereka senang.....mereka merasa berhasil dengan makar2 mereka!!! sedangkan kita??? apa yang akan anda terima duhai saudaraku, kalian hnya mendapatkan kenikmatan sementara sebagaimana mereka.... hanya kenikmatan duniawi saja.... apa yang akan anda katakan dihadapan Allah? waktu kalian habiskan untuk hal2 apa saja? hidup kalian... akankah kalian maksimal beribadah hnya kepada Allah.... ataukah kalian menyembah berhala2 moderen... seperti sekularisme!!!

Sungguh permasalahn ini bukanlah masalah sederhana... bukan hanya masalah rusaknya aqidah umat Islam.. melainkan ada hal besar yang menyebabkan aqidah mereka rusak.... itulah yang kita sebut dengan SISTEM yang rusak, sistem kufur KAPITALISME- SEKULARISME- LIBERALISME- DEMOKRASI... sistem inilah yang kemudian menyebabkan aqidah mereka rusak dan tergadaikan.... ini bukan masalah sepele... sudah sangat sistemik dan terorganisir... mereka musuh2 Allah... tidak akan diam melihat jumlah kaum muslimin yang terus bertambah... ibaratkan mereka tdk pernah tidur demi memikirkan kehancuran kaum Muslimin di penjuru dunia.... mereka melakukan pelbagai macam cara, menyuntikkan pemahaman/ idiologi kufur, perang melalui Food, Fashion, Fun, Song, Sport, Shopping, Life Style... dll... terutama untuk muslimin indonesia yang jumlahnya sangat banyak l inilah perang budaya,,, hadharah.... peradaban kufur ala barat yang kemudian diadopsi, disenangi, digandrungi....

Pacaran, seks bebas, narkoba, miras, pornografi, pornoaksi, korupsi, kolusi, kriminalitas.... semua ini hanyalah segelintir buah dari sistem yang bobrok, disamping banyakanya kerusakan dan kemaksiatan yang terjadi.... sistem yang sangat bertentangan dengan Islam.... sebagai umat Islam, layakkah kita untuk tetap berkutat dan menikmati sistem ini???

Katakan tidak pada Sistem kufur!!!

Kinilah saatnya kita bangkit dari keterpurukan, melalui perang pemikiran, melawan musuh- musuh Allah dengan idiologi Islam semata....

Ayo bangkit... lawan arus.... lawan sistem kufur dengan sistem Islam.... hanya dengan Islam kehidupan akan menjadi baik....hanya dengan Islam kehidupan kita menjadi mulia, mari kita obati penyakit dunia ini hanya dengan Islam... bergabunglah bersama para pejuang Syariah dan Khilafah..... dengan demikian kita akan menjadi lebih kuat... bergerak secara berjamaah, bergabunglah dan berjuanglah... sebagaimana yg telah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat beliau...... hanya dengan berpengang teguh terhadap Quran dan Sunnah kita bisa selamat, hanya dengan mengikuti metode dakwah Rasulullah kita bisa berhasil menegakkan Syariah dan Khilafah...
Yakinlah.....karena ini janji Allah dan Bisyarah Rasululllah... kemenangan pasti berada ditangan kaum Muslimin... bila kita mau bersatu dan berjuang berama- sama.

Ayo Bangkit... tegakkan Syariah dan Khilafah.....

ALLAHU AKBAR!!!


Bumi Allah,  5 Februari 2013

Selasa, 04 September 2012

My Adventure" Bantaeng oh Bantaeng"


Bantaeng Oh Bantaeng



Fajar mulai menyonsong pagiku, ketika kaki masih beku karena dinginnya suhu udara di pundak gunung Lompo Battang. Kabut masih menutupi jalan, pohon dan juga lading petani. Semua masih nampak tak jelas, hanya terdengar suara- suara sumbang para petani yang mulai sibuk berkemas menuju lading mereka. Suara kuda samar- samar dari belakang rumah yang kutempati selama menjadi pendatang alias tamu tak diundang.

Hari ini adalah hari kedua aku berada ditempat yang asing bagiku. Kemarin dulu aku dating sebagai orang asing yang sengaja mencari tempat untuk menenagkan diri. Yah… aku memutuskan untuk peregi seorang diri mencari tempat yang tenang.

Seminggu di kota tua Bantaeng, kota yang terletak diujung kaki pulau Sulawesi Selatan. Aku datang dengan tujuan untuk belajar dan mempelajari banyak hal tentang Tata Ruang Kota. Menjadi mahasiswa yang mengambil bidang ilmu pengembangan wilayah kota membuatku semakin belajar akan banyak hal baru. Dari sebuah  tempat yang kecil hingga kesebuah tempat yang lebih besar. Survei lapangan, sebuah pekerjaan yang tak asing lagi bagi mahasiswa PWK seperti diriku. Tenaga, waktu, pikiran, uang semua akan terkuras. Dan begitulah resiko ketika seseorang memilih untuk masuk kejurusan ini. Namun, bagiku semua pengorbanan tidaklah berrarti sia- sia dan pasti membuahkan hasil, walaupun prosesnya panjang dan pahit, akan tetapi akan berbuah manis. Aku yakin suatau saat akan kutemui diriku menjadi orang yang sukses.

Matahari semakin memuncak diufuk timur, bertambah naik hingga melewati ketinggianpuncak gunung Lompo Battang. Sekarang pukul 08. 00 pagi, Anti mengajakku mendaki dimana bunga- bunga seruni dan Krisan akan terlihat sangat indah. Mendengarkan cerita Anti semalam tentang tempat yang akan kami kunjungi pagi ini membuatku semakin betah berada di desa yang baru aku kunjungi ini. Desa yang berada diatas gunung, jauh dari perkotaan. Membayangkan betapa berbanding jauh dengan suasana di Kota Makassar yang mulai memanas memasuki bulan April.

Aku tengah mengenakan Jilbabku lengkap dengan kerudung dan jaket biru kesayanganku. Kupasang kacamataku yang berembun karena dinginnya udara di desa ini. Aku pun sangat siap berpetualang hari ini, kuraih ransel dan kugantungkan pada pundakku. Anti pun sudah siap menjadi kompasku menuju lading bunga.

Khayalanku semakin tinggi, semakin dekat dengan lokasi jantungku semakin berdetak dengan cepat. Rasanya tak sabar lagi, aku sungguh penasaran dengan mahakarya Tuhan yang amat indah itu. Gara- gara Anti menceritakan banyak hal mengenai tempat itu, sampai- sampai aku membawanya kedalam dunia mimpiku semalam.

Langkah kakiku semakin cepat saja. Udara pun semakin panas,karena berada pada daerah ketinggian maka matahari seakan- akan berada diatas kepalaku. Embun mulai lenyap tersapu teriknya mentari, burung- burung terbang beriringan diatas pohon cemara, kebun- kebun sawi, kol, stroberi dan wortel mulai kelihatan, hewan- hewan ternakpun mulai keluar dari kandangnya.

Beraneka macam bola mata tertuju padaku, didiringi dengan senyuman khas orang desa. “Ah…betapa ramahnya orang- orang di desa ini”. Tegurku dalam hati. Sungguh, kau smasekali tak ada kta untuk menyesal telah melarikan diri dari teman- teman tim surveiku yang masih asyik di Kota Bantaeng.

Akhirnya kami tiba. Aku dan Anti saling berpandangan kemudian tersenyum lega setelah hampir satu jam perjalanan dari rumah Anti. Lumayan lama, namun tak berat bagiku, hal ini sudah merupakan hal yang biasa bagi seorang surveyor.
“ Arin, lihatlah kearah sana” kata Anti sambil menujukkan jari telunjuknya kearah barat tempatku berdiri.
“Makonja…..”, ucapku dalam hati. Anti kemudian melongo melihat ekspresi dan mungkin dia bingung dengan bahasa yang baru aku sebutkan, Makonja artinya indah dalam bahasa bugis Bone.
“ wah cantiknyaaaa….., ini sungguh luar biasa!”. Sahutku lagi. Anti hanya tersenyum melihatku.
Hamparan bunga seruni, bunga Krisan ada dimana- mana. Mulai adari warna merah, kuning, putih hingga orengs, membuat mataku berbinar- binary dan terkesima dengan keindahan tempat ini. Seperti dalam negeri dongeng, dan seketika aku mebayangkan diriku seperti seorang putrid yang tersesat di taman bunga.

Dua hari yang lalu aku masih menikmati birunya laut di Kota Bantaeng, sekarang aku berdiri tegak sambil mengepakkan kedua lengan bagaikan burung Nuri ditengah lautan bunga dengan aneka warna seperti pelangi. Aku sungguh takjub dan bersyukur atas nikmat hidup yang masih diberikan Tuhan untukku hari ini. Alhamdulillah…^^


                                                                                                                                                   2011

Senin, 03 September 2012

Ketika Aku Bicara Tentang C.I.N.T.A


Ketika Aku Bicara Tentang C.I.N.T.A ?


Ketika ada yang terobsesi kepada Anda, maksud saya adalah apabila ada yang mencintai Anda lebih dari  yang Anda harapkan, apakah anda akan sama, mencintainya dengan cinta yang lebih.

Bagi saya adalah tidak, kenapa???.

Karena hal tersebut akan membuat saya takut, ilfeel dan merasa tidak nyaman. Apakah dia benar-benar mencintai saya kerena Allah SWT atau yang lainnya,yang saya takutkan jika rasa cinta yang dia berikan lebih besar dibandingkan rasa cintanya kepada Allah. Menurutmu??? Kenapa seharusnya cinta itu? Cinta itu harus bagaimana?

Bukankah cinta ada karena kita sendiri yang menginginkannya, karena dulu  Sang Adam tidak betah untuk hidup sendiri, makanya diciptakanlah seorang pendamping untuknya, yaitu Sang Hawa, wanita pertama yang diciptakan untuk Sang Adam dan membuatnya merasakan yang namanya cinta. Bagaimana dengan cinta kepada Sang Pencipta?, kurasa itu sudah pasti, bukankah manusia ada karena ada yang Menciptakannya.

Apakah memang sudah kodratnya seorang manusia, yaitu tidak betah untuk sendiri. Dan cenderung lebih suka mencari pasangan. Tunggu dulu… sebenarnya yang diinginkan seorang pasangan hidup atau cinta? Cinta untuk melengkapi hidupnya agar lebih tentram dan damai. Mungkin dua-duanya. Aku sendiri mulai kwatir, apakah nantinya akan kutemukan belahan jiwaku… my soulmate…. Yah… mungkin sangat jarang wanita yang menginginkan dirinya menjadi perawan tua alias tak berminat untuk menikah dan lebih suka sendiri.

Tapi, tidak bagiku. Aku juga sama dengan wanita pada umummnya yakni menginginkan seorang pendamping hidup agar aku bisa lebih kuat untuk berdiri menepaki hidup ini. Bagiku, hambar rasanya jika kehidupan tidak diisi dengan sebuah ritual yang dinamakan pernikahan antara dua insan yang saling mencintai, istilahnya sehidup semati. He..he… 

Itulah hidup… akan terasa hambar tanpa kehadiran seorang cinta alias soulmate, cinta yang benar-benar indah karena cinta itu murni tanpa cacat. Setiap yang mengenal yang namanya cinta pastilah hidupnya takkan sengsara walau sedetikpun. Cinta membuat kita bahagia, bagaikan vitamin yang merasuki jiwa-jiwa yang kering. Cinta membuat orang tersenyum…. Ya… begitulah cinta apa adanya. Terlalu banyak kata untuk mengekspresikan yang namanya cinta. Bagiku, cukup dengan tingkah laku( BUKTI NYATA)…  apa yang bisa kau lakukan untuk memperjuangkan cinta itu. Maka itulah cinta. Cinta yang benar-benar timbul karena Allah, karena kita mencintai Sang Khalik….karena Cinta kita berlandaskan Cinta kepada-Nya, sehingga dua sejoli itu akan benar-bnar merasakan cinta yang seutuhnya tanpa noda, karena Cinta memang tak mengenal dusta, benci,dosa dan sebagainya. Karena cinta menciptakan kebaikan dan kedamaian dunia dan akhirat. Untuk itulah Allah memberi kita kesempatan luar biasa untuk merasakan yang namanya C.I.N.T.A….karena ia adalah fitrah yang tak bisa dipungkiri…
Dan Cinta kepada lawan jenis adalah mencintainya setelah ia telah halal untuk kita cintai… setelah kita resmi menjadi sepasang suami dan istri… cinta yg timbul sebelum terjalinnya ikatan pernikahan cenderung mengantarkan pada perbuatan yang diharamkan Allah…yakni perzinahan, zina mata, pikiran, tangan, hati, kaki, dll…

Jangan liat sinetron, Iklan atau Film. Karena itu hanya cerita belaka. Maka temukanlah Cintamu… jangan melamun saja, tapi berusahalah untuk memperbaiki diri untuk mendapatkan cinta itu.
Ingatlah Firman Allah yang telah termaktub dalam kitab suci Al- Quran… seperti dibawah ini...

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…” ( TQS. An- Nuur (24): ayat 26)