Sabtu, 01 September 2012

Religion and Study hard For Price



Ketika agama ditempatkan pada tataran ritualisme belaka. Sungguh sangat disayangkan. Ketika agama dipelajari hanya untuk mendapatkan nilai. Sungguh ironis! Ketika agama ditekuni hanya untuk mendapatkan gelar atau profesi saja…. Maka oh…. Sungguh menakutkan! Its very dangerous!
Pernyataan di atas tadi hanyalah sebuah prologue singkat dari saya… sebenarnya saya ingin kembali bercerita. biasalah…^_^ ini sudah menjadi hobi atau habit saya untuk bercerita dan mengarang cerita, tidak sembarang bercerita karena saya selalu punya kisah nyata untuk diceritakan. 


Sepekan yang lalu, ketika mahasiswa tengah menunggu sang dosen untuk mengumumkan hasil ujian akhir semester. Dengan penuh rasa penasaran, antara remedial atau tidak, Wajah para mahasiswa mulai nampak tegang. Dan survey membuktikan, setelah hasil ujian/ final- test diumumkan maka dapat ditarik kesimpulan bahwasanya didalam kelas itu hanya berkisar 15% saja mahasiswa yang tidak remedial, selebihnya atau 85% remedial alias harus mengulang. Tahukah anda mata kuliah umum apa yang yang diujikan. Pendidikan agama Islam untuk MKU pendidikan Agama Islam.

Apa yang terjadi? Mudah saja untuk menjawab pertanyaan ini. Tak lain dan tak bukan karena Sistem Sekularisme- Kapitalisme semakin mendarah daging ditubuh generasi umat Islama saat ini. Saya tak akan menyalahkan 100% atas apa yang menimpa mahasiswa dewasa ini. Wajar….Pendidikan agama yang mereka dapatkan hanya satu kali dalam delapan semester masa perkuliahan/ 4 tahun dengan waktu maksimal 2 jam dalam satu kali pertemuan perpekannya. Kecuali bila mahasiswa yang memilih belajar agama di luar kampus atau dengan cara rutin mengikuti kajian Islam pasti nilai agama yang mereka dapatkan akan bagus dan memuaskan. Namun bagaimana dengan mereka yang terlampau jauh meninggalkan agama? Hanya menganggap pendidikan agama sebagai mata kuliah umum saja? Bukan kemudian untuk dijadikan aturan hidup, pandangan hidup atau idiologi?…..inilah Negara sekularisme= memisahkan agama dari kehidupan. Menjadikan generasi Islam berprilaku hedonis, terperdaya dan terpuruk.
***
Alhamdulillah…. Kata yang pantas saya ucapkan tatkala mendengar hasil ujian Pendidikan agama diakhir semester ini. Walaupun sebelum ujian saya tidak belajar banyak terkait materi ujian pada waktu itu. Hasil yang terbilang memuaskan. Yang pada awalnya saya menduga akan banyak salah karena pada saat ujian saya hanya mengarang…dan hampir seluruhnya adalah hasil dari pemikiran saya sendiri, tidak ada yang bersumber dari buku  pendidikan agama Islam MKU. Its me…^_^

Setiap kali diadakan ujian/ final- test saya hanya mengandalkan kemampuan mengarang dan merangkai kata saya hingga akan membentuk beberapa kalimat dan paragrapf. Tentunya saya tidak asal mengarang. Pasti ada proses membaca dan belajar sebelumnya yang saya tekuni. Karena ilmu tidak saya jadikan untuk mendapatkan nilai. Tapi ilmu saya pelajari sebagai kebutuhan saya. Yah….. ilmu tidak hanya untuk mendapatkan prestasi atau nilai. Melainkan sudah menjadi kewajiban dan kebutuhan mendasar bagi diri saya, diri kita sebagai hamba Allah. Tanpa ilmu, apa artinya diri ini? Hanya berupa tumpukan materi yang kemudian digerakkan oleh ruhiyah yang tertanam dalam jasad.

Saya tidak akan kaget setiap kali diadakan ujian terencana ataupun dadakan. Saya pasrahkan segalanya hanya kepada Allah azza wa jalla. Allah Yang Maha Tahu. Allah Sang Maha Pemberi hasil tebaik untuk hambanya. Saya hanya perlu berusaha dan memaksimalkan setiap potensi yang saya miliki. Kuncinya adalah jangan pernah berhenti untuk belajar. Belajar bukan untuk diri sendiri tapi untuk orang lain, untuk masa depan, untuk manusia dan untuk mencetak generasi umat Islam yang cemerlang, dan tentunya harus dimulai dari diri sendiri.

Lihatlah permasalahan yang mungkin akan timbul ketika ilmu atau agama hanya ditempatkan pada tataran ritualisme belaka, apa jadinya generasi ini? Semua hanya akan belajar demi mendapatkan nilai serta prestasi, pujian serta jabatan. Tak ada lagi yang memperdulikan proses dari pencapaian itu, tak kenal halal atau haram. Semua akan disambar demi mendapatkan apa yang diinginkan. Dan itulah yang terjadi saat ini, hingga hari ini. Saya tak bisa pungkiri itu, karena sebelum saya mengenal Islam lebih jauh seperti sekarang ini, dulunya saya juga pernah menjadi salah satu dari mereka. Belajar untuk lulus…belajar untuk nilai, etc.

Manusia bisa berubah, siapa bilang tidak!!!

Life is choise…..yah….intinya, hidup adalah pilihan. Kita hidup untuk memilih. Dan pilihannya pun amatlah jelas, seperti jelasnya antara siang dan malam, bulan dan bintang, langit dan awan.^_^. Baik menurut manusia belum tentu baik menurut Allah. Maka pilihlah pilihan yang baik menurut Allah, dan tentunya akan membaikkan diri ini, dijamin pasti akan selamat dunia- akhirat deh... Itu yang sedang saya tanamkan pada diri saya. Saya memilih untuk berjalan pada koridor Islam, melihat berdasarkan kacamata Islam and I am proud to be a Moeslim….^_^ 

Saya sangat bersyukur telah mengenal Islam yang kaaffah. Dan masih banyak yang belum saya pelajari. Ilmu Allah amat luas. Entah saya sanggup atau tidak untuk mempelajari dan mengamalkannya. Allah Yang Maha Pemberi dan Maha Mengatur.

Terima kasihku untuk- Mu yaa Rabb… Sang Maha pemberi Ilmu dan juga Kepada Rasulullah dan para sahabat, juga untuk keluarga beliau dan orang- orang yang tetap Istiqomah di jalan ini hingga detik ini. Kepada keluargaku tercinta, saudara- saudari seimanku di belahan dunia manapun itu…..aku berterima kasih untuk kalian semua. Jazakumullah khaeran khatsiran…..



I am A BabySitteR?


I Am BaBy SiTTeR


I am a babysitter… yup…. Setiap liburan akhir semester saya pun siap siaga menekuni peran ini, selain sebagai seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi termasyur di kota ini. Merawat serta mengurus BALITA ( bayi dibawah lima tahun ) adalah sebuah keahlian saya, dan saat ini bayi yang tengah saya rawat adalah bayi dua tahun dan sebentar lagi usianya genap tiga tahun, dia itu hyperaktif, cowok pula…namanya Khairin, yang tak lain adalah keponakan saya sendiri. Pekerjaan ini telah saya geluti selama mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Hampir tiga tahun saya kuliah dan setiap pulang kampung saya akan menerima profesi sebagai babysitter dengan senang hati. Karena memang ini adalah sebuah  pekerjaan yang saya senangi sejak masih kecil dulu. 

Beberapa tahun yang lalu, acapkali tetangga menitipkan anak mereka pada saya. Sejak usia SD hingga SMA, saya sudah terbiasa menjaga serta merawat bayi. Entah itu sepupu atau pun anak tetangga. Keluarga maupun kerabat terdekat kadang mengatakan bahwa saya ini adalah seorang  punggawa” atau pemimpin para anak- anak. Aneh juga yah… itulah saya, yang mengherankan kenapa anak- anak suka menempel sama saya. Apa karena saya lucu, cukup cantik dan punya banyak ide untuk di jadikan bahan untuk bermain? Narsis…!!! Ah…entahlah….. padahal sebenarnya saya ini orangnya cukup judes dan cerewet, dan anak- anak yang pernah saya asuh pasti tahu siapa saya dan bagaimana saya…he...he...

Mungkin karena aura jiwa keibuan saya yang begitu tajam, sehingga banyak anak kecil yang mudah saya tenangkan tatkala mereka rewel atau badmood….. yah…anak kecil itu cepat sekali bosannya. Apalagi soal main- bermain. Sebagai seorang ibu ataupun babysitter harus pintar- pintar menebak dan mengantisipasi kemauan dari anak yang sedang kita jaga atau tangani. Begitulah saya…. Saya selalu mencoba membaca pikiran melalui raut muka dari setiap anak kecil yang sedang saya hadapi. Saya selalu berusaha menenangkan hati mereka tatkala gundah ataupun lara…ehm… ketika mereka mulai ceria kembali, pasti saya akan merasakan kepuasan tersendiri, saya merasa bahagia melihat senyuman anak- anak yang masih polos. Dan melihat mereka makan dengan lahapnya.

Seiring dengan berjalannnya waktu, sepertinya saya semakin dewasa. Masa kanak- kanak telah saya lewati dan habiskan bersama anak- anak pula. Kala itu…. Saya enggan bergaul dengan orang dewasa saat saya usia SD hingga saya duduk di bangku SMP, hampir seluruh waktu saya gunakan untuk bermain dan bermain dengan anak- anak di kampung dimana saya tinggal. Bermain di sawah, berenang di kali, menulusuri hutan, memanjat jambu putih di tepi jurang, mencari keong di sawah, bermain di rumah pohon, memasak- masak, mengambil batang tebu pada lahan yang saya tidak tahu siapa pemilikya, namun sama sekali tidak merasa bersalah karena seakan- akan tanaman tebu itu adalah milik bersama. Namun setelah dewasa, baru saya menyadari bahwa tebu- tebu yang pernah saya tebang itu adalah milik salah satu industri gula pasir/putih…he..he..he… tak apalah…semua telah berlalu, dan sepertinya pemiliknya tidak marah jikalau ada rakyat yang mengambil beberapa batang tebu pada saat itu di lahan perkebunan. Yah… asal jangan ditebang semua.

Kembali ke profesi saya sebagai babysitter….,yah… pekerjaan ini sudah menjadi bagian dari hidup saya. Entah kenapa sejak dahulu hingga sekarang saya senang melihat anak- anak atau balita. Mereka begitu lucu, menggemaskan, menghibur dan menurut saya lebih mudah untuk diurus dan dijaga ketimbang mengurus orang dewasa apalagi ABG…yang senengnya ngomongin hal yang tidak berguna. tidak bermaksud menghindari mereka, tapi begitulah kenyataannya…. Anah saja! ABG sekarang tuh, beda banget dengan saya ABG dulu. Sekarang ngomongnya soal cowok melulu…. Gaya melulu….. penampilan melulu…. Pokoknya serba kapitalistik dan materialistik deh… tentunya membuat saya tidak nyaman. Makanya waktu ABG dulu alias pada saat saya menginjak usia baligh, saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, di perpus, di kamar saya yang cukup nyaman dengan balutan hasil kerajinan tangan saya sendiri. Yah….. mending saya belajar, menulis diary, melukis, memasak, beres- beres rumah, membaca buku bermanfaat, menyiram tanaman, dan berkumpul bersama sepupu- sepupu tersayang di setiap akhir pekan, dari pada menghabiskan begitu banyak waktu dengan sesuatu yang tidak jelas kemana akhirnya dan bersama orang yang tak jelas pula apa cita- cita serta impiannya. Sungguh merugikan!!!

Ada begitu banyak cara yang dilakukan orang untuk menikmati hidupnya. Bagiku….cukup menjadi diri sendiri dan mengenali siapa diri ini. Dari mana saya berasal, untuk apa saya diciptakan dan kelak saya mau kemana? Yah….tentunya semua tergantung dari saya, saya mau berubah atau tidak, semua terserah saya.  Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala, “ Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada mereka sendiri”.( TQS. Ar- Raad: ayat 11 )
Mendengar nasehat langsung dari Sang Khalik melalui Al- Quran, rasanya menjadi obat tersendiri bagi hati- hati yang hampir redup dan tak ingin kehilangan arah…
Menjadi Babysitter sebenarnya sama dengan belajar dan menjadi seorang ibu, bagi wanita yang ingin membuktikan dirinya sebagai wanita sejati. Harus bisa merawat dan menjaga bayi. Walaupun saya begitu banyak kekurangan, namun hal tersebut tidak menjadikan saya patah semangat apalagi putus asa. Saya hanya terus berusaha berjalan pada arah yang telah ditentukan oleh Sang Khalik, melakukan sesuatu sesuai dengan perkataan hati dan selalu berusaha agar tak mendustai hati. Menjadi manusia yang berotasi pada garis edar yang telah ditetapkann oleh Sang Maha Pemberi hidup.

Apa yang dipikirkan seseorang ketika ia di minta berkata jujur namun kemudian yang keluar dari mulutnya adalah sesuatu yang bertentangan dengan hati nuraninya? Pastinya menyisahkan penyesalan….. dan jangan memungkiri bahwa di dalam diri wanita itu terdapat jiwa keibuan… jangan mengatakan “ Aku tak bisa merawat bayi!”. Oh yah? Tidak ada yang tidak mungkin, selama anda mau mencoba saudariku….kalau saya bisa, mengapa anda tidak?

Babysitter merupakan pekerjaan yang indah….menyenangkan dan menjadikan awet muda, kerutan diwajah akan lebih lama muncul ketimbang mereka yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berpikir berat dan mikirin dunia karir. Kanapa? Menjadi babysitter tak harus berpikir banyak dan berat. Karena menjadi sorang perawat anak atau balita tak harus mengeluarkan modal, kita hanya perlu keterampilan yang terlahir dari kebiasaan menangani anak kecil. Yah… suatu kebiasaan akan melahirkan keterampilan. Dan mudah bila dilakukannya dengan hati alias ikhlas… 

Memang, merawat atau menjaga bayi itu butuh kesabaran. Saya harus sabar menangani bayi yang rewel apalagi hiperaktif seperti keponakan saya. Namun saya sangat bersyukur karena masih di beri kesematan untuk bertemu dan menjaga keponakan saya satu- satunya itu. Khairin memberi spirit dalam hidup saya. Saya suka senyumnya, saya bahagia bila dia makan dengan lahapnya, bermain bersama, jalan- jalan bersama. Balita ini senang dengan hal-hal unik, hampir semua benda diambilnya dan bertanya- tanya tentang benda yang ia pegang. Balita memang belum memiliki cara berpikir yang sempurna, sehingga orangtua memiliki peranan dan kewajiban untuk menjelaskan kepada mereka. Yah…tentunya menggunakan bahasa atau kosa kata sesuai dengan tingkat pemahaman si balita secara bertahap.

To be contunued....^^

Sabtu, 04 Agustus 2012

TAKKAN SULIT!!!


Kita akan mengatakan kalau ini sulit
Kita akan lelah dengan masalah ini
Kita berusaha untuk pergi
Dan meninggalkannya, mungkin itu lebih baik.
Kita merasa tenang dan berdiam
Lebih bebas tanpa masalah ini
Ruang begitu sempit dengan adanya masalah
Dan mungkin membuat kita sesak
Ingin keluar dari masalah ini
 Dengan penuh kegembiraan
Kemudian berkata
Akhirnya aku bebas,lepas tak terikat , tak terperangkap...
Aku bebas, dari masalah yang tak bisa kutangani itu.
Tapi, pernahkah kita berpikir
Kenapa harus ada masalah?
Tahukah kita...
Bahwa sesungguhnya Tuhan sayang pada kita
Dengan masalah yang kita seharusnya hadapi
Jalani dengan penuh kesabaran dan usaha
Karena, itulah cara Tuhan Mencintai makhluk-Nya.
Dan kini kitapun harusnya bersyukur...
Masalah adalah peluang bagi kita
Peluang untuk meraih kesuksesan yang hakiki.
Ataukah kita sedang merencanakan kegagalan?
Tidak!!!
Singsingkan lengan baju, dan hadapilah
Tanganilah dengan segala kelebihan yang kita punya...

Jumat, 03 Agustus 2012

SULITKAH MERAIH MIMPI???


SULITKAH MERAIH MIMPI?

By: Aerin Nahl (Arini Arief)


Menurutmu, Apakah meraih mimpi itu sulit,kawan...?
Iya.... akan menjadi sulit bagi kau yang gampang menyerah
Iya.... bagimu yang keinginanmu lebih besar dari pada usahamu
Iya.... untukmu, yang banyak keluh kesah
Iya.... padamu yang menyalahkan keadaan
Mimpi itu, memang sulit kawan...
Jika kau membuat dia semakin rumit
Merumuskannya pun salah
Yang menjadikan mimpimu itu semakin menjauh darimu
Jika kau tahu lebih dari itu...
Mimpimulah yang menghempaskanmu kelangit
Meraih bintang-bintang yang kau telah rencanakan sebelumnya.
Jika kau ingin tahu, bagaimana meraihnya...
Maka tanyakan pada segumpal daging
Coba tanyakan pada hatimu , yang lebih tegas ...agar tak mengeras...
Apakah kau sedang bersungguh-sungguh meraih mimpimu, kawan???
Katakan, apakah meraih mimpi itu sulit?
Jawabannya....adalah... TIDAKkk, kawan!!!
Tak akan sulit dan tak ada yang sulit..
Jika kau bersungguh-sungguh penuh keyakinan,harapan, usahamu dan doamu
Maka kau akan dapati hasilmu
Hasil yang membanggakan bukan?...

DALAM SAKIT KU SESALI


Mungkinkah....
Waktuku bisa terulang kembali
Dan kuambil setiap kesempatanku
Kesempatan ynag akan membaikkan diriku dan hidupku
 Mungkinkah...
 Masa itu akan terulang kembali
Disaat aku merasa sehat, bugar dan bersemangat
Dan kugunakan setiap masaku untuk kebaikan
Tapi, kurasa kini sudah terlambat
Amatlah telat
Aku telah terbujur dalam kesakitan
Kesakitan yang membuatku semakin menyesal dan menderita
Menyesali masa laluku yang sungguh suram
Padahal, pernah aku berfikir, bahwa saat itulah aku merasa bahagia
Tapi, dan akan banyak kata tetapi
Aku telah keliru
Aku jatuh dalam kesesatan dunia yang membutakan hati
Oh... Tuhanku
Benar...benar... bahwa aku telah melakukan banyak kesalahan
Sesuatu yang tak semestinya kulakukan
Sesuatu yang amat Kau larang
Oh... Tuhanku...
Ampunilah aku,
Kini aku tak memiliki banyak kekuatan seperti dulu
Aku telah renta dan sakit
Ini adalah balasan yang setimpa
Atas apa yang telah kuperbuat, dosaku yang bertumpuk bagai gunung dipadang tandus.

LAGI- LAGI TAWURAN?


Kemarin(15/11/11). Di sore hari yang mendung…kala langit mulai menurunkan tetesan air ke bumi ( langitpun ikut sedih ), kemudian terdengar suara adzan di koridor teknik, memanggil umat Islam untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim sejati untuk melaksanakan sholat Azhar, but… jantungku berdetak kencang...hatiku miris, mataku menangis, nyawaku serasa ingin lepas dari jasad ini... tak tau apa yang harus kulakukan, kusaksikan dengan bola mataku, aku berteriak tapi tak didengar, apakah mereka sudah tuli?.

Pemuda- pemuda yang kuat dan bertenaga, mereka... telah melakukan kebodohan( menurutku ) yang teramat nyata menyeramkan ditengah zaman yang semakin elit ini. Namun, mengapa oh mengapa...apakah ini jalan yg terbaik? batu, kayu, besi, melayang diudara, menerpa mereka yg kurang beruntung kala itu... apakah benda- benda itu yang akan menjadi mediator untuk menyelesaikan masalah diantara mereka ( Mahasiswa yang tawuran, Fak.Teknik dan lain- lain, yang menjadi pemicu/ penyebabnya apa yah? Banyak versi.com ).

Apa gunanya akal bila tidak digunakan untuk berpikir...kenapa harus emosi, egois? adakah masalah terpecahkan dikala hatimu dikuasai iblis yang menyeretmu pada lingkaran setan yg menjadikan dirimu lebih hina dihadapan Allah SWT… Anda tahu kan tujuan iblis turun ke bumi? Ingin menjerumuskan musuh mereka ( manusia ) pada sesuatu yang dilarang Allah SWT. Dan kelak bisa menjadi teman ( bahan bakar ) di neraka jahannam . Haruskan kita berlaku seperti halnya binatang? Oh…ataukah kita ingin dikatakan lebih hina dibandingkan binatang? Padahal sudah jelas bahwasanya kita adalah makhluk yang paling mulia diciptakan Allah…untuk menjadi penyebar rahmat ( ISLAM ), menyeru kepada yang ma’aruf mencegah dari yang mungkar, menjadi tentara- tentara Islam yang siap berjuang dimanapun kita berada dan dalam kondisi apapun ( lapang ataupun sempit ) tidakkah anda merasa beruntung dan bangga terlahir sebagai seorang muslim?.

Haruskah kita terluka dulu baru merasakan sakit, haruskah binasa dulu baru merasa menyesal dan baru ingin bertaubat? Terlambat wahai saudaraku jika engkau ingin nyawamu lepas dulu dari jasad, baru kemudian engkau menyesali apa yang telah kau perbuat semasa hidupmu…saya kira engkau benar- benar dalam kerugian. Sekaranglah saatmu, waktumu, ayo bangkit dari keterpurukan…..kinilah  saat untuk melakukan sesuatu yang terbaik adalah dimasa mudamu, bukankah banyak orang hebat yang melakukan hal- hal luar biasa saat mereka masih usia muda karena saat itulah pikiran kita lebih mudah terbuka (fresh) dan tenaga kita masih kuat (strong). Kelak….apakah kita ingin menjadi orang tua yang melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat usia kita masih muda. Oh…. Sungguh sebuah kecerobohan yang nyata, jika demikian berlakunya.

Wahai saudaraku, seaqidah…..

Apa yang sebenarnya kita perjuangkan, apa yang kita harapkan, apa yang sedang kita cita- citakan dan apa yang ingin dicapai? Bukankah sesuatu yang baik dan memeberi banyak manfaat? Lantas….. mengapa masih banyak diantara kita yang melakukan hal- hal yang sia- sia belaka. Tidak miriskah hati kita menyaksikan banyak kedzaliman dan kemaksiatan yang terjadi dimana- mana?

Tawuran tentunya mengorbankan banyak hal, fisik yang mungkin saja terluka, babak belur, sakit, tenaga ekstra,waktu yang terbuang begitu saja,  sarana dan prasarana yang mungkin akan rusak, tanaman juga jadi korban, apalagi jika ada yang melakukan pembakaran? Bukankah harga BBM itu cukup mahal? Bagaimana dengan kendaraan yang mungkin saja juga akan ikut terbakar? Bukankah itu hasil jerih payah orang tua ( mereka yang dibakar motornya ), untunglah….bila kita telah mampu menghasilkan uang sendiri dan tidak harus meminta- minta lagi kepada ortu hanya untuk memenuhi semua keinginan kita seperti baju baru, laptop baru, rokok, ha-pe baru, motor baru, ataukah mobil baru ( lagi trend’ki tawwa’na )…oh jangan maki tawwa gila urusan, secara orang tajir ji’…jadi nda apa- apaji bakar- bakar uang toh, kanda??? Begitukah pemikiran’ta??? Naudzubillah….

Inginkah kita melakukan perubahan, dan mengubah pemikiran seseorang dengan mengajaknya terus berpikir, dengan mengajukan pertanyaan pokok kepada orang yang kita inginkan berubah kearah yang lebih baik. Dari mana kita berasal? Untuk apa? Dan kelak mau kemanakah kita? Tentunya Anda akan sangat mudah menjawabnya bila telah memiliki pegangan ( keyakinan ), lantas bagaimana dengan mereka yang membutakan hatinya? Pasti susah kan diajak untuk bercengkrama.

Mendasar lagi nih yah…..bagaimana kita bisa mengubah cara berpikir orang lain bila cara berpikir kita saja masih minus??? Masih dangkal…..yah…yah…begitulah proses hidup kawan... Ada yang diubah dan ada yang mengubah, ada yang menerima dan ada yang menolak. Ada yang mendengarkan dan ada yang mencemooh.

Cara berpikir kita harus benar- benar kita ubah. Mari kita jadikan Al- Quran dan as- sunnah menjadi standar berfikir kita, bukankah befikir yang islami akan mengasilkan pemahaman yang islami pula dan pemahaman yang islami tentunya akan menghasilkan sebuah karakter, tingkah laku yang islami pula. Mari kita sama- sama belajar dan jangan pernah menyerah sebelum mencoba, kita pasti bisa. Dimana ada kemauan pasti ada jalan. Kita percaya bahwa hanya Islam yang mampu memuliakan manusia, karena Islam adalah satu- satunya agama yang diridhoi Allah SWT, dengan aturan- Nya yang sungguh paripurna dan sesuai dengan fitrah manusia.

Pasti Anda sedih kan, jika melihat para intelektual muda kita hancur? Sebelum itu terjadi…mari kita cegah…..cegah dengan memperbanyak ilmu, membuka khasanah pengetahuan kita. Membaca, diskusi, belajar, bertanya, dan banyak lagi aktivitas positif yang akan menjadikan kita lebih bijaksana dan dewasa secara pemikiran dan tingkah laku. Berpikir idiologis…Bertindak siyasih….istiqomah dalam dakwah…..

ISLAM IS MY WAY…ISLAM IS MY CHOICE…. Solution for our problems, ISLAM is the only solution…….and I am proud to be a MUSLIM…
Wallahu’ alam bi as-shawab……
Aerin_Nahl
LK_ USWAH UNHAS
Bumi Allah, Pondok Terapung; 17 November 2011

TREND JILBAB: JILBAB ALA SYAHRINI, SYAR'I KAH???


TREND JILBAB

JILBAB ALA SYAHRINI SYAR’I KAH?

Momen Idul Fitri tahun ini, kaum hawa di Indonesia pada khususnya sedang dilanda mode atau trend berbusana muslim dengan berbagai model dan corak. Mulai dari trend busana timur tengah dengan perpaduan etnik khas Indonesia hingga busana muslimah ala Maroko yang saat ini kita kenal dengan nama “kafftan” atau busana yang menyerupai jilbab. Anehnya dikalangan masyarakat saat ini busana tersebut dijuluki dengan jilbab ala Syahrini. Entah itu di pasar, swalayan, mall- mall kita bisa menjumpai busana yang terbuat dari kain tipis dengan warna- warna yang terang, serta tambahan pernak- pernik berupa manik- manik pada bagian dada hingga nampak sangat modis, dan para pedagang pun dengan antusiasnya akan mengatakan pakaian ini adalah busana Syahrini kepada para calon pembelinya.

Wajar saja karena memang pada faktanya busana kafftan acapkali digunakan artis yang sedang naik daun, Syahrini. Baik saat ia manggung maupun melakukan acara keagamaan seperti pengajian dikediamannya di Bogor, Jawa Barat beberapa waktu yang lalu.

Demikianlah mode saat ini. Memiliki peran penting bagi kehidupan manusia, khususnya bagi wanita. Wanita yang up to date akan senantiasa mengikuti laju perkembangan trend berbusana. Nah, dapat kita saksikan saat ini, bahwa trend berbusana muslim lagi tren- trenya kan? Tak bisa dipungkiri. Entah wanita menggunakannya karena kesadaran akan kewajibannya menutup aurat ataukah karena ikut- ikutan trend belaka?
Sebenarnya kita sudah bisa menilai, bahwa demam yang melanda kaum hawa saat ini yang pada umumnya hanya mengikuti trend berbusana saja. Jika kita melakukan survey kecil- kecilan maka kemungkinan besar hasil yang kita peroleh adalah mayoritas wanita menggunakan busana muslim hanya karena faktor tren semata, itupun busana muslim yang dikenakan tidaklah syar’i, dan sama sekali jauh dari apa yang telah diperintahkan Allah subhanahu wa ta’ala dalam kitab suci Al- Quran.
Apa yang kita saksikan saat ini, mengenai tren busana muslim yang menjamur ditempat- tempat umum tak lepas dari pengaruh sebuah sistem yang berperan cukup besar di negeri ini, yakni sistem kapitalisme- sekularisme. Yah….kebanyakan wanita muslim menggunakan pakaian tertutup pada saat aktivitas formal dan informal saja. Namun diluar dari itu, maka kerudung ataupun jilbab ditanggalkan.
Trend busana muslim, tanpa melihat sudut kepantasan atau kesesuaiannya sesuai dengan syariat Islam, maka akan sia- sia belaka. Mengapa? Karena banyak dari wanita yang memang telah menutup auratnya namun tidak secara sempurna alias setengah- setengah. Masih banyak yang berpakaian namun pakaian yang ia kenakan tidak sesuai dengan hukum syara’. Antara lain pakaian yang dikenakan bersifat transparan, ketat, tidak irho’ ( hingga kepangkal tumit/ menyentuh tanah )/ tergantung, warna mencolok, dan lain- lain.
Kebanyakan dari wanita saat ini menutup auratnya dengan tidak sempurna, misalnya masih menggunakan celana panjang, pakaian potongan, kerudung yang tidak menutupi dada/ sebatas leher saja, serta jilbab namun tidak syar’i.
Bagaimanakah pakaian yang syar’i itu ?
Jilbab yang dipahami masyarakat kita dewasa ini adalah jilbab sebagai kerudung, bukan dari makna aslinya, yakni baju luar yang dipakai untuk menutupi tubuh dari atas sampai bawah ( kaki), kemudian dikenal dengan nama hijab, karena dipakai dengan maksud untuk menghindari dari pandangan laki-laki yang bukan mahram ( tidak mempunyai hubungan darah/kekerabatan ).

Adapun pakaian yang syar’i adalah pakaian sebagaimana firman Allah dalam surah Al- Azhaab ayat 59;
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ( TQS. Al- Azhab ayat 59 )
Kemudian pada ayat yang lain pada surah yang lain pula, Allah subhanahu’ wa ta’ala berfirman;
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. ( TQS. An- Nuur ayat 31 )
Bagaimana jilbab yang dimaksud dalam ayat- ayat diatas, setidaknya harus memenuhi syarat-syarat hijab atau jilbab sebagai berikut dan inilah jilbab yang syar’i dan benar versi Islam Kaffah : 
  1. Menutupi seluruh tubuh, sebagaimana yang difirmankan Allah, “Hendaklah mereka itu mengeluarkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. (TQS. Al Ahzab : 59)
  2. Maksud daripada berhijab adalah untuk menutup tubuh wanita dari pandangan laki-laki. Jadi, bukan yang tipis, yang pendek, yang ketat, tau berkelir serupa dengan kulit, mau- pun yang bercorak dan yang bersifat mengundang penglihat- an laki-laki.
  3. Harus yang longgar, sehingga tidak menampakkan tempat- tempat yang menarik pada anggota tubuh.
  4. Tidak diberi wangi- wangian, hal ini telah diperingatkan oleh Rasulullah saw : “Sesungguhnya seorang wanita yang memakai wangi- wangian kemudian melewati kaum (laki-laki) bermaksud agar mereka mencium aromanya, maka ia telah melakukan perbuatan zina“. (HR. Tirmidzi)
  5. Pakaian wanita tidak boleh menyerupai laki-laki, “Nabi saw melaknat laki-laki yang mengenakan pakaian wanita, dan seorang wanita yang mengenakan pakaian laki-laki“. (HR. Abu Dawud dan An Nasai).
  6. Tidak menyerupai pakaian orang kafir, “Siapa yang meniru suatu kaum, maka ia berarti dari golongan mereka“. (HR. Ahmad)
  7. Berpakaian tanpa bermaksud supaya dikenal, baik itu dengan mengenakan pakaian yang berharga mahal maupun yang murah, jika niatnya untuk dibanggakan karena harganya ataupun yang kumal jika bermaksud agar dikenal sebagai orang yang ta’at (riya’). “Siapa yang mengenakan pakaian tersohor (bermaksud supaya dikenal) di dunia, maka Allah akan memberinya pakaian hina di hari Kiamat, lalu dinyalakan api pada pakaian tersebut.” (HR Abu Dawud)
  8.  Kain yang tebal dan tidak tembus pandang serta irho’ ( menyentuh tanah/ hingga tumit )
  9.  Lapang dan tidak sempit. Karena pakaian yang sempit dapat memperlihatkan bentuk tubuh seluruhnya atau sebagian.
Sungguh fenomena penggunaan jilbab sekarang ini, seharusnya membuat kita di satu sisi mampu mengelus dada perlahan, karena wanita sudah tidak malu lagi untuk berjilbab saat bepergian. Sehingga jilbab serta kerudung benar-benar telah membudaya di masyarakat dan dianggap sesuatu yang lumrah. Namun di sisi lain jilbab yang sesungguhnya harus memenuhi prasyarat jilbab syar’i sebagaimana tersebut di atas seakan telah berubah fungsi dan ajaran, banyak sekali dan telah bertebaran dimana-mana jilbab yang bukan lagi syar’i tapi lebih terkesan trendy, modis dan anggun atau lebih dikenal dengan jilbab modern ala artis- artis ( public figure ) yang kebanyakan dari semua itu adalah menyimpang dari syarat-syarat syara’ jilbab yang sebenarnya. Untuk itu, sebagai muslim yang baik sudah sewajibnyalah kita menggunakan pakaian yang syar’i agar kita, muslimah terhindar dari fitnah dan senantiasa mendapat perlindungan dari Allah subhanahu wa ta’ala...
Wallahu’ alam bi’ashawab…….                                                                              ARINI ARIEF-
Bumi Allah, 30 syawal 1432 H
Makassar, 28 September 2011
Ilustrasi gambar “ Busana Kafftan”