Muslimah Pejuang Syariah & Khilafah, Because...... SYARIAH WA KHILAFAH IS OUR SOLUTION....for All Problem in our Life.....
Sabtu, 28 Juli 2012
KARENA HATI HARUS BICARA
Karena hati harus bicara….
Jika hati mampu berucap, maka ia mampu berkata iya atau tidak. Berkata iya untuk kebenaran dan berkata tidak untuk keburukan ataupun sebaliknya. Hati adalah cerminan wajah. Bila hati ini indah maka indah jualah wajah ini. Ketika hati mulai bicara, maka cobalah untuk berhenti sejenak dan cobalah untuk mendengarkan dengan saksama apa yang dikatakan oleh hatimu, lubuk hatimu. Dengarkanlah baik- baik, apakah ia berkata jujur tau dusta. Saya rasa bagi pemilik hati yang mencintai kebaikan sehingga kebaikan itulah yang melekat dihatinya dan kebenaran yang akan disampaikannya. Tak perlu lagi ragu dalam mengambil keputusan. Karena hati yang bersih akan senantiasa bekata jujur meskipun pahit ketika dikeluarkannya melalui mulut.
Karena hati harus bicara….
Yah…hati memang harus bicara, jika ia tak mampu berbicara maka ia telah lumpuh atau bahkan mati. Hati diciptakan Allah untuk manusia hanya ada satu. Sudah menjadi hal yang mutlak, bila manusia harus menjaganya dengan baik- baik dan penuh kehati- hatian. Jika tidak….maka hati akan hancur dan kotor berlumur noda. Akan timbul penyakit hati. Hati akan terserang bintik- bintik hitam yang menjadikan hati itu kelam dan memberikan efek samping berupa penyakit hati, dusta, sombong, hasud, iri, dendam dan lain- lain.
Hati akan mencerminkan siapa si pemilik hati itu. Bila hati itu baik maka yang nampak akan baik pula. Dalam hadist Rasulullah Saw: Dari Nu’man bin Basyir berkata: saya mendengar Rasulullah Saw. Bersabda:
” Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila dia baik maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila dia buruk maka jasad tersebut akan menjadi buruk, Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah “Qolbu” yaitu hati “. ( Hadis Riwayat Bukhori ).
Karena hati harus memilih….
Hati yang berbicara adalah hati yang telah memilih. Apakah ia berkata berdasarkan nafsu, sesuai kehendaknya saja. Tanpa mempetimbangkan hokum syara terlebih dahulu. Tentu saja hati tak sembarang berkata.hati yang baik adalah hati yang telah dibumbui dengan ilmu melalui penalaran di otak. Otak menterjemahkan apa yang diampaikan oleh sang hati. Bila rasional dan tak melanggar hokum- hokum Alloh, maka patutlah untuk dikeluarkan melalui lisan. Namun,jangan sampai berbeda apa yang disampaikan dengan apa yang dipikiran.
Menjaga HATI agar tetap bersih bukanlah hal yang mudah. Terutama untuk kondisi saat ini. Dimana pemahaman manusia yang terkontaminasi dengan pemahaman yang jauh dari syariat Islam.
Bila Aa Gym, mengatakan ataukah bersenandung dalam lagunya yang berjudul “ JAGALAH HATI” maka sepatutnyalah kita sebagai umat terbaik untuk bersunguh- sungguh dalam mejaga kebersihan hati ini. Bukan hanya karena ucapan ulama atau imbalan pahala yang ditawarkan. Namun, karena dengan hati yang bersih membuatmu lebih baik, karena dirimu yakin bahwa Alloh berpihak kepada sang pemilik hati yang baik dan jauh dari kemaksiatan kepada- Nya.
Karena hati adalah lentera…karena hati adalah cahaya…karena hati mampu berbicara….. dengan hati, kita bisa bercerita dengan Sang Khalik. Dengan hati kita mampu berdoa kepada- Nya, sehingga orang- orang disekitar kita tidak pernah tahu apa yang sedang kita harapkan/ adukan kepada Alloh, dan apa yang diucapkan oleh hatimu hanya engkau dan Alloh yang mengetahuinya….yah…tentu saja….engkaupun mempunyai rahasia khusus dan merasakan ketenangan jiwa.
Sungguh….ketika hati yang berbicara maka tak ada yang dapat menentangnya. Hati yang hidup adalah raga yang penuh dengan semangat…keep spirit. Ia pun mampu merangkai kata-kata indah dan orang pun tak ada yang mengetahuinya. Your secret in your heart…..
Sang pemilik hati…..
Biarlah hatimu berbicara apa adanya…..
Berbicara sesuai dengan syariah Islam…..
Karena bersamanya maka ruh dan jasad ini akan selamat…..
Jagalah hati……
Engkau akan tentram dengan hati yang bersih……
Hatimu akan bersinar seterang cahaya mentari……
Biarkan hatimu menanamkan niat yang tulus…….
Sehingga engkau menjadi lebih baik……
Sang pemilik hati yang senantiasa mentautkannya dengan cinta kepada- Nya
Wahai pemilik hati….
Cintailah apa yang dicintai- Nya dan bencilah apayang dibenci- Nya…..
Maka akan kau temui ruhmu berkumpul bersama orang- orang yang mencintai- Nya…..
One Day......My Story
Angin berhembus menerpa wajahku, kurasakan kesejukan dipagi yang cerah ini. Aku terus berjalan menuju tempat peraduan. Menjajakan kue buatanku, yang akan kujual pada teman dan orang- orang yang aku kenal dan ingin kukenal.
Seorang anak perempuan memandangiku dan tersenyum, mungkin heran melihat seorang wanita muslimah mengenakan jilbab kemudian menggunakan sepatu sporti. Pasti sangat aneh dimatanya.
Yah…itu mungkin baru penilaian seorang anak kecil. Namun menurutku apa yang kukenakan hari ini adalah suatu hal yang biasa saja dan pasti nampak kesual….he…he…
***
Akhirnya ada yang membeli kue. Dialah kak Tenri, dengan wajah yang bersinar- sinar ia mulai mengambil kue pancake gulung pada kantong berwarna pink yang sudah kuletakkan didepannya.
Setiap pagi hari aku sengaja berangkat pagi- pagi meninggglkan tempat kosku menuju tempat kos seorang akhwat yang sudah menjadi pelanggan setiaku. Hampir setiap hari ia membeli kue buatanku itu, dan entah mengapa akhir- akhir ini ia selalu memasang wajah yang berbinar- binary dihadapanku, bak orang yang tertimpa durian runtuh. Aku mulai penasaran dan akhirnya kak Tenri membuka pembicaraan pagi ini.
“ De’ sebentar saya mau kerumah’ta belajar buat kue, bisa jeki’?” Tanya kak Tenri sambil tertawa kecil.
“ wah….boleh dong kak…dengan senang hati”
“sebenarnya de…..”
“ iye….kenapai kak?” ucapku dengan wajah yang penasaran
“ sebenarnya de’, saya mau menikah bulan depan, jadi saya mau belajar memasak”
Mendengar pernyataan kak Tenri, saya bukannnya kaget malah terkesima dan senang plus tersanjung. Terkesima dengan keberanian kak Tenri yang sudah memutuskan menikah diusianya yang masih muda, menurutku. Dan senang….akhirnya ada seorang akhwat lagi yang mau menikah yang artinya akan menambah keluarga- keluarga Islam yang akan berjuang menegakkan syariah dimuka bumi ini dan akan melahirkan calon pejuang- pejuang Islam. Saya juga tersanjung, tumben….ada akhwat yang mau berguru sama saya, padahal saya lebih muda darinya, but…..mungkin karena saya memiliki ilmu dibidang tata boga, jadi tidak mengherankanlah bila saat ini banyak yang ingin menjadikan saya sebagai juru dan guru masak. He..he..he… syukurlah…..
Hobi masak mendatangkan rezeki, yah….begitulah cara Allah menolong hamba- hambanya. Tatkala saya membutuhkan sesuatu, insya Allah pasti dikabulkan. Karena saya yakin bahwasanya Allah tidaklah memberikan apa yang kita inginkan melainkan apa yang sebenarnya kita butuhkan.
Semester ini hampir dua bulan sudah saya berjualan kue pancake gulung aneka rasa di kampus. Menjajakannya pada teman- teman sekelas maupun teman- teman satu pengajian, entah saat penambahan tsaqofah, halaqoh maupun JM( jalasamanah )/ duduk bersama dalam rangka diskusi masalah universal, masalah umat hari ini.
YUK KITA BACA SIRAH NABAWIYAH^_^
Executive Summary Of Sirah Nabawiyyah
“Sisi Politis Perjuangan Rasulullah SAW”.
Karya : Prof. Dr.Muh. Rawwas Qol’ ahji
Bab ( I )Pertama, membicarakan tentang upaya menyiapkan kondisi yang mendukung tegaknya sebuah institusi yakni Negara Islam ( Khilafah Islamiyyah ) dibawah kepemimpinan Rasulullah Sallallahu alaihi’ wasallam, yaitu dengan menyiapkan kondisi dunia dalam keadaan sangat membutuhkan sebuah Negara yang mampu mensejahterahkan yakni Negara Islam. Dan dalam bab ini juga banyak mengkisahkan dan menceritakan mengenai pribadi Rasulullah sallallahu alaihi’ wasallam. Sejak beliau dilahirkan hingga dewasa.
Bab ( II )kedua, menceritakan tentang Rasulullah sallallhu alaihi’wasallam. Menerima kepemimpinan setelah sempurnanya persiapan untuk itu, memulai aktivitas mengumpulkan kekuatan untuk mendirikan Negara Islam dan usaha- usaha kelompok penentang dengan memblokade perluasan pengaruh Negara Islam yang dipimpin langsung oleh Rasulullah sallallahu alaihi’wasallam.
Bab ( III )Ketiga, mengisahkan dan membahas tentang Rasullullah Sallallhu alaihi’wasallam, mencari tempat ( tempat yang strategis)untuk mendirikan Negara Islam guna memelihara akidah ilahiyah ( idiologi Islam ) dan menegakkan hukum- hukum yang disyariatkan oleh Allah. Dan sejauh mana keberhasilannya dalam menyukseskan suksesi kepemimpinan, serta dalam pembangunan elemen- elemen Negara Islam yang efesien ditempat yang baru itu ( Madinah al Munawarrah)
Bab ( IV )keempat, membahas tentang proklamasi berdirinya Daulah Islam secara politik dan resmi di Madinah Al- Munawarrah, setelah adanya persiapan yang sangat matang untuk proklamasi tersebut.
Bab ( V )Kelima, membahas tentang mulainya terjadi pergolakan dan berbagai genjatan senjata antara Negara Islam dibawah kepemimpinan Rasullullah dengan para musuh- musuhnya, dan penyusunan berbagai macam program perpolitikan yang diatur secara cermat dan penuh ketelitian yang diatur langsung oleh Rasulullah sallallahu alaihi’ wassallam, untuk membersihkan musuh- musuhnya kelompok demi kelompok. Pemebersihan itu dimulai dari komunitas/ kelompok Yahudi, lalu kemudian para komunitas musyrikin, dan terakhiir dari kominitas perpolitakan lainnya yang memusuhi dan secara langsung maupun tidak langsung memerangi Negara Islam kala itu.
Bab ( VI )Keenam, mengisahkan tentang proklamasi kekuasaan Negara Islam atas semua wilayah yang ada di semenanjung Jazirah Arab, dan peralihan orang- orang dibawah kekuasaannnya untuk dijaga kemuliaannya dan keamanannya, hal ini tentunya sangat memperhatikan segala bentuk urusan dan kebutuhan ummat kala itu, perhatian Negara Islam meliputi masalah administrasi dan pendidikan dan lain sebagainya.
Bab ( VII )Ketujuh, mengabarkan tentang sakit dan wafatnya Rasulullah sallalhu alaihi wasallam. Serta pelantikan khalifah yang akan menjalankan urusan- urusan kaum muslimin yaitu Abu Bakar as- shiddiq sebagai khalifah yang dibaiat ( dipilih )setelah wafatnya Rasulullah sallallahu alaihi’ wasallam. Yang kemudian akan menjalankan wasiat serta apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah selama masa kepemimpinan beliau.
PACARAN MENURUT ISLAM
BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM ?
Bagaimana pandangan Ibnu Qoyyim tentang hal ini ? Kata Ibnu Qoyyim, ” Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah, cinta diantara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kenikmatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya. “
” Bohong !” Itulah pandangan mereka guna membela hawa nafsunya yang dimurkai Allah, yakni berpacaran. Karena mereka telah tersosialisasi dengan keadaan seperti ini, seolah-olah mengharuskan adanya pacaran dengan bercintaan secara haram. Bahkan lebih dari itu mereka berani mengikrarkan, bahwa cinta yang dilahirkan bersama dengan sang pacar adalah cinta suci dan bukan cinta birahi. Hal ini didengung-dengungkan, dipublikasikan dalam segala bentuk media, entah cetak maupun elektronika. Entah yang legal maupun ilegal. Padahal yang diistilahkan kesucian dalam islam adalah bukanlah semata-mata kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja. Lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan dan sekujur anggota tubuh, bahkan kesucian hati wajib dijaga. Zinanya mata adalah berpandangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, zinanya hati adalah� membayangkan dan menghayal, zinannya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan muhrim. Dan pacaran adalah refleksi hubungan intim, dan merupakan ring empuk untuk memberi kesempatan terjadinya segala macam zina ini.
Rasulullah bersabda,
” Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya.”
Jika kita sejenak mau introspeksi diri dan mengkaji hadist ini dengan kepala dingin maka dapat dipastikan bahwa segala macam bentuk zina terjadi karena motivasi yang tinggi dari rasa tak pernah puas sebagai watak khas makhluk yang bernama manusia. Dan kapan saja, diman saja, perasaan tak pernah puas itu selalu memegang peranan. Seperti halnya dalam berpacaran ini. Pacaran adalah sebuah proses ketidakpuasan yang terus berlanjut untuk sebuah pembuktian cinta. Kita lihat secara umum tahapan dalam pacaran.
1. Perjumpaan pertama, yaitu perjumpan keduanya yang belum saling kenal. Kemudian berkenalan baik melalui perantara teman atau inisiatif sendiri. hasrat ingin berkenalan ini begitu menggebu karena dirasakan ada sifat2 yang menjadi sebab keduanya merasakan getaran yang lain dalam dada. Hubungan pun berlanjut, penilaian terhadap sang kenalan terasa begitu manis, pertama ia nilai dengan daya tarik fisik dan penampilannya, mata sebagai juri. Senyum pun mengiringi, kemudian tertegun akhirnya , akhirnya jantung berdebar, dan hati rindu menggelora. Pertanyaan yang timbul kemudaian adalah kata-kata pujian, kemudian ia tuliskan dalam buku diary, “Akankah ia mencintaiku.” Bila bertemu ia akan pandang berlama-lama, ia akan puaskan rasa rindu dalam dadanya.
2. Pengungkapan diri dan pertalian, disinilah tahap ucapan I Love You, “Aku mencintaimu”. Si Juliet akan sebagai penjual akan menawarkan cintanya dengan rasa malu, dan sang Romeo akan membelinya dengan, “I LOve You”. Jika Juliet diam dengan tersipu dan tertunduk malu, maka sang Romeo pun telah cukup mengerti dengan sikap itu. Kesepakatan pun dibuat, ada ijin sang romeo untuk datang kerumah, “Apel Mingguan atau Wakuncar “. Kapan pun sang Romeo pengin datang maka pintu pun terbuka dan di sinilah mereka akan menumpahkan perasaan masing-masing, persoalanmu menjadi persoalannya, sedihmu menjadi sedihnya, sukamu menjadi riangnya, hatimu menjadi hatinya, bahkan jiwamu menjadi hidupnya. Sepakat pengin terus bersama, berjanji sehidup semati, berjanji sampai rumah tangga. Asyik dan syahdu.
3. Pembuktian, inilah sebuah pengungkapan diri, rasa cinta yang menggelora pada sang kekasih seakan tak mampu untuk menolak ajakan sang kekasih. ” buktikan cintamu sayangku”. Hal ini menjadikan perasaan masing-masing saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan diantara keduanya. Bila sudah seperti ini ajakan ciuman bahkan bersenggama pun sulit untuk ditolak. Na’udzubillah
Begitulah akhirnya mereka berdua telah terjerumus dalam nafsu syahwat, tali-tali iblis telah mengikat. Mereka jadi terbiasa jalan berdua bergandengan tangan, canda gurau dengan cubit sayang, senyum tawa sambil bergelayutan, dan cium sayang melepas abang. Kunjungan kesatu, kedua, ketiga, keseratus, keseribu, dan yang tinggal sekarang adalah suasana usang, bosan, dan menjenuhkan percintaan . Segalanya telah diberikan sang juliet, Juliet pun menuntut sang Romeo bertanggung jawab ? Ternyata sang romeo pergi tanpa pesan walaupun datang dengan kesan. Sungguh malang nasib Juliet.
Wahai para Muslimah sadarlah akan lamunan kalian , bayang-bayang cinta yang suci, bukanlah dengan pacaran , cobalah pikirkan buat kamu muslimah yang masih bergelimang dengan pacaran atau kalian wahai pemuda yang suka gonta-ganti pacar. Cobalah jawab dengan hati jujur pertanyaan-pertanyaan berikut dan renungkan ! Kami tanya :
1. Apakah kamu dapat berlaku jujur tentang hal adegan yang pernah kamu kamu lakukan waktu pacaran dengan si A,B,C s/d Z kepada calon pasangan yang akan menjadi istri atau suami kamu yang sesungguhnya ? Kalau tidak kenapa kamu berani mengatakan, pacaran merupakan suatu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya ? Sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup kamu yang sesungguhnya kamu berdusta ? Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah?
2. Mengapa kamu pusing tujuh keliling untuk memutuskan seseorang menjadi pendamping hidupmu ? Apakah kamu takut mendapat pendamping yang setelah sekian kali pindah tangan ? ” Aku ingin calon pendamping yang baik-baik” Kamu katakan seperti ini tapi mengapa kamu begitu gemar pacaran, hingga melahirkan korban baru yang siap pindah tangan dengan kondisi ” Aku bukan calon pendamping yang baik” , bekas dari tanganmu, sungguh bekas tanganmu ?
3. Jika kamu disuruh memilih diantara dua calon pasangan hidup kamu antara yang satu pernah pacaran dan yang satu begitu teguh memegang syari’at agama, yang mana yang akan kamu pilih ? Tentu yang teguh dalam memegangi agama, ya Khan ? Tapi kenapa kamu berpacaran dengan yang lain sementara kamu menginginkan pendamping yang bersih ?
4. Bagaimana perasaan kamu jika mengetahui istri/ suami kamu sekarang punya nostalgia berpacaran yang sampai terjadi tidak suci lagi ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tetapi mengapa sekarang kamu melakukan itu kepada orang yang itu akan menjadi pendamping hidup orang lain ?
5. Kalaupun istri/suami kamu sekarang mau membuka mulut tentang nostalgia berpacaran sebelum menikah dengan kamu. Apakah kamu percaya jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan ? Kalau tidak kenapa ketika pacaran bersentuhan tangan dan berciuman kamu bilang sebagai bumbu penyedap ?
6. Jika kamu nantinya sudah punya anak apakah rela punya anak yang telah ternoda ? Kalau tidak kenapa kamu tega menyeret Ortu kamu ke dalam neraka Api Allah ? Kamu tuntut mereka di hadapan Allah karena tidak melarang kamu berpacaran dan tidak menganjurkan kamu untuk segera menikah.
Karena itu wahai muslimah dan kalian para pemuda kembalilah ke fitrah semula. Fitrah yang telah menjadi sunattullah, tidak satupun yang lari daripadanya melainkan akan binasa dan hancur.
Inti dari pembahasan ini adalah “PACARAN ITU HARAM”
Sumber :
Ditulis oleh blog khilafahislamiyah pada Mei 17th, 2007
PACARAN MENURUT ISLAM
BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM ?
Bagaimana pandangan Ibnu Qoyyim tentang hal ini ? Kata Ibnu Qoyyim, ” Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah, cinta diantara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kenikmatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya. “
” Bohong !” Itulah pandangan mereka guna membela hawa nafsunya yang dimurkai Allah, yakni berpacaran. Karena mereka telah tersosialisasi dengan keadaan seperti ini, seolah-olah mengharuskan adanya pacaran dengan bercintaan secara haram. Bahkan lebih dari itu mereka berani mengikrarkan, bahwa cinta yang dilahirkan bersama dengan sang pacar adalah cinta suci dan bukan cinta birahi. Hal ini didengung-dengungkan, dipublikasikan dalam segala bentuk media, entah cetak maupun elektronika. Entah yang legal maupun ilegal. Padahal yang diistilahkan kesucian dalam islam adalah bukanlah semata-mata kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja. Lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan dan sekujur anggota tubuh, bahkan kesucian hati wajib dijaga. Zinanya mata adalah berpandangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, zinanya hati adalah� membayangkan dan menghayal, zinannya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan muhrim. Dan pacaran adalah refleksi hubungan intim, dan merupakan ring empuk untuk memberi kesempatan terjadinya segala macam zina ini.
Rasulullah bersabda,
” Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya.”
Jika kita sejenak mau introspeksi diri dan mengkaji hadist ini dengan kepala dingin maka dapat dipastikan bahwa segala macam bentuk zina terjadi karena motivasi yang tinggi dari rasa tak pernah puas sebagai watak khas makhluk yang bernama manusia. Dan kapan saja, diman saja, perasaan tak pernah puas itu selalu memegang peranan. Seperti halnya dalam berpacaran ini. Pacaran adalah sebuah proses ketidakpuasan yang terus berlanjut untuk sebuah pembuktian cinta. Kita lihat secara umum tahapan dalam pacaran.
1. Perjumpaan pertama, yaitu perjumpan keduanya yang belum saling kenal. Kemudian berkenalan baik melalui perantara teman atau inisiatif sendiri. hasrat ingin berkenalan ini begitu menggebu karena dirasakan ada sifat2 yang menjadi sebab keduanya merasakan getaran yang lain dalam dada. Hubungan pun berlanjut, penilaian terhadap sang kenalan terasa begitu manis, pertama ia nilai dengan daya tarik fisik dan penampilannya, mata sebagai juri. Senyum pun mengiringi, kemudian tertegun akhirnya , akhirnya jantung berdebar, dan hati rindu menggelora. Pertanyaan yang timbul kemudaian adalah kata-kata pujian, kemudian ia tuliskan dalam buku diary, “Akankah ia mencintaiku.” Bila bertemu ia akan pandang berlama-lama, ia akan puaskan rasa rindu dalam dadanya.
2. Pengungkapan diri dan pertalian, disinilah tahap ucapan I Love You, “Aku mencintaimu”. Si Juliet akan sebagai penjual akan menawarkan cintanya dengan rasa malu, dan sang Romeo akan membelinya dengan, “I LOve You”. Jika Juliet diam dengan tersipu dan tertunduk malu, maka sang Romeo pun telah cukup mengerti dengan sikap itu. Kesepakatan pun dibuat, ada ijin sang romeo untuk datang kerumah, “Apel Mingguan atau Wakuncar “. Kapan pun sang Romeo pengin datang maka pintu pun terbuka dan di sinilah mereka akan menumpahkan perasaan masing-masing, persoalanmu menjadi persoalannya, sedihmu menjadi sedihnya, sukamu menjadi riangnya, hatimu menjadi hatinya, bahkan jiwamu menjadi hidupnya. Sepakat pengin terus bersama, berjanji sehidup semati, berjanji sampai rumah tangga. Asyik dan syahdu.
3. Pembuktian, inilah sebuah pengungkapan diri, rasa cinta yang menggelora pada sang kekasih seakan tak mampu untuk menolak ajakan sang kekasih. ” buktikan cintamu sayangku”. Hal ini menjadikan perasaan masing-masing saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan diantara keduanya. Bila sudah seperti ini ajakan ciuman bahkan bersenggama pun sulit untuk ditolak. Na’udzubillah
Begitulah akhirnya mereka berdua telah terjerumus dalam nafsu syahwat, tali-tali iblis telah mengikat. Mereka jadi terbiasa jalan berdua bergandengan tangan, canda gurau dengan cubit sayang, senyum tawa sambil bergelayutan, dan cium sayang melepas abang. Kunjungan kesatu, kedua, ketiga, keseratus, keseribu, dan yang tinggal sekarang adalah suasana usang, bosan, dan menjenuhkan percintaan . Segalanya telah diberikan sang juliet, Juliet pun menuntut sang Romeo bertanggung jawab ? Ternyata sang romeo pergi tanpa pesan walaupun datang dengan kesan. Sungguh malang nasib Juliet.
Wahai para Muslimah sadarlah akan lamunan kalian , bayang-bayang cinta yang suci, bukanlah dengan pacaran , cobalah pikirkan buat kamu muslimah yang masih bergelimang dengan pacaran atau kalian wahai pemuda yang suka gonta-ganti pacar. Cobalah jawab dengan hati jujur pertanyaan-pertanyaan berikut dan renungkan ! Kami tanya :
1. Apakah kamu dapat berlaku jujur tentang hal adegan yang pernah kamu kamu lakukan waktu pacaran dengan si A,B,C s/d Z kepada calon pasangan yang akan menjadi istri atau suami kamu yang sesungguhnya ? Kalau tidak kenapa kamu berani mengatakan, pacaran merupakan suatu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya ? Sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup kamu yang sesungguhnya kamu berdusta ? Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah?
2. Mengapa kamu pusing tujuh keliling untuk memutuskan seseorang menjadi pendamping hidupmu ? Apakah kamu takut mendapat pendamping yang setelah sekian kali pindah tangan ? ” Aku ingin calon pendamping yang baik-baik” Kamu katakan seperti ini tapi mengapa kamu begitu gemar pacaran, hingga melahirkan korban baru yang siap pindah tangan dengan kondisi ” Aku bukan calon pendamping yang baik” , bekas dari tanganmu, sungguh bekas tanganmu ?
3. Jika kamu disuruh memilih diantara dua calon pasangan hidup kamu antara yang satu pernah pacaran dan yang satu begitu teguh memegang syari’at agama, yang mana yang akan kamu pilih ? Tentu yang teguh dalam memegangi agama, ya Khan ? Tapi kenapa kamu berpacaran dengan yang lain sementara kamu menginginkan pendamping yang bersih ?
4. Bagaimana perasaan kamu jika mengetahui istri/ suami kamu sekarang punya nostalgia berpacaran yang sampai terjadi tidak suci lagi ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tetapi mengapa sekarang kamu melakukan itu kepada orang yang itu akan menjadi pendamping hidup orang lain ?
5. Kalaupun istri/suami kamu sekarang mau membuka mulut tentang nostalgia berpacaran sebelum menikah dengan kamu. Apakah kamu percaya jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan ? Kalau tidak kenapa ketika pacaran bersentuhan tangan dan berciuman kamu bilang sebagai bumbu penyedap ?
6. Jika kamu nantinya sudah punya anak apakah rela punya anak yang telah ternoda ? Kalau tidak kenapa kamu tega menyeret Ortu kamu ke dalam neraka Api Allah ? Kamu tuntut mereka di hadapan Allah karena tidak melarang kamu berpacaran dan tidak menganjurkan kamu untuk segera menikah.
Karena itu wahai muslimah dan kalian para pemuda kembalilah ke fitrah semula. Fitrah yang telah menjadi sunattullah, tidak satupun yang lari daripadanya melainkan akan binasa dan hancur.
Inti dari pembahasan ini adalah “PACARAN ITU HARAM”
Sumber :
Ditulis oleh blog khilafahislamiyah pada Mei 17th, 2007
MENJADI ISTIMEWA
MENJADI ISTIMEWA!
Hidup adalah pilihan dan pilihan hidup kita hanya ada dua, menjadi orang yang istimewa ataukah memilih menjadi orang yang biasa- biasa saja. Apapun pilihan kita pastilah ada investasi, konsekuensi dan resikonya. memilih untuk menjadi pribadi yang istimewa dibutuhkan investasi, konsekuensi serta resiko yang lebih dibandingkan dengan pilihan hidup orang yag biasa saja. oleh karena itu, pribadi istimewa itu tidaklah banyak jumlahnya. ibarat pertandingan sepak bola, penonton/ fans pastilah jumlahnya banyak dari pada dengan pemain. yang sedikit memang belum tentu baik, tapi yang baik pastilah jumlahnya sedikit.
Seseorang yang istimewa memilih untuk melakukan tindakan- tindakan yang tidak umum dilakukan orang- orang yang biasa saja.
Orang istimewa memilih untuk menanggapi sesuatu dengan cara yang berbeda dengan orang biasa. orang istimewa menolak untk melakukan hal- hal yang biasa, mereka selalu memberikan yang terbaik pada setiap perbuatan yang dilakukannya.
Karena perbedaan pilihan inilah, maka berbeda pula hasil yang kan didapatkan. makanya orang istimewa selalu menerima lebih dari pada orang biasa......
Manusia istimewa adalah manusia yang menempatkan dirinya untuk menghamba dengan penuh totalitas kepada Allah Azza wa jalla, Sang Maha Pencipta.
Apakah anda sudah menjadi orang yang istimewa? Setidaknya ada dua alat yang menjadi tolak ukurnya. Pertama, dengan melihat apakah kita termasuk kelompok orang yang sedikit atau yang banyak/ kebanyakan. Jika kita mampu konsisten untuk sholat shubuh berjamaah di Masjid berarti kita adalah oaring yang istimewa karena orang yang sholat berjamaah di Masjid itu jumlahnya tidaklah banyak. Jika seorang wanita mampu menutup auratnya dengan sempurna yakni mengenakan jilbab serta kerudung tidaklah banyak jumlahnya. Kedua, menjadi istimewa membutuhkan pengorbanan yang luar biasa. Sahabat Rasulullah Sallallhu alaihi’ wasallam, Mus’ab bin Umair Ra, misalnya, mengorbankan hal- hal yang tak terkira untuk menjadi istimewa. Bahkan berkorban nyawa.
Keputusan ada ditangan kita, apakah mau menjadi orang yang istimewa ataukah
yang biasa- biasa saja?apabila kita memilih untuk menjadi istimewa maka konsekuensi yang lebih berat menanti kita, dan kita harus siap bergabung ke dalam kelompok yang sedikit jumlahnya serta harus siap di cap aneh/ orang asing oleh sebagian besar manusia biasa!
“ Dan kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?”( TQS.al- Balad, ayat 10-11 )
(FR_rakyat Bandung)
Pengendalian Cinta-ku
Cinta… siapa sih yang tidak pernah merasakan cinta selama ia mengaku dirinya sebagai manusia yang masih normal. Sebagai pengemban dakwah atau aktivis dakwah yang masih seumur benih jagung saya juga pernah merasakan yang namanya jatuh cinta… atau Falling in Love…. Sulit dipungkiri dan saya tidak bisa mengelakkaannya. Cinta terhadap lawan jenis memang beda rasanya ketika mencintai orang tua, saudara ataupun sahabat. Sulit rasanya melukiskan perasaan ini ketika kita terjebak dalam sebuah perasaan fitrawi yang namanya Cinta.
Old time…. Saya sama sekali tidak berniat untuk memilih orang yang dianggap special untuk dicintai sebelum waktunya tiba. Sedari kecil dan menginjak usia baligh saya pernah bersumpah pada diri saya agar tidak pacaran. Saya lupa alasan pastinya apa. Saya hanya tak ingin membuang- buang waktu dan tenaga saya untuk aktivitas yang tidak penting. Kalaupun saya nantinya menyukai seseorang maka saya tak seharusnya menyatakannya. Saya lebih suka memendam perasaan. Saya yakin ini hanya perasaan suka atau kagum yang cenderung manusiawi dan biasanya hanya bersifat sementara, jadi saya tak harus mengepresikannya dengan pacaran atau apalah seperti halnya yang dingandrungi anak muda dewasa ini. Yang mana kebanyakan dari mereka berpacaran terutama pada masa pubertas atau usia baligh, dari SMP hingga Mahasiswa. Tapi, kini dunia semakin parah saja yah…. Anak seusia SD pun sudah mengenal yang namanya pacaran. Mereka pun telah berani menyatakan perasaannya ketika menyukai lawan jenisnya. Seingat saya dimasa SD dulu istilah pacaran masih sangat asing terdengar, dan orang akan sangat malu jika menyukai sesama teman SDnya. Bukan hanya itu, anak- anak kini lebih banyak menghapal lagu-lagu cinta alias lagu orang dewasa dibandingkan dengan lagu anak- anak. Apatah lagi didukung dengan produktivitas music dewasa yang berkembang pesat sedangkan lagu anak- anak semakin terkikis dan nyaris lenyap.
Selepas SD, SMP, SMA…. Saya terus membentengi diri saya dengan ilmu agar tidak terjerat pada aktivitas yang tak bermanfaat, seperti halnya dengan pacaran. Entah mengapa saya sangat membenci aktivitas yang digandrungi oleh kebanyakan generasi saat ini, yang seakan- akan hidupnya hambar tanpa aktivitas tersebut. Godaan begitu banyak, tapi hati cukup konsisten memegang komitmen yang telah saya ikrarkan beberapa tahun silam. Godaan cinta selalu saja datang menghampiri, tapi hati tetap saja menolak. Duduk dibangku SMA adalah ujian terberatnya. Mata yang senantiasa memandang, mulut yang merayu- rayu, SMS Cinta dan bentuk eksperi cinta telah datang mewarnai hari- hari saya selama masa putih abu- abu. Saya hanya bersikap santai mengahadapinya, saya merasa ini adalah sesuatu yang wajar jika sesorang ada yang menyukai kita, terutama ketika hanya mengukur perasaan cintanya dengan penampakan fisik dari orang yang dicintainya. Saya tidak pernah merasa sombong dengan apa yang saya miliki. Kecantikan? Kecantikan adalah sesuatu yang relative…. Cerdas? Entahlah, semua orang bisa…. Sifat? Saya masih jauh dari kesempurnaan sebagai muslimah. I remember…. Ketika ada yang menyatakan cinta kepada saya, maka saya akan berkata “ Why?”…. yah kenapa? Kenapa anda menyukai saya? Apa karena wajah saya? Sifat saya? Atau ada alasan lainnya. Kebanyakan dari mereka berkata bahwasanya saya adalah wanita yang berbeda dari wanita pada umumnya, cantik sudah pasti. Rayuan gombal….. saya sungguh geli mendengarnya. Saya sudah berusaha menahan pandangan, membatasi diri dari pergaulan dengan lawan jenis. Tapi toh ada saja yang masih berani menyatakan cintanya saat itu. Tentu jawaban yang saya layangkan adalah tidak… saya pikir tidak ada jawaban selain tidak.
But, entah kenapa setelah saya memasuki bangku perkuliahan semester awal, saya melanggar komiten saya sendiri yang telah saya rawat selama bertahun- tahun dan akhirnya luluh pada teman saya sendiri. Teman yang kini berada jauh dipelupuk mata. Ia kuliah di Bandung dan saya di Makassar. Kami sangat jarang bertemu. Tapi dan kenapa? Dua kata yang yang sebenarnya bukan menjadi alasan saya untuk melanggar prinsip itu.
Saya tidak berpikir untuk memiliki pacar, tapi dalam rangka menjadikannya sebagai calon suami. Suatu waktu saya bermimpi tentangnya, entah kenapa ia bisa masuk dalam mimpi saya. Mimpi itu terus saja berputar- putar dikepala saya. Dan pada suatu waktu, lewat dunia maya, teman saya tersebut menyatakan perasaannya kepada saya. Jawaban yang saya berikan adalah…. Iya? What? Saya juga tak habis pikir, kenapa secepat itu saya memberikan jawaban, yang awalnya saya anggap sebagai pertanyaan candaan tapi toh saya luluh dan syaiton pun semakin menggoda saya, memudahkan saya untuk berkata “ Yah”.
Ada rasa sesal? Itu sudah pasti, apalagi ilmu saya tentang Islam semakin bertambah saat mengenyam pendidikan di kampus, basicnya pun sebenarnya saya telah mendapatkan sedikit pemahaman Islam sedari SMA dulu, dan salah satunya betapa Islam sangat melarang aktivitas yang namanya ‘Pacaran’. Tapi….yah ada banyak kata tapi… tapi toh saya terbukti melanggar aturan Allah SWT.
Semester dua…. Saya pun memutuskan untuk menghentikannya, hubungan saya dengan teman saya terbilang sangat cepat, hanya bertahan beberapa bulan. Dan saya sendirilah yang memutuskan tidak melanjutkannya, untuk tidak melanjutkan hubungan yang diharamkan Allah ini. Pacaran sungguh perbuatan yang sia- sia. Untunglah saya dan dia jarang bertemu, kami dibatasi ruang dan waktu. Hubungan pun tak lebihnya hanya seperti pertemanan saja. Jadi sebenarnya kami tak pacaran…… karena saya memang tak pernah suka dengan yang namanya pacaran dan tak akan mengulanginya lagi. Cukup hanya sekali melakukan kesalahan ini. I am promise!!!
Alhamdulillah, saya dipertemukan dengan orang- orang yang senantiasa berjuang dijalan Allah, bersama dengan merekalah saya mengenal Islam jauh lebih dalam untuk setiap waktunya. Hari demi hari saya usahakan untuk mempertajam keilmuan saya, walaupun terkadang juga jatuh pada kelalaian dan kemalasan, tapi saya tidak membiarkan itu menjadi kebiasaan saya. Yakinlah semua berawal dari keterpaksaan…. Memang seharusnya memaksakan diri agar menjadi sebuah kebiasaan dan karakter diri.
Karena hidup adalah pilihan…. Akhirnya saya berjanji dengan sepenuh hati bahwasanya saya tidak akan menerima cinta yang tak halal dimata Allah SWT. Seperti halnya dengan pacaran, saya tidak akan memasukkannya dalam peta dan kamus hidup saya. Pacaran, kata ini harus saya benci dan harus saya buang sejauh yang saya bisa dari benak ini. Benci karena Allah dan cinta karena Allah… Insya Allah….. keep hamasah…keep istiqamah…. Aamiin Ya Rabb….
Saya hanya akan mencintai seseorang yang pantas untuk saya cintai. Yaitu….. suami saya kelak, suami yang mencintai saya karena Allah dan saya pun mencintainya kerena Allah, dan kami pun saling mencintai karena Allah dibawah naungan cinta yang halal dan suci yakni melalui jalur pernikahan yang sakral. Suami saya adalah seorang imam yang senantiasa membimbing saya menuju ridho- Nya. Suami saya adalah seorang lelaki yang penuh tanggung jawab, senantiasa menunjukkan cinta dan kasih sayangnya terhadap anak- anak kami kelak. Suami saya adalah seorang mujahid yang memperjuangkan Syariah dan Khilafah…. Aamiin Ya Rabb…. Saya akan menunggu hingga waktunya tiba…. Semua akan indah pada waktunya…. Saya ingin menerangkan kepada seluruh saudari seiman bahwa betapa indahnya hidup dibawah cinta Ilahi….. bersabarlah ukhtifillah, Man shabara zhafira….^_^
Langganan:
Postingan (Atom)




