Jumat, 27 Juli 2012

Dakwah, Ketika Anaa dicuekin

DAKWAH, KETIKA ANAA DICUEKIN… By: Arini Arief (Aerin_Nahl) Dakwah…. Kata ini sungguh berat diucapkan bagi mereka yang tak biasa mengucapkannya apatahlagi menggelutinya sebagai sebuah aktivitas rutin dalam kehidupan sehari- hari. Sungguh terasa amat banyak cobaan serta ujiannya. Dakwah…. Dulu kata ini masih asing ditelingaku, apalagi untuk mengucapkannya. Sangat jarang! Mungkin saya hanya mengucapkannya takkala tengah menbaca buku atau mendengarnya melalui TV atau media elektronik semacam Radio. Namun kini….. Dakwah menjadi bagian dari hidup saya. Saya pun tak pernah berpikir sebelumnya untuk menjadi seorang yang akan mengemban amanah berat ini, dakwah. Aktivitas dakwah baru saya ketahui dan kenal saat mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan. Saya memilih jalan ini karena saya berpikir jalan inilah yang memang harus ditempuh oleh seorang yang mengaku dirinya Muslim. Yah…. ternyata setiap muslim memiliki kewajiban untuk mengemban dakwah. Kewajiban ini saya ketahui semenjak saya aktif mengikuti kajian rutin tiap pekannya bersama sang Musrifah. Kata yang pada mulanya masih kaku untuk saya ucapkan apalagi untuk menjadi bagian dari hidup saya lambat laun menjadi biasa. Selalu bermula dari kebiasaan…. Memang berat, pasti sulit, ujian terus saja datang dan tak pernah henti. Itulah tantangan dalam mengemban risalah dakwah selama kaki masih berpijak di bumi ini. Jangan harap ada Istrahat. Karena Istrahat yang sebenarnya adalah di surga. Ketika kita memetik buah dari dakwah itu sendiri. Tunggulah saat itu tiba, sebuah kebahagiaan yang hakiki yang harus kita tebus mulai dari sekarang…. Berdakwah…. Membutuhkan perjuangan serta pengorbanan. Dakwah bukan sebuah pekerjaan yang pasang surut. Dakwah bukanlah rutinitas untuk meraih popularitas. Dakwah meminta kita untuk meluangkan waktu, mengerahkan seluruh tenaga, meneteskan keringat, mengeluarkan materi, meminta segalanya agar dakwah itu tetap ada dan terus berkobar seiring dengan semangat dari para pengembannya. Sungguh dakwah membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Setiap perjuangan dan pengorbanan itu semata- mata berharap meraih ridho Allah Azza Wa Jalla. Dua tahun belakangan ini, saya tengah berusaha untuk menjadi pengemban dakwah. But…ilmu saya masih terbilang sangat sedikit, sehingga ruang dakwah pun masih sempit. Sulit rasanya berdakwah tanpa ilmu. Untuk itu, aktivitas menuntut ilmu dan mengemban dakwah haruslah berjalan beriringan. Rasulullah bersabda “ sampaikanlah walau satu ayat”. Ketika kembali kuingat dan kurenungkan kata ini, maka cukuplah menjadi penyemangat bagiku, yang artinya peluang untuk berdakwah memang amatlah jelas sangat dianjurkan walaupun ilmu kita seperti secuil debu. Allah tidak pernah bermaksud untuk menyusahkan hamba- Nya. Karena yang dibutuhkan hanyalah sebuah keberanian untuk melakukannya. Manakala kita berkomitmen untuk memperjuangkan diin ini, maka tidak ada kata “Impossible” selama kita yakin akan janji Allah…its possible…try and try Ujian Pun Menghampiriku… Selamat datang… saya selalu ingin menyambut setiap ujian yang saya rasa datang bukan untuk melemahkan saya, melainkan Allah mengirimnya justru untuk menguatkan saya, dan Allah pun pastilah melihat seberapa besar keimanan saya terhadap- Nya… demikianlah ujian yang telah tertuliskan. “ semakin tinggi keimanan seseorang, maka akan tinggi pula ujian yang akan dihadapinya”. Begitu banyak motivasi dalam mengemban dakwah, dan begitu luas janji Allah kepada setiap orang yang setia dengan pilihan ini. Maka dari itu, ketika saya menangis setiap kali mengalami kesulitan dalam berdakwah, dan saya hanya berkeluh kesah dihadapan- Nya, bertanya apakah saya pantas ya Rabb? Jika Allah telah mengenalkan saya dengan dunia dakwah ini, berarti Allah telah memantaskan saya untuk ikut serta dalam perjuangan besar ini, yakni ikut andil dalam perjuangan mengembalikan kembali kehidupan Islam yang telah lama dirindukan, dalam bingkai syariah dan Khilafah Islamiyyah. Untuk mewujudkan cita- cita besar ini maka dibutuhkan orang- orang yang memiliki keyakinan kuat terhadap janji- Nya. Apakah saya bisa? Wallahu’alam bi ashawab…
Di kampus dan dilingkungan dimana saya tinggal, terus saja ada beraneka rupa cobaan serta godaannya. Mulai dari teman- teman perkuliahan. Ada yang terlampau hedonis namun ada juga yang sudah paham akan Islam. Tapi…. Yang mampu menerapakan Islam dalam kehidupan sehari- hari masih sangat jarang. Inilah kesulitan yang dialami sebagian besar aktivitas dakwah di kampus. Ketika saya mulai menyinggung permasalahan umat, maka sangat sedikit yang ingin mendengarkan pemaparan saya dengan saksama. Kadang juga ada yang antusias, tapi ketika saya ajak untuk ikut kajian yang lebih dalam atau sekedar ikut acara- acara yang bertemakan dunia Islam, bahkan tak ada satupun yang bisa hadir. Entah apa yang membuyarkan pemikiran mereka akan pentingnya menuntut ilmu, yang bukan hanya ilmu sains atau ilmu dunia, melainkan terhadap ilmu agama mereka sendiri. Saya tak bisa menyalahkan teman- teman saya 100%. Memang hidup adalah pilihan, dan ketika saya dicuekin saat mengajak mereka turut serta dalam acara- acara ke- Islaman ataupun kajian- kajian Islam, pastilah mereka juga sedang dihadapkan dengan dua atau beberapa pilihan sehingga ikut serta dalam kegiatan seperti ini kurang diminati karena dianggapnya menyita waktu dan tidak menyenangkan, atau dengan banyaknya alasan lain yang menurut saya bukan alasan melainkan sebuah kemalasan yang dialami oleh sebagian umat Islam saat ini. Sedih…. Itu sudah pasti. Ketika ada teman kita yang menolak apa yang kita sampaikan dan menghindar setiap kali menghampirinya. Baguslah jika ia hanya diam mendengarkan, tapi bagaimana rasanya ketika ide yang kita sampaikan ditolak? Kertas bulletin berisi sejumlah fakta dan Islam juga ditolak mentah- mentah. Sungguh memiriskan hati bak diiris sembilu. Padahal apa yang kita sampaikan adalah sebuah fakta dan Islam selalu punya solusi untuk menjawab setiap problematika umat saat ini, saya hanya ditugaskan untuk menyampaikan. Ini sebuah kesadaran. Saya merasa sangat sedih jika saudara sendiri masih ada yang menolak… ketakutan itu masih menyelimuti sebagian umat Islam di dunia ini. Ketakutan terhadap Islam itu sendiri, yang selalu dianggap mengadopsi pemikiran serta aturan yang mengekang umatnya. Ketakutan terhadap Islam yang selalu diidentikkan dengan kasus- kasus terorisme dan aliran- aliran sesat. Sungguh ironis!!! Selama sistem masih seperti ini, Negara Indonesia dan dunia masih mengadopsi sistem kufur semacam kapitalisme- sekularisme, maka kita tak bisa berharap untuk mengubah nasib generasi muda negeri ini menjadi lebih baik dan memiliki kesadaran yang tinggi. Hanyalah sebuah mimpi buruk bila mengharap ada perbaikan yang menyeluruh dari sebuah sistem yang busuk, yang sama sekali tak mampu melahirkan generasi cemerlang sebagaimana peradaban Keemasn Islam beberapa abad yang lalu yang terbukti mampu menciptakan kesejahteraan bagi seluruh alam berserta manusia. ONLY SYARIAH AND KHILAFAH ISLAMIYYAH! Allahu Akbarrr….

Life For Choise.....

Hidup Untuk Memilih
Didunia ini terlalu banyak pilihan. Manusia benar- benar akan disibukkan dengan berbagai macam pilihan dan aktivitas. Pilihan, adalah sesuatu yang harus direncanakan dan diputuskan dengan tepat. Tanpa pilihan maka hidup tak akan bermakna. Dengan pilihan kita dapat mengetahui siapa sebenarya kita, apa yang kita inginkan, dan apa tujuan hidup kita. Untuk itu, selalu ada pilihan dalam lika- liku kehidupan ini. Actually…Life is choice……. Dilapangan kita akan menyaksikan betapa banyak orang yang melakukan sesuatu yang berlainan dengan apa yang ia rencanakan. Ini merupakan cara yang salah dalam menyikapi sebuah pilihan. Hidup adalah pilihan…. Dengan pilihan kita menjadi lebih tahu, antara yang benar dan yang salah. Bila pilihan yang kita ambil menjadikan kita terpuruk maka pastilah pilihan itu adalah salah. Dan bila pilihan yang kita ambil menjadikan kita lebih baik dan bertambah baik maka tepatlah pilihan kita. Pilihan pada hakekatnya ada dua. Ya atau Tidak? Ya untuk kebaikan dan tidak untuk keburukan. Namun kita tengok saai ini. Apa yang terjadi atas diri manusia. Apakah manusia telah memilih sebuah pilihan yang tepat untuk dijadikan patokan dalam menjalani kehidupannya. Saat ini kita berproses dan terus berproses. Entah ketahap yang lebih tinggi derajatnya ataukah malah sebaliknya. Manusia pastilah menginginkan sesuatu yang baik terjadi dalam hidupnya. Tapi entah mengapa, manusia masih banyak yang tersesat. Apa sebenarnya yang salah? Mari kita lihat pilihan hidup kita. Adakah yang salah. Jika salah maka, ayo kita perbaiki. Mungkin saja pilihan kita salah, jika kita merasa terpuruk, tertekan, tersesat maka kemungkinan besar ada yang slah dalam setiap pilihan yang kita ambil. Yah….betapa berperannya sebuah pilihan itu. Jadi jangan pernah main- main dalam menentukan sebuah pilihan. Tapi dibutuhkan kesungguhan dan keyakinan. Setiap pilihan adalah resiko Yups….. setiap pilihan yang kita ambil untuk kita jalani pastilah ada resikonya. Jangan berani memilih jika tak sanggup menanggung resiko kemungkinan muncul dari setiap pilihan itu. Yang terpenting adalah, kita mempunyai akal yang masih sehat maka sewajibnyalah memilih dengan benar dan tepat. Pilihan yang terbaik adalah pilihan yang direstui oleh Allah subhanahu wa’ta ala. pilihlah sesuatu yang diridhoi-Nya, dan jangan takut salah apalagi tersesat, karena bila hati telah tertautkan dengan hukum- hukum- Nya maka tidak sepatutnyalah kita memendam keraguan terhadap- Nya,kehendak- Nya dan juga takdir yang ditetapkan- Nya. Man sara ala darbi washala….. siapa yang berjalan dijalan- Nya pasti akan sampai ketujuan. Yah….berjalanlah diatas kehendak- Nya. Jadikan setiap pilihan adalah tujuan perbaikan hidup kita, ada target dan jelas adanya. Pilihan hidup kita adalah pilihan yang sudah pasti berasal dari Sang Khalik. Pilihan hidup kita adalah pilihan yang berbalas surga. Begitulah Allah akan membalas pilihan hidup kita, yaitu senatiasa memilih untuk berjalan pada garis lurus yang telah ditetapkan- Nya.

My First Jilbab

MENUNTUT ILMU & PERJALANAN MENUJU JILBABku Kala itu kelas dua es- em- pe. Waktu itu pemerintah daerah Bulukumba mengeluarkan kebijakan berupa anjuran kepada seluruh umat Muslim yang mengenyam bangku pendidikan tingkat SD hingga perguruan tinggi untuk menutup aurat bagi umat Islam. Yah….. Pemerintah mewajibkan untuk menutup aurat, memakai busana muslim dan muslimah. Saat itu, saya merasa berat hati untuk melaksanakan perintah itu, tentunya akan membuat saya gerah selama di sekolah, karena baju yang tertutup itu. Belum lagi cuaca dan suhu udara di daerah tropis seperti ini, yang pastinya akan membuat kepanasan dan tubuh bercucuran keringat tatkala beraktivitas seharian. Saya pun memulai untuk menutup aurat pada saat duduk di bangku kelas dua SMP. Awalnya saya merasa tidak nyaman dan tidak terbiasa memakai rok panjang, kemeja berlengan panjang plus kerudung. Penampilan saya berubah 180 derajat. Yang awalnya senang memakai rok pendek, celana pendek, kaos oblong, lambat laun mulai tertutupi dengan busana muslimah. Terjadi perubahan yang drastis pada diri saya saat itu, dan saya sangat menyadari itu. Mungkinkah ini yang dinamakan dengan menjemput hidayah??? Yang pada mulanya adalah sebuah keterpaksaan? Apakah keikhlasan senantiasa didahului dengan sebuah keterpaksaan sehingga terjadilah sebuah ‘Habist” and “ needed” Pergolakan itu pun sirna. Semakin hari sikap dan sifat saya berubah. Salah satunya adalah sifat kelaki- lakian saya, ehm…. alias dijuluki si tomboy. Dulunya saya selalu ingin tampak perkasa di mata teman- teman saya, saya ingin tampak hebat, kuat dan pemberani. Karena saya memang merasa bahwa itulah sifat saya. Saya merasa berbeda dengan anak perempuan pada umumnya yang senang ketika diganggu oleh kaum adam. Setiap kali ada yang mendapatkan gangguan usil dari anak laki- laki di sekolah, maka saya pun akan ikut campur dalam rangka membereskan ulah kekanak- kanakan mereka. Kadang kuhadapi dengan tangan kosong kadang juga menggunakan senjata berupa sapu ijuk yang kutemui di pojok kelasku saat itu. Suatu waktu saya pernah dimasukkan ke ruang BP gara- gara bertengkar dengan salah satu teman di kelas. Pernah juga saya memecahkan kaca jendela ruang kelas dengan sapu ijuk secara tidak sengaja kerena kejengkelan saya terhadap salah satu teman. Dia memang musuh bebuyutan saya kala itu. Saya pun harus bertanggung jawab mengganti selembar kaca jendela yang pecah itu dengan mengeluarkan sejumlah uang. Saya telah lupa berapa nominal yang saya harus bayarkan.Namun, setelah kelas dua SMP, terjadi perubahan pada diri saya. Perlahan tapi pasti. Mungkin berkat menutup aurat walaupun belum sesempurna sebagaimana anjuran hukum syara’ yang termaktub dalam al- Quran dan as- Sunnah. Mungkin saja perubahan yang terjadi pada diri saya juga disebabkan karena saat itu usia saya sudah baligh. Saya telah menginjak usia remaja atau masa pubertas. Saya mulai merasa malu dan mulai menjaga imeg. saya mulai menyadari pentingnya belajar dengan sungguh- sungguh yang pada mulanya saya adalah tipe orang yang sangat malas untuk belajar dan membaca buku. But… pada saat kelas dua SMP, saya mulai rajin membaca buku, rajin mengunjungi perpustakaan, meminjam novel sepupu, hingga melahap semua buku pelajaran di sekolah. Saya bak kutu buku kala itu. Saya mulai malas keluar kelas, saya mulai jarang berinteraksi dengan teman- teman dan membicarakan hal- hal yang tidak penting alias bergosip. Selepas SMP saya pun melanjutkan pendidikan di salah satu SMA bergensi di Kota, dengan selembar ijazah SMP dengan hasil yang cukup memuaskan serta melakukan serentetan tes tertulis dan praktek ( membaca Al- Quran ) dan akhirnya saya pun lulus. Mulai membiasakan diri dengan lingkungan baru, wajar karena saya gadis desa yang perlu belajar banyak tentang lingkungan perkotaan dengan hiruk pikuknya. Dengan udaranya, airnya, lingkungannya dan juga orang- orangnya. Saya memulai mengakrabkan diri dengan kawan baru, namanya Milda, dia adalah teman sebangku saya. Disini saya tak akan bercerita banyak tentang dia. Entah dimana dia sekarang, saya mulai putus kontak semenjak lepas dari SMA. Sifat pendiam mulai melekat pada diri saya. Di bangku kelas 1 SMA saya menjadi sosok yang sangat tertutup. Jarang berkomentar bila guru tengah mengajar didalam kelas. Kurang berbicara dan kurang bergaul dan akhirnya berpengaruh terhadap nilai rapor saya saat itu. Bisa dibilang tidak memuaskan. Sedih, yah… itu sudah pasti, betapa tidak, waktu setahun mengenyam pendidikan di kota tidak mebuahkan hasil yang maksimal dan belum bisa membanggakan kedua orang tua. Bayangan menjadi juara kelas pun semakin pudar. Di SMA saya mulai mengenal adanya kajian-kajian Islam, saya pun bergabung dalam kelompok kajian Islam yang diadakan tiap pekannya. Sang murobbi tak perlu lagi menyuruh saya menutup aurat demgan susah payah karena saat itu kerudung saya sudah agak panjang dan pakaian saya sudah longgar, karena memang saya adalah tipikal wanita yang tidak suka menggunakan pakaian ketat, karena saya menganggap pakaian ketat membuat tidak nyaman,namun entahlah…… mayoritas wanita saat ini nampaknya senang sekali menggunakan pakaian yang ketat- ketat, plus transparan. Berangkat dari tarbiyah saya pun mulai banyak belajar, belajar tentang ilmu Allah yang sangat luas, dan rasanya tak kuasa otak ini untuk menyimpannya. Yah…. Ilmu agama memang amatlah luas, mencakup segala aspek kehidupan, mulai dari mata terbuka hingga terpejam kembali. Segala aktivitas ada aturan mainnya dalam Islam, sangat holistik, sempurna dan paripurna. Saya pun semakin bangga akan diin ini. Islam sangat memuliakan wanita dan menjaga kemuliaan wanita itu sendiri. Sungguh tak ada lagi agama yang sesempurna ini, tanpa cacat sedikit pun, andai kata manusia mau sadar, membuka mata hatinya tunduk dan patuh terhadap ajaran Islam, maka saya yakin neraka kelak pasti akan sepi penghuni. Namun…..dunia diluar sana nampak jauh dari ajaran Islam. Dan kebanyakan dari manusia terpesona bahkan mencintainya. Pikiran saya semakin terbuka seiring bertambahnya pengetahuan saya akan pentingnya menuntut ilmu, terutama ilmu agama yang hukumnya fardhu ‘ain. Tahapan hidup saya ketika saya mulai banyak memahami bahwasanya hidup hanya sementara dan saya harus punya tujuan hidup yang jelas, saya harus punya progress, way of life….dan cita- cita. Memori saya memang tidak cukup kuat, jadi saya membuat sebuah ‘mapping of life’! Saya tidak akan berhenti sampai disini, selepas SMA saya akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, saya ingin mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi…. Alhamdulillah…. Setelah tiga tahun menempuh pendidikan di SMA, Saya pun akhirnya lulus di salah satu perguruan tinggi terkemuka di belahan bumi Indonesia bagian timur, UNHAS. Dengan menjalani serentetan tes terlulis dan fisik/ kesehatan. Walaupun sebelumnya saya juga telah bebas tes di perguruan tinggi berlebel Islam, tapi saya melepaskannya dan lebih memilih UNHAS sebagai ladang ilmu saya yang baru. Pastinya lebih menantang…. But, dimana pun saya berada pasti selalu ada tantangan. Bukan hidup namanya bila tak ada tantangan serta ujiannya. Bukan kali pertama saya menginjakkan kaki di Universitas tersohor ini, sebelumnya saya telah pernah beberapakali mengunjungi kampus ini bersama saudara sepupu saya, bahkan saya pernah ikut dalam kuliah saat masih duduk di bangku kelas tiga SMA. Begitu banyak ujian yang saya jalani selama menyandang predikat MABA, salah satunya adalah kewajiban Mahasiswa untuk mengikuti pengkaderan yang diadakan oleh para senior di Fakultas. Kebetulan saya adalah mahasiswa Teknik. Tahulah fakultas ini dengan segala kultur leluhur yang masih diadopsinya. Pengkaderan yang harus dilalui dengan segala konsekuensinya. Namun saya tidak mengikutinya sampai akhir, saya sangat tidak ikhlas jiwa dan raga saya diperlakukan secara tidak manusiawi. Apakah hanya saya yang merasa demikian? Entahlah….. saya tidak suka ditampar, saya tidak suka mendengar kata- kata yang tidak seharusnya dilontarkan oleh mahasiswa yang mengaku dirinya sebagai orang- orang yang berpendidikan tinggi namun miris hati ini bila masih menemukan perlakuan yang tidak sewajarnya, dari saudara seaqidah pula, berkerudung pula. Astagfirtullah…. Setahun berlalu…. Begitu banyak kesibukan berbau duniawi didepan mata. Saya mulai jenuh, bosan dan mulai mencari sesuatu yang baru di kampus merah ini. Salah satunya adalah dengan banyak mengikuti berbagai acara yang menurut kacamata saya adalah sesuatu yang bermanfaat. Seperti halnya mengikuti seminar,dialog dan workshop. Ikut kajian Islam pun tak pernah luput dari perhatian saya, selalu merasa haus ilmu dan pemburu informasi penting, terutama mengenai dunia Islam. My First JILBAB? Disinilah saya mulai mengenal arti Jilbab yang sebenarnya. Yah… dengan mengikuti kajian Islam yang seringkali diadakan oleh salah satu harakah atau lembaga dakwah yang ada di kampus. Saya terus saja diajak oleh salah satu senior saya di Jurusan, untuk ikut kajian atau halaqoh setiap pekannya. Awalnya saya merasa biasa saja, tapi lama- kelamaan saya menemukan banyak pelajaran baru yang sama sekali belum pernah terbesik dalam benak saya. Sang Musyrifah terus saja menjelaskan makna Jilbab dan kerudung menurut Al- Quran dan As- Sunnah. Orang Indonesia pada umumnya menganggap bahwasanya Jilbab itu sama dengan kerudung, dan kerudung itu sendiri adalah Jilbab. Saya mulai berpikir, bahwa memang benar bahwa Jilbab dan kerudung adalah dua jenis benda yang berbeda, dari kata saja sudah berbeda begitu pula dengan maknanya sangat jelas. Saya pun membenarkan apa yang telah disampaikan oleh sang musyrifah. “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”( TQS. An- Nuur ayat 31 ) “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”( TQS. Al- Azhab ayat 59 ) Poin- poin yang saya dapatkan tentang Hijab Muslimah setelah beberapa kali mengikuti kajian bersama sang musyifah adalah sebagai berikut: 1. Menutupi seluruh tubuh, sebagaimana yang difirmankan Allah, “Hendaklah mereka itu mengeluarkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. (TQS. Al Ahzab : 59) 2. Maksud daripada berhijab adalah untuk menutup tubuh wanita dari pandangan laki-laki. Jadi, bukan yang tipis, yang pendek, yang ketat, tau berkelir serupa dengan kulit, mau- pun yang bercorak berlebihan, berwarna mencolok dan yang bersifat mengundang penglihatan laki-laki. 3. Harus yang longgar, sehingga tidak menampakkan tempat- tempat yang menarik pada anggota tubuh. 4. Tidak diberi wangi- wangian, hal ini telah diperingatkan oleh Rasulullah saw : “Sesungguhnya seorang wanita yang memakai wangi- wangian kemudian melewati kaum (laki-laki) bermaksud agar mereka mencium aromanya, maka ia telah melakukan perbuatan zina“. (HR. Tirmidzi) 5. Pakaian wanita tidak boleh menyerupai laki-laki, “Nabi saw melaknat laki-laki yang mengenakan pakaian wanita, dan seorang wanita yang mengenakan pakaian laki-laki“. (HR. Abu Dawud dan An Nasai). 6. Tidak menyerupai pakaian orang kafir, “Siapa yang meniru suatu kaum, maka ia berarti dari golongan mereka“. (HR. Ahmad) 7. Berpakaian tanpa bermaksud supaya dikenal, baik itu dengan mengenakan pakaian yang berharga mahal maupun yang murah, jika niatnya untuk dibanggakan karena harganya ataupun yang kumal jika bermaksud agar dikenal sebagai orang yang ta’at (riya’). “Siapa yang mengenakan pakaian tersohor (bermaksud supaya dikenal) di dunia, maka Allah akan memberinya pakaian hina di hari Kiamat, lalu dinyalakan api pada pakaian tersebut.” (HR Abu Dawud) 8. Kain yang tebal dan tidak tembus pandang serta irho’ ( menyentuh tanah/ hingga tumit ) 9. Lapang dan tidak sempit. Karena pakaian yang sempit dapat memperlihatkan bentuk tubuh seluruhnya atau sebagian. Lambat laun, saya mulai mengenakan busana muslimah yang sebenarnya, yang pada mulanya saya senang menggunakan baju potongan walaupun terlihat sudah menutup aurat dan sopan, namun tetap saja tidak sempurna dan tidak sesuai dengan hukum syara’. Jilbab adalah baju terusan yang menjulur keseluruh tubuh seperti trowongan dalam artian tidak terputus. Orang Indonesia pada khususnya, sering menganggap pakaian ini adalah baju gamis atau jubah. Mengenakan busana muslimah dengan sempurna rasanya sangat menyenangkan, sulit diungkapkan. Ada kebanggaan tersendiri bagi siapa saja yang telah memahami dan mengamalkannya. Merasa lebih terhormat dan terlindungi. Jilbab plus kerudung is my identity…. To be a true Muslimah…. Aamiin^^ Namun sayang….pada faktanya ada begitu banyak umat Islam, terkhusus untuk muslimah yang semakin jauh dengan nilai- nilai Islam, terutama dalam hal menutup auratnya. Indonesia dan dunia telah dilanda oleh fashion ala barat. Walaupun kini telah banyak wanita yang mulai menutup aurat, namun tidak benar dan hanya mengutamakan fashion bukan dari segi mengilmuinya terlebih dahulu. Sehingga menutup aurat itu sendiri sangat jauh dari nilai- nilai Islam, dimana kriteria menutup aurat dengan benar telah terlukiskan dalam al- Quran dan as- Sunnah, tapi sistem jahiliyah telah meracuni umat Islam. Berbagai macam cara dan upaya yang dilakukan oleh musuh- musuh Allah untuk menghancurkan agama ini, termasuk dalam hal berbusana atau dari segi fashion. Miris hati ini tatkala menyaksikan wanita- wanita muslimah yang mulai tak merasa malu memamerkan auratnya dan bentuk tubuhnya di ruang- ruang publik. Memang disekitar kita semakin banyak yang menutupi auratnya, akan tetapi tidak tepat, dan lagi- lagi pengaruh media dan modernisasi yang semakin menggila. Jadi tidak heran saat ini banyak kita temui wanita- wanita yang berbusana namun pada hakekatnya adalah telanjang, karena hanya sekedar membaluti tubuhnya dengan kain yang ketat lagi tipis. Saya sering merasa sedih, gelisah bahkan bosan dan tak tahu apa yang mesti saya perbuat ketika melihat saudara- saudara saya bertingkah plus bergaya bak orang kafir. Untunglah kalau ia masih mendirikan sholat, bagaimana jika ia sudah tak menutup auratnya dan tidak sholat pula? Sungguh memilukan… inilah buah sistem kufur yang menjunjung tinggi kebebasan berprilaku, berpendapat, berkepemilikan, beragama dan kebebasan- kebebasan konyol dan bertabrakan dengan fitrah manusia. Itulah efek Dari sistem kufur Demokrasi- Kapitalisme- Sekularisme serta isme- isme lainnya. Saya tidak akan hanya menyalahkan individu- individu yang ada dalam kungkungan sistem ini. Pasti tidak akan menyelesaikan masalah dan bukan solusi tuntas. Karena ini adalah kesalahan sistem, mabda/ idiologi yang mengakar di negeri ini dan dunia. Sistem inilah yang harus dimusnakan untuk membebaskan umat dari segala bentuk keterpurukan, dan termasuk didalamnya adalah kesalahan persepsi dalam memandang busana muslimah itu sendiri. Saya yakin dengan sepenuh jiwa… hanya ada satu sistem/ idiologi yang mampu membebaskan umat di muka bumi ini dari segala bentuk keterpurukan. Hanya ada satu sistem yang mampu menjamin kesejahteraan dunia ini. Hanya ada satu sistem yang di ridhoi Allah SWT. Yaitu dengan menerapkan Syariah Islam secara Kaaffah ( menyeluruh/sempurna) di bawah naungan Khilafah Islamiyah. Allahu Akbar!!!

Rabu, 18 April 2012

‘Tobatnya Si Pezina’
By: Aerin Nahl


Kuingin mencuci kakiku
Yang telah banyak melangkah pada dunia gemerlap
Kuingin mencuci tanganku
Yang telah banyak digenggam oleh lelaki hidung belang
Kuingin mencuci pikiranku
Yang telah banyak berpikiran mesum
Kuingin mencuci bersih mataku
Yang telah banyak melihat yang tak semestinya kulihat
Oh….. Tuhan….
Kuingin kembali pada- Mu….
Aku adalah pezina yang pantas dihukum
Izinkan aku mendekati- Mu
Sebelum tiba masaku…
Agar aku tak menjadi wanita pezina lagi
Menebarkan aroma parfum
Menyebarkan fitnah dan dosa
Sungguh aku malu…

Oh….. Tuhan
Aku adalah hamba yang hina dan berlumur dosa
Berharap ampunan- Mu
Terimalah Tobatku…

SENDU LANGIT SENJA


Langit senja…. Berwarna jingga mempesona bagi mata yang senantiasa memandangnya. Aku berjalan menelususri jalan yang cukup padat dengan beranekaragam kendaraan. Para pekerja kantoran, pegawai maupun buruh telah kembali dari kepenatan aktivitas seharian di tempat kerja menuju rumah yang nyaman, maybe…

Tak cukup jauh aku berjalan dari toko tempatku membeli sapu ijuk, tiba- tiba terdengar suara anak kecil yang sedang menangis piluh seakan sehabis diiris sembilu. Aku pun mulai mencari dimana asal suara itu, mataku mulai melirik kearah persimpangan jalan, kudapati seorang anak kecil, kira- kira usianya 6 atau 7 tahun. “de…. Kenapa ki de”. Tanyaku pada anak kecil itu. Namun dia tetap saja menangis tanpa menjawab sepatah kata pun. Ia merontah seperti sedang kesakitan, tubuh kurusnya ia baringkan diatas lantai semen yang jaraknya sekitar lima meter dari badan jalan arteri.

Anak kecil itu terus saja menangis sambil memegang kakinya, aku melihat ada segelas teh didepannya. Hatiku mulai piluh, siapa kiranya yang sengaja membiarkan anak kecil menangis seorang diri ditepi jalan, waktu maghrib pula. Mungkin suara anak laki- laki ini terhalau dengan suara kendaraan sehingga tak seorang pun yang melihat dan mendengarkannya. Apakah hanya aku yang menyadarinya? Ataukah orang yang lalu lalang tidak menyadarinya, atau pura- pura tidak melihat dan mendengarkannya???

Yah…. Hari memang semakin gelap, umat Muslim tengah menjalankan rutinitasnya untuk melaksanakan sholat Maghrib di Masjid ataupun di rumah masing- masing, aku pun harus segera pulang guna melaksanakan kewajibanku sebagai seorang Muslimah. Jalan pun semakin macet, lampu- lampu ruko, warung dan toko mulai menyala.
Hari menjelang malam. Bintang- bintang mulai nampak, burung- burung bheterbangan meninggalkan senja. Aku sangat terburu- buru untuk segera kembali ke- kosan. Biasanya kau gelisah saat pulang di waktu petang. Tapi…. Anak itu sungguh menghalau langkahku. Tak tega diriku meninggalkannya seorang diri. Mataku melirik kepenjuru arah sekitarku. Tak ada seorang pun yang menampakkan batang hidungya, guna menjelaskan mengapa gerangan anak kecil ini bisa menangis sememilukan ini. Aku sungguh tak tega meninggalkannya, “sebelum ada orang yang bertanggung jawab atas nasib anak ini, aku tak akan pergi meninggalkannya!”. Ucapku dalam hati.

Kantong ditanganku mulai kulirik, sepertinya tadi ada beberapa bungkus nasi pemberian kak Salma dikantin kampus sebelum aku ke toko depan kampus guna membeli sapu. Ku raih sebungkus nasi goreng dan kuberikan pada anak kecil itu. Dia tetap saja menangis, tak menggubris makanan pemberianku, seakan- akan makanan tak berarti lagi untukkya, ia tengah larut dalam tangis pilunya. Anak yang sangat malang, hatiku makin perih melihatnya. Tiba- tiba dari arah kananku, muncul seorang anak perempuan beserta wanita separuh baya dengan sarung yang dililit diatas kepalanya. Wanita paruh baya itu mulai menghampiri anak kecil yang berada tepat didepanku. Dan ia pun menceritakan kronologis singkat , mengapa anak laki- laki malang ini menangis disini, katanya… dia menangis karena ulah teman bermainnya tadi sore. Biasa tingkah laku anak kecil, suka bertengkar dan sebentar pasti baikan lagi. Namun bagiku anak kecil ini tetaplah seorang anak yang butuh perhatian dan kasih sayang, bukan malah ditinggalkan begitu saja, seorang diri dalam kondisi seperti ini.

Aku pun telah mengira sebelumnya, anak ini pastinya anak jalanan, dengan bajunya yang lusuh serta kondisi badannya yang sangat kotor seakan- akan sudah beberapa hari tidak mandi, tanpa alas kaki pula. Oh…. Sungguh memprihatinkan.

Aku mulai bertanya- tanya dalam hati, siapa gerangan ibu dari anak malang ini? Mengapa ia tega membiarkan anaknya keluyuran hingga petang. Akankah tugas seorang ibu hanya melahirkan saja, membesarkan, mendidik biarlah alam yang melakukannya? Sedari dulu aku ingin mempertanyakan ini. Batinku memang tak tenang melihat anak- anak keluyuran di jalan, hidup mereka terbiasa di jalan, mengemis, meminta belas kasih pada siapa saja yang dihampirinya. Pernah, beberapakali ada- ada saja anak kecil yang merengek padaku, meminta uang untuk makan. Kadang kuberi kadang juga tidak samasekali, tergantung sikonnya. Tak bisa kuhitung lagi sudah berapa banyak kutemui anak bernasib sama dengan anak yang kutemui hari ini.

Aku pun mulai kembali melanjutkan perjalananku menuju ke kos’an, sembari tersenyum kepada ibu paruh baya itu. Kelihatanya ia akan berusaha membujuk anak kecil itu dan mengajaknya untuk kembali ke rumahnya. Aku mulai berpikir. Apakah anak itu adalah anaknya? Ah…entahlah… tentunya seorang ibu tak akan tega membiarkan anaknya menangis sepiluh itu, di tepi jalan pula. Di waktu petang pula. Sungguh terlalu, bila ada seorang ibu yang membiarkan anaknya dalam kondisi seperti anak yang kutemui hari ini. Sungguh memilukan!!

Rabu, 29 Februari 2012

AYAT- AYAT CINTA

Ayat Al- Quran yang berkaitan dengan Jurusan Arsitektur, Program Studi Pengembangan wilayah Dan Kota.
A. Surat Ar Rum [30] ayat 41-42 tentang Larangan Membuat Kerusakan di Muka Bumi
Artinya : “Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah : Adakanlah perjalanandimuka bumi dan perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (TQS Ar Rum : 41-42)

B. Surah Al A’raf [7] Ayat 56-58 tentang Peduli Lingkungan

Artinya : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahma Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu. Maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami)bagi orang-orang yang bersyukur.” (TQS Al A’raf : 56-58)
C. “Itu adalah sebahagian dan berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.” (TQS. Huud [11]:100)
D. “Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.” (TQS. Ar-Ruum [30]:9)
E. “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (TQS. Al-Ankabuut [29]:41)
F. “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia", kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (TQS. An-Nahl [16]:68-69)
G. (“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.”…). (TQS Al-Baqarah (2 ): ayat 30 ) Arti khalifah di sini adalah: “seseorang yang diberi kedudukan oleh Allah untuk mengelola suatu wilayah, ia berkewajiban untuk menciptakan suatu masyarakat yang hubungannya dengan Allah baik, kehidupan masyarakatnya harmonis, dan agama, akal dan budayanya terpelihara. “ Di samping itu, Surat Ar-Rahman, khususnya ayat 1-12, adalah ayat yang luar biasa indah untuk menggambarkan penciptaan alam semesta dan tugas manusia sebagai khalifah
H. “Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (TQS. at-Taubah [9]:109)
I. “Itu adalah sebahagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.” (TQS. Huud [11]:100)
J. “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (TQS. Huud [11]:6)


1. Terjemahan Ayat Al- Quran tentang Makhluk Ghaib/ alam Ghaib
 Hakiki
a. Ruh
 “Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf- shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.” (TQS. An- Naba’ ayat 38 )
 “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”
 Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. ( TQS. Al- Anbiyaa’ ayat 91 )
 “dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.” ( TQS. At- Tahrim ayat 12 )
b. Malaikat
 “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”(TQS. Al- Baqarah ayat 34)
 “Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.” ( TQS. Al- A’raaf ayat 11)
c. Syaitan
 “yang dila'nati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya). ( TQS. An- Nisaa’ ayat 188)
 “dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya[351], dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya." Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (TQS. An- Nisaa ayat 199 )
 “Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.”( TQS. Thaahaa ayat 177 )
 “Ya Rabbi, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan syetan-syetan, dan aku berlindung kepada-Mu, ya Rabbi, dari kedatangan mereka kepadaku”. (TQS. Al-Mukminun [23] : ayat 97 – 98)
d. Jin
 “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” ( TQS. Hijr ayat 27 )
 dan Dia menciptakan jin dari nyala api. ( TQS. Ar- Rahman ayat 15 )
e. Surga
 “ Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.” ( TQS. A’Rad ayat 35 )
 “(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?” ( TQS. Muhammad ayat 15 )
 “Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." ( TQS. Al- A’raaf ayat 20 )
f. Neraka
 “Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai” ( TQS. An- Naba’ ayat 21)
 “Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.” ( TQS. Al- Lahab ayat 3 )
g. Hari kiamat
 “Hari kiamat, Apakah hari kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat panas.” ( TQS. Al- Qaari’ah ayat 1- 11 )





a. Idhafi
a. Sejarah
 “Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."( TQS. Al- Israa’ ayat 4 )
 “Telah dikalahkan bangsa Romawi ( konstantinopel )” (TQS. Ar- Ruum ayat 2 )
 “Di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang.” ( TQS. Ar- Ruum ayat 3 )
 “Dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,” ( TQS. Ar- Ruum ayat 4 )
 “Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan.” ( TQS. Al- Ma’idah ayat 14 )
b. Makhluk nyata
- Alam Jamadi ( benda Mati )
Matahari
 “Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” ( TQS. Al- Furqaan :61 )
 “Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?” (TQS. Nuh : 16 )
 “Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),” ( TQS. An- naba’ : 13 )
Bulan
 “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak[669]. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (TQS. Yunus : 5 )
 “ Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” ( TQS. Al- Furqoon : 61)
Bintang
 “ Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” ( TQS. Al- Furqoon : 61)
 Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. ( TQS. Al- an’aam :97 )
Kilat/ petir
 “Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.” ( Al- Baqarah ayat 19 )
 “Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. ( TQS. Al- Baqarah ayat 20 )
 “Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung.” ( TQS. Ar- Ra’d ayat 12 )
Gunung
 “ Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut[1103]? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.” ( TQS. An- Naml : 61 )
 “ Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.” ( TQS. Lukman : 10)
Hujan
 “ Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” ( TQS. Al- Araf : 57)
Sungai
 “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.”( TQS. Al- Baqarah : 74)
Awan
 “Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (TQS. An- Nuur : 43)

- Alam Hayat ( Benda Hidup )
Nabati
 “Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.” ( TQS. Al- Baqarah ayat 61 )
 “Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” ( TQS. Al- An’aam ayat 99)
 “Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering." Hai orang-orang yang terkemuka: "Terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat mena'birkan mimpi." ( TQS. Yusuf ayat 43 )
 “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” ( TQS. AL- Baqarah ayat 261 )
 “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. kami hidupkan bumi itu dan kami keluarkan dari padanya biji-bijian, Maka daripadanya mereka makan.”( TQS. Yasin ayat 33 )
 “Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” (TQS. Al-Fathir ayat 27 )

 “Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, Maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi Kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, Kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (TQS. Az-Zumar ayat 21)

Hewani
1) Serangga
 “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia", ( TQS. An- Nahl ayat 68 )
2) Sarang Laba- laba
 “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui” ( TQS. Al- Ankabuut ayat 41 )
3) Semut
 “ Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"; ( TQS. An- Naml ayat 18 )
4) Lalat
 “ Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. ( TQS. Al- Hajj ayat 73 )
5) Nyamuk
 “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,” ( Al- Baqarah ayat 26 )
6) Belalang
 “Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. ( TQS. Al- A’raaf ayat 133 )
7) Kutu
 “Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. ( TQS. Al- A’raaf ayat 133 )

8) Burung
 “Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa"[53]. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” ( TQS. Al- Baqarah ayat 57 )
9) Unta
 “Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih." ( TQS. Al- A’ Raaf ayat 73).
 “Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).” ( TQS. An- Nahl ayat 80 )
10) Ular
 “Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.” ( TQS. Al- A’Raaf ayat 107 )

-Insani/ manusia

 “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” ( TQS. Al- Fath’ ayat 29 )
 “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (TQS. Al- Mu’minuun ayat 14 )
 “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran." Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” ( TQS. Al- baqarah ayat 222)
 “Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” ( TQS. Al- Maa’idah ayat 45 )
“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.( TQS. Al- Maa’idah ayat 38 )


 H- Hubungan pernikahan.

 “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf[115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” ( TQS. Al- Baqarah ayat 187 )
 “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (TQS. Ar-Ruum ayat 21)
 “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN
MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) dan Maha Mengetahui.”(TQS. An Nuur ayat 32)
 “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah” (Adz Dzariyaat ayat 49)
 “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra ayat 32)
 “Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya” (Al-A’raf ayat 189)
 “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An-Nur ayat 26)
 “Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan” ( An Nisaa ayat 4)
 Warisan
 “Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.” ( TQS. An- Nisaa’ ayat 12 )


( Wallahu a’lamu bish shawaab…)

Minggu, 04 Desember 2011

Goresan Hidup

Now…My Life….
Udara segar di hari yang cerah, beberapa hari ini langit terlihat bersih. Awan memutih dan langit pun membiru, mengibur lara jadi bahagia. Mengubah duka jadi senyuman, mengubah pilu jadi semangat, mengubah sedih jadi senyuman.
Ah….. aku mulai bosan dengan tugas kuliah akhir- akhir ini. Semakin banyak dan semakin menumpuk saja. Aku membutuhkan tenaga ekstra, fisik yang harus tetap prima dengan semangat membara. Mungkinkah aku bisa menjaga semua itu? Ughh……akhir semester yang melelahkan…
“Sabar Rin…….seminggu lagi….”. hiburku dalam hati.
Siang ini matahari semakin terik saja, siap menggosongkan kulit yang tak tertutupi dengan kain. Yah….kasihan saja bagi wanita yang berkulit putih, bening atau apalah… bila terkena sinar matahari yang tentunya mengandung UVA dan UVB yang bisa saja menggelapkan dan menjadi sebab percepatan proses pengkeriputan ( penuaan dini ) dan tentunya dapat menyebabkan kanker kulit. Satu kata for your guys…. WASPADALAH!!!
Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas lebih lanjut tentang penuaan dini atau apapun namanya. Disini saya akan menceritakan aktivitas harian saya….motivasi saya…kelemahan saya dan bisa dikatakan analisis SWOT, SWOT stands for Strengths, Weaknesses, Opportunities and
Threats.…, but….. saya hanya ingin bercerita tentang kekuatan, peluang dan hambatan…he..he…
Peluang….. masih ada waktu, success? Why not ? walaupun hanya menjual kue...
Di subuh yang masih buta, belum ada cahaya mentari sedikit pun. Udara masih dingin, namun suhu didalam kamar mungilku tetap hangat. Sepertinya cocok untuk menyimpan adonan kue yang akan difermentasikan. Yah….yah… I know… I have idea….
Si Arin penjual kue….atau si rajin, hiperaktif…..apapun sebutan untukku akan kuterima dengan lapang dada alias dengan senang hati. Terserah pada kalian yang mengatakan aku ini manusia jenis apa dan berprofesi sebagai apa, silahkan saja menilaiku dari luar. Yang jelasnya dapat kupastikan bahwa diriku seperti manusia pada umummnya. Masih punya organ tubuh yang lengkap, dan yang pastinya memiliki perasaan hati nurani, rajin bukan dalam rangka burenk/ sok pintar, tapi sudah menjadi resiko manakala kita memilih menjadi seorang mahasiswa idiologis, harus rajin, disiplin, amanah n bertanggung jawab…cie..cie…. but I am is different……
How To make Pancake Gulung Ala Arin???
Setiap pagi buta, Aku bangun membuat adonan kue pancake. Pukul 04.00, adonan kue pun mulai dicampur dan diaduk. Telur, gula pasir, tepung terigu, ragi, garam, air dan mentega cair yang turut menyertainya ( pelengkap terakhir ), diaduk menjadi satu hingga membentuk sebuah adonan yang lembut…ehm…yummy….. all right….and stay with me…
Kurang lebih 1 jam 30 menit, adonan yang telah didiamkan pada suhu ruangan sekitar 18 0 C, telah mengembang dengan sempurna, naik sekitar 3 cm dari tinggi adonan 1 jam yang lalu. Aroma ragi yang terfermentasikan tercium sudah….saatnya menuju tempat peraduan didapur umum milik Pondok Terapung.
Yah…. Mari menghadap kekompor panas, wajan alias teplon mulai panas. Arin mulai menuang adonan sekitar 2 sendok diatas teplon, kemudian membuatnya menjadi lebar ( metode membuat dadar ataupun crepes ) dengan lebar sekitar 10 cm. next…mengambil setiap lembaran adonan yang telah siap untuk digulung bersama parutan keju dan coklat pasta ( favorit teman2 dikelas, by request Asta, Mba Lela, Muti, Tanti, Veo, Eka, Nunu, Endang, etc….)
Satu persatu kue yang sudah digulung ditumpuk diatas wadah plastik berukuran 10x 25cm. its perffect……akhirnya satu pekerjaan telah selesai. Siap untuk dijual dan dijajakan di areal kampus, khususnya di Fakultas Teknik, Jurusan Arsitektur Prodi PWK. And than…Menunggu para pelanggan untuk membeli, mudah- mudahan laris, in the day and next day…aamiin
Demikianlah….untuk hari yang sibuk- sibuknya( start Monday and closing Friday), saya tetap menyempatkan diri dan waktu untuk membuat kue, dikala yang lainnya masih tertidur dengan lelapnya. Saya tengah bangun lebih awal mendahului ayam jantan milik tetangga sebut saja namanya si Amin. Kadang mata masih ingin terpejam, tapi saya harus memaksakan diri untuk bangkit dan harus membiasakan diri. Profesi sebagai the young entrepreneur telah saya geluti kurang lebih 1 semester belakangan ini. Dari semester IV hingga semester ini ( V ), berharap seterusnya? I think….
Apa yang menjadikan saya seperti ini….???
Umur yang semakin bertambah? Ingin mandiri? Latar belakang keluarga yang hidupnya pas- pasan? Ingin mencari sesuatu yang baru? Kebutuhan bertambah? Bosan dengan aktivitas kampus? Ingin sukses?
Maybe all right…..one agains….because I am different….
Pada faktanya… walaupun kita sama- sama memiliki tangan, memiliki kaki, rambut, kepala…namun perlu diingat, kita memiliki proses hidup yang berbeda serta cara berfikir yang berbeda pula. Manusia…ada yang lebih cepat mengalami proses pendewasaan dalam berfikir maupun bertindak, namun ada juga yang lambat dan cenderung mengulur- ngulur waktunya untuk melakukan perubahan…ada yang pasrah, ada yang PW( posisi wenaak ), ada yang malas karena tak ada gairah hidup, ada yang happy saja karena merasa hidupnya telah sempurna.
Namun….berbeda dengan saya maupun Anda. Kita punya cara yang berbeda- beda kan dalam menjalani hidup dan mengartikan hidup? Yah….but, jangan sampai semua itu membuat kita berbeda dalam melihat kebenaran dan menterjemahkan sebuah kebenaran. Belum tentu apa yang kita pandang baik adalah benar di hadapan sang Khalik. Hidup butuh proses yang tentunya tak pernah lepas dari aturan- aturan- Nya, kecuali anda yang melepaskannya ( Quran dan sunnahtullah ).
Untuk zaman ini, mungkin mahasiswa yang menggeluti dunia bisnis bisa dikatakan hitungan jari, yah…. Sangat sedikit. Mungkin sekitar 5-10 % dari 100% mahasiswa yang menempuh pendidikan di PT.
Life Is Choise…Mari kita ubah hambatan jadi peluang!!!
Merasa berat dengan proses perkuliahan, tidak akan meringankan bila waktu lebih banyak dihabiskan untuk mengeluh dan berdiam diri. Walaupun otak saya tidak begitu cerdas, raga yang tidak begitu kuat, namun setidaknya saya masih memiliki hati untuk menyatukan pendapat yang dihasilkan otak dan menterjemahkannya direlung hati yang paling dalam yang tentunya membuat saya lebih kuat…to be thinking and feeling….positif, of Course!!!
Mungkin teman- teman akan bertanya, bagaimana saya mengatur waktu? Bagaimana dengan tugas kuliah yang semakin menumpuk? Bagaimana dengan waktu istrahat? Bagaimana dengan organisasi? Bagaimana dengan aktivitas dakwah? Apakah semua berjalan dengan baik?
Yah…..tidak semua aktivitas saya berjalan dengan lancar. Ada yang tertunda, namun tetap saya usahakan untuk mengerjakan aktivitas yang ada dan telah direncanakam sebelumnya. Dakwah….inilah yang acap kali dilupakan oleh sesorang muslim. Tak luput juga denganku. Aku tidak bermaksud untuk melupakan aktivitas ini, namun lebih kepada kondisi yang tidak memungkinkan dan ada- ada saja orang yang tidak senang mendengarkan dakwah Islam, tak luput dengan orang Islam itu sendiri. Hasilnya saya serahkan kepada Sang Khalik Yang Membolak- balikkan hati manusia. Saya hanyalah manusia yang mengalami proses kehidupan….
Mengeluh Bukan Solusi!
Mengeluh…..siapa sih yang tidak pernah mengeluh? Pasti setiap insan pernah mengeluh. Sudah menjadi fitrah manusia untuk mengeluh. Mengeluh karena merasa berat dengan pekerjaan, banyaknya tugas, banyaknya tagihan ( listrik, air, SPP, biaya kos2an,etc) merasa banyaknya cobaan hidup dan banyak lagi faktor yang mnyebabkan orang terlalu banyak mengeluh. Namun,jangan sampai keluh kesah membuat kita lalai dan akhirnya terlalu banyak mengeluh dan sedikit berbuat. Inilah yang menjadi penghambat kesuksesan seseorang. Biasanya karena terfokus pada perasaan mengeluh dan akhirnya kurang percaya diri enggan untuk intropeksi diri.
Yah….terlalu banyak masalah yang tak kunjung usai. Mengapa? Karena tak ada solusi yang tepat. Saya ingin memberi satu contoh bagaimana menangani masalah. Misalkan, bagi mahasisiwa yang hidupnya pas- pasan atau dana yang disuplai oleh ortu terbatas cukup untuk mengisi perut, trasnportasi, serta pembayaran kuliah yang lain. Pasti acapkali memutar otak, agar supaya dana yang disuplai dari ortu tidak cepat habis. Kuncinya adalah berhemat. Makan ala kadarnya ( tanpa mengurangi nilai gizi ), jangan melakukan aktivitas yang sebenarnya tidak berguna(shopping ke mall nda jelas githu, karokean, nongkrong di cafĂ©, makan makanan sepat saji, junkfood atau apalah….)lebih sering berjalan kaki, bila jarak yang ditempuh memang masih bisa dengan bejalan kaki. Why not? Tidak ada kata gengsi untuk berbuat baik kan? Jalan kaki kan baik untuk kesehatan terutama untuk melancarkan peredaran darah dan pernapasan.
BACK TO QURAN….
Bila ada perasaan gengsi, maka saya tidak akan seperti saat ini. Saya tetap menjalani rutinitas saya. Kuliah, dakwah, berdagang, refreshing, etc…..Insyah Allah….setiap aktivitas yang kita kerjakan bila dilandasi dengan iman pasti akan berjalan dengan baik,walaupun banyak ujian serta cobaan yang menghadang. Bukankah Allah sudah menegaskan dalam al- Quran “ bahwasanya Allah tidak akan menguji manusia diluar dari batas kemampunannya”, Allah menguji sesorang hamba sesuai dengan kadar keimanannya, semakin ia beriman maka semakin tinggi pula ujian serta cobaan yang dialaminya. Dan Allah tidak akan mengubah nasib seseorang atau apa- apa yang ada pada diri seorang hamba, sebelum ia sendiri yang melakukan perubahan terhadap dirinya sendiri ( muhasabah diri yukkk… ). Wah….sepertinya terlalu banyak yang mesti kita pelajari dan begitu banyak hikmah yang bisa kita petik dari kitab suci Al- Quran. Begitu banyak motivasi hidup untuk beramal ma’aruf nahi mungkar, but sayangnnya…banyak yang notebenenya orang muslim namun hanya menjadikan Quran sebagai pajangan lemari, tertata diatas meja hingga berdebu dan usang.

Umat islam saat ini seperti buih dilautan….
Terombang ambing kehilangan arah….
Kehilanngan jati diri….
Memisahkan diri dari aturan- Nya
Menunggu ia hancur
Oh……jangan biarkan itu terjadi
Rapatkan barisan satukan tujuan….
Mari kita sonsong kembali peradaban emas
Khilafah Islamiyyah…
Allahu Akbar….!!!.( PuisiHati by Arin: Merindukan Khilafah)
Saya jadi teringat lagi dengan sebuah petikan kalimat yang pernah saya baca dari sebuah sumber bacaan dan mungkin sering kita dengar, “jika ingin menghancurkan umat Islam maka jauhkan mereka dengan kitabnya ( Quran )”, bahwasanya saat ini….yah….kita tidaklah diperangi secara fisik oleh musuh- musuh Allah ( yahudi dan sekutunya) namun lebih kepada perang pemikiran. Sadar atau tidak sadar, namun itulah yang sebenarnya terjadi dan seharusnya menjadi permasalahan bagi seluruh umat muslim yang mengaku dirinya sebagai umat Rasulullah dan sekaligus hamba Allah.
Bila kita telah mengetahui misi dari Yahudi dan sekutunya, seharusnya apa yang wajib kita lakukan? Buka mata dan hati…dan lihatlah…. Generasi muda kita tengah disibukkan dengan hal- hal duniawai. Konser, pertandingan olahraga, music, film, bioskop, kuliah asalan ( hanya menginginkan predikat, nilai atau gelar saja )…hingga mereka lalai dari mengingat Allah, sholat, sedekah, puasa mulai ditinggalkan…..akankah kita ingin seperti itu? Sebagai seorang Muslim sejati dengan secara tegas kita harus berani mengatakan “TIDAK” untuk segala bentuk kemaksiatan dan kedzaliman. Memang sulit…karena kita tidaklah berada dalam kondisi yang Islami. Sistem yang mengatur kita jauh dari kriteria Islam dan jauh dari apa- apa yang diperintahan Al- Quran yang sudah seharusnya menjadi pedoman hidup kita. Sekarang…. Serba kapitalis- sekularis. Gaya hidup bebas, freeseks….ekonomi kapiltalis, pendidikan kapitalis ( jadi barang komersialisasi) kesehatan, and many more…..

bersambung.............