‘Tobatnya Si Pezina’
By: Aerin Nahl
Kuingin mencuci kakiku
Yang telah banyak melangkah pada dunia gemerlap
Kuingin mencuci tanganku
Yang telah banyak digenggam oleh lelaki hidung belang
Kuingin mencuci pikiranku
Yang telah banyak berpikiran mesum
Kuingin mencuci bersih mataku
Yang telah banyak melihat yang tak semestinya kulihat
Oh….. Tuhan….
Kuingin kembali pada- Mu….
Aku adalah pezina yang pantas dihukum
Izinkan aku mendekati- Mu
Sebelum tiba masaku…
Agar aku tak menjadi wanita pezina lagi
Menebarkan aroma parfum
Menyebarkan fitnah dan dosa
Sungguh aku malu…
Oh….. Tuhan
Aku adalah hamba yang hina dan berlumur dosa
Berharap ampunan- Mu
Terimalah Tobatku…
Muslimah Pejuang Syariah & Khilafah, Because...... SYARIAH WA KHILAFAH IS OUR SOLUTION....for All Problem in our Life.....
Rabu, 18 April 2012
SENDU LANGIT SENJA

Langit senja…. Berwarna jingga mempesona bagi mata yang senantiasa memandangnya. Aku berjalan menelususri jalan yang cukup padat dengan beranekaragam kendaraan. Para pekerja kantoran, pegawai maupun buruh telah kembali dari kepenatan aktivitas seharian di tempat kerja menuju rumah yang nyaman, maybe…
Tak cukup jauh aku berjalan dari toko tempatku membeli sapu ijuk, tiba- tiba terdengar suara anak kecil yang sedang menangis piluh seakan sehabis diiris sembilu. Aku pun mulai mencari dimana asal suara itu, mataku mulai melirik kearah persimpangan jalan, kudapati seorang anak kecil, kira- kira usianya 6 atau 7 tahun. “de…. Kenapa ki de”. Tanyaku pada anak kecil itu. Namun dia tetap saja menangis tanpa menjawab sepatah kata pun. Ia merontah seperti sedang kesakitan, tubuh kurusnya ia baringkan diatas lantai semen yang jaraknya sekitar lima meter dari badan jalan arteri.
Anak kecil itu terus saja menangis sambil memegang kakinya, aku melihat ada segelas teh didepannya. Hatiku mulai piluh, siapa kiranya yang sengaja membiarkan anak kecil menangis seorang diri ditepi jalan, waktu maghrib pula. Mungkin suara anak laki- laki ini terhalau dengan suara kendaraan sehingga tak seorang pun yang melihat dan mendengarkannya. Apakah hanya aku yang menyadarinya? Ataukah orang yang lalu lalang tidak menyadarinya, atau pura- pura tidak melihat dan mendengarkannya???
Yah…. Hari memang semakin gelap, umat Muslim tengah menjalankan rutinitasnya untuk melaksanakan sholat Maghrib di Masjid ataupun di rumah masing- masing, aku pun harus segera pulang guna melaksanakan kewajibanku sebagai seorang Muslimah. Jalan pun semakin macet, lampu- lampu ruko, warung dan toko mulai menyala.
Hari menjelang malam. Bintang- bintang mulai nampak, burung- burung bheterbangan meninggalkan senja. Aku sangat terburu- buru untuk segera kembali ke- kosan. Biasanya kau gelisah saat pulang di waktu petang. Tapi…. Anak itu sungguh menghalau langkahku. Tak tega diriku meninggalkannya seorang diri. Mataku melirik kepenjuru arah sekitarku. Tak ada seorang pun yang menampakkan batang hidungya, guna menjelaskan mengapa gerangan anak kecil ini bisa menangis sememilukan ini. Aku sungguh tak tega meninggalkannya, “sebelum ada orang yang bertanggung jawab atas nasib anak ini, aku tak akan pergi meninggalkannya!”. Ucapku dalam hati.
Kantong ditanganku mulai kulirik, sepertinya tadi ada beberapa bungkus nasi pemberian kak Salma dikantin kampus sebelum aku ke toko depan kampus guna membeli sapu. Ku raih sebungkus nasi goreng dan kuberikan pada anak kecil itu. Dia tetap saja menangis, tak menggubris makanan pemberianku, seakan- akan makanan tak berarti lagi untukkya, ia tengah larut dalam tangis pilunya. Anak yang sangat malang, hatiku makin perih melihatnya. Tiba- tiba dari arah kananku, muncul seorang anak perempuan beserta wanita separuh baya dengan sarung yang dililit diatas kepalanya. Wanita paruh baya itu mulai menghampiri anak kecil yang berada tepat didepanku. Dan ia pun menceritakan kronologis singkat , mengapa anak laki- laki malang ini menangis disini, katanya… dia menangis karena ulah teman bermainnya tadi sore. Biasa tingkah laku anak kecil, suka bertengkar dan sebentar pasti baikan lagi. Namun bagiku anak kecil ini tetaplah seorang anak yang butuh perhatian dan kasih sayang, bukan malah ditinggalkan begitu saja, seorang diri dalam kondisi seperti ini.
Aku pun telah mengira sebelumnya, anak ini pastinya anak jalanan, dengan bajunya yang lusuh serta kondisi badannya yang sangat kotor seakan- akan sudah beberapa hari tidak mandi, tanpa alas kaki pula. Oh…. Sungguh memprihatinkan.
Aku mulai bertanya- tanya dalam hati, siapa gerangan ibu dari anak malang ini? Mengapa ia tega membiarkan anaknya keluyuran hingga petang. Akankah tugas seorang ibu hanya melahirkan saja, membesarkan, mendidik biarlah alam yang melakukannya? Sedari dulu aku ingin mempertanyakan ini. Batinku memang tak tenang melihat anak- anak keluyuran di jalan, hidup mereka terbiasa di jalan, mengemis, meminta belas kasih pada siapa saja yang dihampirinya. Pernah, beberapakali ada- ada saja anak kecil yang merengek padaku, meminta uang untuk makan. Kadang kuberi kadang juga tidak samasekali, tergantung sikonnya. Tak bisa kuhitung lagi sudah berapa banyak kutemui anak bernasib sama dengan anak yang kutemui hari ini.
Aku pun mulai kembali melanjutkan perjalananku menuju ke kos’an, sembari tersenyum kepada ibu paruh baya itu. Kelihatanya ia akan berusaha membujuk anak kecil itu dan mengajaknya untuk kembali ke rumahnya. Aku mulai berpikir. Apakah anak itu adalah anaknya? Ah…entahlah… tentunya seorang ibu tak akan tega membiarkan anaknya menangis sepiluh itu, di tepi jalan pula. Di waktu petang pula. Sungguh terlalu, bila ada seorang ibu yang membiarkan anaknya dalam kondisi seperti anak yang kutemui hari ini. Sungguh memilukan!!
Rabu, 29 Februari 2012
AYAT- AYAT CINTA
Ayat Al- Quran yang berkaitan dengan Jurusan Arsitektur, Program Studi Pengembangan wilayah Dan Kota.
A. Surat Ar Rum [30] ayat 41-42 tentang Larangan Membuat Kerusakan di Muka Bumi
Artinya : “Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah : Adakanlah perjalanandimuka bumi dan perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (TQS Ar Rum : 41-42)
B. Surah Al A’raf [7] Ayat 56-58 tentang Peduli Lingkungan
Artinya : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahma Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu. Maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami)bagi orang-orang yang bersyukur.” (TQS Al A’raf : 56-58)
C. “Itu adalah sebahagian dan berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.” (TQS. Huud [11]:100)
D. “Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.” (TQS. Ar-Ruum [30]:9)
E. “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (TQS. Al-Ankabuut [29]:41)
F. “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia", kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (TQS. An-Nahl [16]:68-69)
G. (“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.”…). (TQS Al-Baqarah (2 ): ayat 30 ) Arti khalifah di sini adalah: “seseorang yang diberi kedudukan oleh Allah untuk mengelola suatu wilayah, ia berkewajiban untuk menciptakan suatu masyarakat yang hubungannya dengan Allah baik, kehidupan masyarakatnya harmonis, dan agama, akal dan budayanya terpelihara. “ Di samping itu, Surat Ar-Rahman, khususnya ayat 1-12, adalah ayat yang luar biasa indah untuk menggambarkan penciptaan alam semesta dan tugas manusia sebagai khalifah
H. “Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (TQS. at-Taubah [9]:109)
I. “Itu adalah sebahagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.” (TQS. Huud [11]:100)
J. “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (TQS. Huud [11]:6)
1. Terjemahan Ayat Al- Quran tentang Makhluk Ghaib/ alam Ghaib
Hakiki
a. Ruh
“Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf- shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.” (TQS. An- Naba’ ayat 38 )
“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”
Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. ( TQS. Al- Anbiyaa’ ayat 91 )
“dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.” ( TQS. At- Tahrim ayat 12 )
b. Malaikat
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”(TQS. Al- Baqarah ayat 34)
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.” ( TQS. Al- A’raaf ayat 11)
c. Syaitan
“yang dila'nati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya). ( TQS. An- Nisaa’ ayat 188)
“dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya[351], dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya." Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (TQS. An- Nisaa ayat 199 )
“Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.”( TQS. Thaahaa ayat 177 )
“Ya Rabbi, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan syetan-syetan, dan aku berlindung kepada-Mu, ya Rabbi, dari kedatangan mereka kepadaku”. (TQS. Al-Mukminun [23] : ayat 97 – 98)
d. Jin
“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” ( TQS. Hijr ayat 27 )
dan Dia menciptakan jin dari nyala api. ( TQS. Ar- Rahman ayat 15 )
e. Surga
“ Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.” ( TQS. A’Rad ayat 35 )
“(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?” ( TQS. Muhammad ayat 15 )
“Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." ( TQS. Al- A’raaf ayat 20 )
f. Neraka
“Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai” ( TQS. An- Naba’ ayat 21)
“Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.” ( TQS. Al- Lahab ayat 3 )
g. Hari kiamat
“Hari kiamat, Apakah hari kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat panas.” ( TQS. Al- Qaari’ah ayat 1- 11 )
a. Idhafi
a. Sejarah
“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."( TQS. Al- Israa’ ayat 4 )
“Telah dikalahkan bangsa Romawi ( konstantinopel )” (TQS. Ar- Ruum ayat 2 )
“Di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang.” ( TQS. Ar- Ruum ayat 3 )
“Dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,” ( TQS. Ar- Ruum ayat 4 )
“Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan.” ( TQS. Al- Ma’idah ayat 14 )
b. Makhluk nyata
- Alam Jamadi ( benda Mati )
Matahari
“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” ( TQS. Al- Furqaan :61 )
“Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?” (TQS. Nuh : 16 )
“Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),” ( TQS. An- naba’ : 13 )
Bulan
“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak[669]. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (TQS. Yunus : 5 )
“ Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” ( TQS. Al- Furqoon : 61)
Bintang
“ Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” ( TQS. Al- Furqoon : 61)
Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. ( TQS. Al- an’aam :97 )
Kilat/ petir
“Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.” ( Al- Baqarah ayat 19 )
“Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. ( TQS. Al- Baqarah ayat 20 )
“Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung.” ( TQS. Ar- Ra’d ayat 12 )
Gunung
“ Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut[1103]? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.” ( TQS. An- Naml : 61 )
“ Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.” ( TQS. Lukman : 10)
Hujan
“ Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” ( TQS. Al- Araf : 57)
Sungai
“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.”( TQS. Al- Baqarah : 74)
Awan
“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (TQS. An- Nuur : 43)
- Alam Hayat ( Benda Hidup )
Nabati
“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.” ( TQS. Al- Baqarah ayat 61 )
“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” ( TQS. Al- An’aam ayat 99)
“Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering." Hai orang-orang yang terkemuka: "Terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat mena'birkan mimpi." ( TQS. Yusuf ayat 43 )
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” ( TQS. AL- Baqarah ayat 261 )
“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. kami hidupkan bumi itu dan kami keluarkan dari padanya biji-bijian, Maka daripadanya mereka makan.”( TQS. Yasin ayat 33 )
“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” (TQS. Al-Fathir ayat 27 )
“Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, Maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi Kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, Kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (TQS. Az-Zumar ayat 21)
Hewani
1) Serangga
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia", ( TQS. An- Nahl ayat 68 )
2) Sarang Laba- laba
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui” ( TQS. Al- Ankabuut ayat 41 )
3) Semut
“ Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"; ( TQS. An- Naml ayat 18 )
4) Lalat
“ Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. ( TQS. Al- Hajj ayat 73 )
5) Nyamuk
“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,” ( Al- Baqarah ayat 26 )
6) Belalang
“Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. ( TQS. Al- A’raaf ayat 133 )
7) Kutu
“Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. ( TQS. Al- A’raaf ayat 133 )
8) Burung
“Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa"[53]. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” ( TQS. Al- Baqarah ayat 57 )
9) Unta
“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih." ( TQS. Al- A’ Raaf ayat 73).
“Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).” ( TQS. An- Nahl ayat 80 )
10) Ular
“Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.” ( TQS. Al- A’Raaf ayat 107 )
-Insani/ manusia
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” ( TQS. Al- Fath’ ayat 29 )
“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (TQS. Al- Mu’minuun ayat 14 )
“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran." Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” ( TQS. Al- baqarah ayat 222)
“Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” ( TQS. Al- Maa’idah ayat 45 )
“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.( TQS. Al- Maa’idah ayat 38 )
H- Hubungan pernikahan.
“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf[115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” ( TQS. Al- Baqarah ayat 187 )
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (TQS. Ar-Ruum ayat 21)
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN
MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) dan Maha Mengetahui.”(TQS. An Nuur ayat 32)
“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah” (Adz Dzariyaat ayat 49)
“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra ayat 32)
“Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya” (Al-A’raf ayat 189)
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An-Nur ayat 26)
“Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan” ( An Nisaa ayat 4)
Warisan
“Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.” ( TQS. An- Nisaa’ ayat 12 )
( Wallahu a’lamu bish shawaab…)
A. Surat Ar Rum [30] ayat 41-42 tentang Larangan Membuat Kerusakan di Muka Bumi
Artinya : “Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah : Adakanlah perjalanandimuka bumi dan perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (TQS Ar Rum : 41-42)
B. Surah Al A’raf [7] Ayat 56-58 tentang Peduli Lingkungan
Artinya : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahma Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu. Maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami)bagi orang-orang yang bersyukur.” (TQS Al A’raf : 56-58)
C. “Itu adalah sebahagian dan berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.” (TQS. Huud [11]:100)
D. “Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.” (TQS. Ar-Ruum [30]:9)
E. “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (TQS. Al-Ankabuut [29]:41)
F. “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia", kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (TQS. An-Nahl [16]:68-69)
G. (“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.”…). (TQS Al-Baqarah (2 ): ayat 30 ) Arti khalifah di sini adalah: “seseorang yang diberi kedudukan oleh Allah untuk mengelola suatu wilayah, ia berkewajiban untuk menciptakan suatu masyarakat yang hubungannya dengan Allah baik, kehidupan masyarakatnya harmonis, dan agama, akal dan budayanya terpelihara. “ Di samping itu, Surat Ar-Rahman, khususnya ayat 1-12, adalah ayat yang luar biasa indah untuk menggambarkan penciptaan alam semesta dan tugas manusia sebagai khalifah
H. “Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (TQS. at-Taubah [9]:109)
I. “Itu adalah sebahagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.” (TQS. Huud [11]:100)
J. “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (TQS. Huud [11]:6)
1. Terjemahan Ayat Al- Quran tentang Makhluk Ghaib/ alam Ghaib
Hakiki
a. Ruh
“Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf- shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.” (TQS. An- Naba’ ayat 38 )
“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”
Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. ( TQS. Al- Anbiyaa’ ayat 91 )
“dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.” ( TQS. At- Tahrim ayat 12 )
b. Malaikat
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”(TQS. Al- Baqarah ayat 34)
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.” ( TQS. Al- A’raaf ayat 11)
c. Syaitan
“yang dila'nati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya). ( TQS. An- Nisaa’ ayat 188)
“dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya[351], dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya." Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (TQS. An- Nisaa ayat 199 )
“Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.”( TQS. Thaahaa ayat 177 )
“Ya Rabbi, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan syetan-syetan, dan aku berlindung kepada-Mu, ya Rabbi, dari kedatangan mereka kepadaku”. (TQS. Al-Mukminun [23] : ayat 97 – 98)
d. Jin
“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” ( TQS. Hijr ayat 27 )
dan Dia menciptakan jin dari nyala api. ( TQS. Ar- Rahman ayat 15 )
e. Surga
“ Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.” ( TQS. A’Rad ayat 35 )
“(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?” ( TQS. Muhammad ayat 15 )
“Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." ( TQS. Al- A’raaf ayat 20 )
f. Neraka
“Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai” ( TQS. An- Naba’ ayat 21)
“Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.” ( TQS. Al- Lahab ayat 3 )
g. Hari kiamat
“Hari kiamat, Apakah hari kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat panas.” ( TQS. Al- Qaari’ah ayat 1- 11 )
a. Idhafi
a. Sejarah
“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."( TQS. Al- Israa’ ayat 4 )
“Telah dikalahkan bangsa Romawi ( konstantinopel )” (TQS. Ar- Ruum ayat 2 )
“Di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang.” ( TQS. Ar- Ruum ayat 3 )
“Dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,” ( TQS. Ar- Ruum ayat 4 )
“Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan.” ( TQS. Al- Ma’idah ayat 14 )
b. Makhluk nyata
- Alam Jamadi ( benda Mati )
Matahari
“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” ( TQS. Al- Furqaan :61 )
“Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?” (TQS. Nuh : 16 )
“Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),” ( TQS. An- naba’ : 13 )
Bulan
“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak[669]. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (TQS. Yunus : 5 )
“ Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” ( TQS. Al- Furqoon : 61)
Bintang
“ Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” ( TQS. Al- Furqoon : 61)
Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. ( TQS. Al- an’aam :97 )
Kilat/ petir
“Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.” ( Al- Baqarah ayat 19 )
“Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. ( TQS. Al- Baqarah ayat 20 )
“Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung.” ( TQS. Ar- Ra’d ayat 12 )
Gunung
“ Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut[1103]? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.” ( TQS. An- Naml : 61 )
“ Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.” ( TQS. Lukman : 10)
Hujan
“ Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” ( TQS. Al- Araf : 57)
Sungai
“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.”( TQS. Al- Baqarah : 74)
Awan
“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (TQS. An- Nuur : 43)
- Alam Hayat ( Benda Hidup )
Nabati
“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.” ( TQS. Al- Baqarah ayat 61 )
“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” ( TQS. Al- An’aam ayat 99)
“Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering." Hai orang-orang yang terkemuka: "Terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat mena'birkan mimpi." ( TQS. Yusuf ayat 43 )
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” ( TQS. AL- Baqarah ayat 261 )
“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. kami hidupkan bumi itu dan kami keluarkan dari padanya biji-bijian, Maka daripadanya mereka makan.”( TQS. Yasin ayat 33 )
“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” (TQS. Al-Fathir ayat 27 )
“Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, Maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi Kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, Kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (TQS. Az-Zumar ayat 21)
Hewani
1) Serangga
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia", ( TQS. An- Nahl ayat 68 )
2) Sarang Laba- laba
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui” ( TQS. Al- Ankabuut ayat 41 )
3) Semut
“ Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"; ( TQS. An- Naml ayat 18 )
4) Lalat
“ Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. ( TQS. Al- Hajj ayat 73 )
5) Nyamuk
“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,” ( Al- Baqarah ayat 26 )
6) Belalang
“Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. ( TQS. Al- A’raaf ayat 133 )
7) Kutu
“Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. ( TQS. Al- A’raaf ayat 133 )
8) Burung
“Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa"[53]. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” ( TQS. Al- Baqarah ayat 57 )
9) Unta
“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih." ( TQS. Al- A’ Raaf ayat 73).
“Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).” ( TQS. An- Nahl ayat 80 )
10) Ular
“Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.” ( TQS. Al- A’Raaf ayat 107 )
-Insani/ manusia
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” ( TQS. Al- Fath’ ayat 29 )
“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (TQS. Al- Mu’minuun ayat 14 )
“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran." Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” ( TQS. Al- baqarah ayat 222)
“Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” ( TQS. Al- Maa’idah ayat 45 )
“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.( TQS. Al- Maa’idah ayat 38 )
H- Hubungan pernikahan.
“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf[115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” ( TQS. Al- Baqarah ayat 187 )
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (TQS. Ar-Ruum ayat 21)
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN
MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) dan Maha Mengetahui.”(TQS. An Nuur ayat 32)
“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah” (Adz Dzariyaat ayat 49)
“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra ayat 32)
“Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya” (Al-A’raf ayat 189)
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An-Nur ayat 26)
“Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan” ( An Nisaa ayat 4)
Warisan
“Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.” ( TQS. An- Nisaa’ ayat 12 )
( Wallahu a’lamu bish shawaab…)
Minggu, 04 Desember 2011
Goresan Hidup
Now…My Life….
Udara segar di hari yang cerah, beberapa hari ini langit terlihat bersih. Awan memutih dan langit pun membiru, mengibur lara jadi bahagia. Mengubah duka jadi senyuman, mengubah pilu jadi semangat, mengubah sedih jadi senyuman.
Ah….. aku mulai bosan dengan tugas kuliah akhir- akhir ini. Semakin banyak dan semakin menumpuk saja. Aku membutuhkan tenaga ekstra, fisik yang harus tetap prima dengan semangat membara. Mungkinkah aku bisa menjaga semua itu? Ughh……akhir semester yang melelahkan…
“Sabar Rin…….seminggu lagi….”. hiburku dalam hati.
Siang ini matahari semakin terik saja, siap menggosongkan kulit yang tak tertutupi dengan kain. Yah….kasihan saja bagi wanita yang berkulit putih, bening atau apalah… bila terkena sinar matahari yang tentunya mengandung UVA dan UVB yang bisa saja menggelapkan dan menjadi sebab percepatan proses pengkeriputan ( penuaan dini ) dan tentunya dapat menyebabkan kanker kulit. Satu kata for your guys…. WASPADALAH!!!
Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas lebih lanjut tentang penuaan dini atau apapun namanya. Disini saya akan menceritakan aktivitas harian saya….motivasi saya…kelemahan saya dan bisa dikatakan analisis SWOT, SWOT stands for Strengths, Weaknesses, Opportunities and
Threats.…, but….. saya hanya ingin bercerita tentang kekuatan, peluang dan hambatan…he..he…
Peluang….. masih ada waktu, success? Why not ? walaupun hanya menjual kue...
Di subuh yang masih buta, belum ada cahaya mentari sedikit pun. Udara masih dingin, namun suhu didalam kamar mungilku tetap hangat. Sepertinya cocok untuk menyimpan adonan kue yang akan difermentasikan. Yah….yah… I know… I have idea….
Si Arin penjual kue….atau si rajin, hiperaktif…..apapun sebutan untukku akan kuterima dengan lapang dada alias dengan senang hati. Terserah pada kalian yang mengatakan aku ini manusia jenis apa dan berprofesi sebagai apa, silahkan saja menilaiku dari luar. Yang jelasnya dapat kupastikan bahwa diriku seperti manusia pada umummnya. Masih punya organ tubuh yang lengkap, dan yang pastinya memiliki perasaan hati nurani, rajin bukan dalam rangka burenk/ sok pintar, tapi sudah menjadi resiko manakala kita memilih menjadi seorang mahasiswa idiologis, harus rajin, disiplin, amanah n bertanggung jawab…cie..cie…. but I am is different……
How To make Pancake Gulung Ala Arin???
Setiap pagi buta, Aku bangun membuat adonan kue pancake. Pukul 04.00, adonan kue pun mulai dicampur dan diaduk. Telur, gula pasir, tepung terigu, ragi, garam, air dan mentega cair yang turut menyertainya ( pelengkap terakhir ), diaduk menjadi satu hingga membentuk sebuah adonan yang lembut…ehm…yummy….. all right….and stay with me…
Kurang lebih 1 jam 30 menit, adonan yang telah didiamkan pada suhu ruangan sekitar 18 0 C, telah mengembang dengan sempurna, naik sekitar 3 cm dari tinggi adonan 1 jam yang lalu. Aroma ragi yang terfermentasikan tercium sudah….saatnya menuju tempat peraduan didapur umum milik Pondok Terapung.
Yah…. Mari menghadap kekompor panas, wajan alias teplon mulai panas. Arin mulai menuang adonan sekitar 2 sendok diatas teplon, kemudian membuatnya menjadi lebar ( metode membuat dadar ataupun crepes ) dengan lebar sekitar 10 cm. next…mengambil setiap lembaran adonan yang telah siap untuk digulung bersama parutan keju dan coklat pasta ( favorit teman2 dikelas, by request Asta, Mba Lela, Muti, Tanti, Veo, Eka, Nunu, Endang, etc….)
Satu persatu kue yang sudah digulung ditumpuk diatas wadah plastik berukuran 10x 25cm. its perffect……akhirnya satu pekerjaan telah selesai. Siap untuk dijual dan dijajakan di areal kampus, khususnya di Fakultas Teknik, Jurusan Arsitektur Prodi PWK. And than…Menunggu para pelanggan untuk membeli, mudah- mudahan laris, in the day and next day…aamiin
Demikianlah….untuk hari yang sibuk- sibuknya( start Monday and closing Friday), saya tetap menyempatkan diri dan waktu untuk membuat kue, dikala yang lainnya masih tertidur dengan lelapnya. Saya tengah bangun lebih awal mendahului ayam jantan milik tetangga sebut saja namanya si Amin. Kadang mata masih ingin terpejam, tapi saya harus memaksakan diri untuk bangkit dan harus membiasakan diri. Profesi sebagai the young entrepreneur telah saya geluti kurang lebih 1 semester belakangan ini. Dari semester IV hingga semester ini ( V ), berharap seterusnya? I think….
Apa yang menjadikan saya seperti ini….???
Umur yang semakin bertambah? Ingin mandiri? Latar belakang keluarga yang hidupnya pas- pasan? Ingin mencari sesuatu yang baru? Kebutuhan bertambah? Bosan dengan aktivitas kampus? Ingin sukses?
Maybe all right…..one agains….because I am different….
Pada faktanya… walaupun kita sama- sama memiliki tangan, memiliki kaki, rambut, kepala…namun perlu diingat, kita memiliki proses hidup yang berbeda serta cara berfikir yang berbeda pula. Manusia…ada yang lebih cepat mengalami proses pendewasaan dalam berfikir maupun bertindak, namun ada juga yang lambat dan cenderung mengulur- ngulur waktunya untuk melakukan perubahan…ada yang pasrah, ada yang PW( posisi wenaak ), ada yang malas karena tak ada gairah hidup, ada yang happy saja karena merasa hidupnya telah sempurna.
Namun….berbeda dengan saya maupun Anda. Kita punya cara yang berbeda- beda kan dalam menjalani hidup dan mengartikan hidup? Yah….but, jangan sampai semua itu membuat kita berbeda dalam melihat kebenaran dan menterjemahkan sebuah kebenaran. Belum tentu apa yang kita pandang baik adalah benar di hadapan sang Khalik. Hidup butuh proses yang tentunya tak pernah lepas dari aturan- aturan- Nya, kecuali anda yang melepaskannya ( Quran dan sunnahtullah ).
Untuk zaman ini, mungkin mahasiswa yang menggeluti dunia bisnis bisa dikatakan hitungan jari, yah…. Sangat sedikit. Mungkin sekitar 5-10 % dari 100% mahasiswa yang menempuh pendidikan di PT.
Life Is Choise…Mari kita ubah hambatan jadi peluang!!!
Merasa berat dengan proses perkuliahan, tidak akan meringankan bila waktu lebih banyak dihabiskan untuk mengeluh dan berdiam diri. Walaupun otak saya tidak begitu cerdas, raga yang tidak begitu kuat, namun setidaknya saya masih memiliki hati untuk menyatukan pendapat yang dihasilkan otak dan menterjemahkannya direlung hati yang paling dalam yang tentunya membuat saya lebih kuat…to be thinking and feeling….positif, of Course!!!
Mungkin teman- teman akan bertanya, bagaimana saya mengatur waktu? Bagaimana dengan tugas kuliah yang semakin menumpuk? Bagaimana dengan waktu istrahat? Bagaimana dengan organisasi? Bagaimana dengan aktivitas dakwah? Apakah semua berjalan dengan baik?
Yah…..tidak semua aktivitas saya berjalan dengan lancar. Ada yang tertunda, namun tetap saya usahakan untuk mengerjakan aktivitas yang ada dan telah direncanakam sebelumnya. Dakwah….inilah yang acap kali dilupakan oleh sesorang muslim. Tak luput juga denganku. Aku tidak bermaksud untuk melupakan aktivitas ini, namun lebih kepada kondisi yang tidak memungkinkan dan ada- ada saja orang yang tidak senang mendengarkan dakwah Islam, tak luput dengan orang Islam itu sendiri. Hasilnya saya serahkan kepada Sang Khalik Yang Membolak- balikkan hati manusia. Saya hanyalah manusia yang mengalami proses kehidupan….
Mengeluh Bukan Solusi!
Mengeluh…..siapa sih yang tidak pernah mengeluh? Pasti setiap insan pernah mengeluh. Sudah menjadi fitrah manusia untuk mengeluh. Mengeluh karena merasa berat dengan pekerjaan, banyaknya tugas, banyaknya tagihan ( listrik, air, SPP, biaya kos2an,etc) merasa banyaknya cobaan hidup dan banyak lagi faktor yang mnyebabkan orang terlalu banyak mengeluh. Namun,jangan sampai keluh kesah membuat kita lalai dan akhirnya terlalu banyak mengeluh dan sedikit berbuat. Inilah yang menjadi penghambat kesuksesan seseorang. Biasanya karena terfokus pada perasaan mengeluh dan akhirnya kurang percaya diri enggan untuk intropeksi diri.
Yah….terlalu banyak masalah yang tak kunjung usai. Mengapa? Karena tak ada solusi yang tepat. Saya ingin memberi satu contoh bagaimana menangani masalah. Misalkan, bagi mahasisiwa yang hidupnya pas- pasan atau dana yang disuplai oleh ortu terbatas cukup untuk mengisi perut, trasnportasi, serta pembayaran kuliah yang lain. Pasti acapkali memutar otak, agar supaya dana yang disuplai dari ortu tidak cepat habis. Kuncinya adalah berhemat. Makan ala kadarnya ( tanpa mengurangi nilai gizi ), jangan melakukan aktivitas yang sebenarnya tidak berguna(shopping ke mall nda jelas githu, karokean, nongkrong di café, makan makanan sepat saji, junkfood atau apalah….)lebih sering berjalan kaki, bila jarak yang ditempuh memang masih bisa dengan bejalan kaki. Why not? Tidak ada kata gengsi untuk berbuat baik kan? Jalan kaki kan baik untuk kesehatan terutama untuk melancarkan peredaran darah dan pernapasan.
BACK TO QURAN….
Bila ada perasaan gengsi, maka saya tidak akan seperti saat ini. Saya tetap menjalani rutinitas saya. Kuliah, dakwah, berdagang, refreshing, etc…..Insyah Allah….setiap aktivitas yang kita kerjakan bila dilandasi dengan iman pasti akan berjalan dengan baik,walaupun banyak ujian serta cobaan yang menghadang. Bukankah Allah sudah menegaskan dalam al- Quran “ bahwasanya Allah tidak akan menguji manusia diluar dari batas kemampunannya”, Allah menguji sesorang hamba sesuai dengan kadar keimanannya, semakin ia beriman maka semakin tinggi pula ujian serta cobaan yang dialaminya. Dan Allah tidak akan mengubah nasib seseorang atau apa- apa yang ada pada diri seorang hamba, sebelum ia sendiri yang melakukan perubahan terhadap dirinya sendiri ( muhasabah diri yukkk… ). Wah….sepertinya terlalu banyak yang mesti kita pelajari dan begitu banyak hikmah yang bisa kita petik dari kitab suci Al- Quran. Begitu banyak motivasi hidup untuk beramal ma’aruf nahi mungkar, but sayangnnya…banyak yang notebenenya orang muslim namun hanya menjadikan Quran sebagai pajangan lemari, tertata diatas meja hingga berdebu dan usang.
Umat islam saat ini seperti buih dilautan….
Terombang ambing kehilangan arah….
Kehilanngan jati diri….
Memisahkan diri dari aturan- Nya
Menunggu ia hancur
Oh……jangan biarkan itu terjadi
Rapatkan barisan satukan tujuan….
Mari kita sonsong kembali peradaban emas
Khilafah Islamiyyah…
Allahu Akbar….!!!.( PuisiHati by Arin: Merindukan Khilafah)
Saya jadi teringat lagi dengan sebuah petikan kalimat yang pernah saya baca dari sebuah sumber bacaan dan mungkin sering kita dengar, “jika ingin menghancurkan umat Islam maka jauhkan mereka dengan kitabnya ( Quran )”, bahwasanya saat ini….yah….kita tidaklah diperangi secara fisik oleh musuh- musuh Allah ( yahudi dan sekutunya) namun lebih kepada perang pemikiran. Sadar atau tidak sadar, namun itulah yang sebenarnya terjadi dan seharusnya menjadi permasalahan bagi seluruh umat muslim yang mengaku dirinya sebagai umat Rasulullah dan sekaligus hamba Allah.
Bila kita telah mengetahui misi dari Yahudi dan sekutunya, seharusnya apa yang wajib kita lakukan? Buka mata dan hati…dan lihatlah…. Generasi muda kita tengah disibukkan dengan hal- hal duniawai. Konser, pertandingan olahraga, music, film, bioskop, kuliah asalan ( hanya menginginkan predikat, nilai atau gelar saja )…hingga mereka lalai dari mengingat Allah, sholat, sedekah, puasa mulai ditinggalkan…..akankah kita ingin seperti itu? Sebagai seorang Muslim sejati dengan secara tegas kita harus berani mengatakan “TIDAK” untuk segala bentuk kemaksiatan dan kedzaliman. Memang sulit…karena kita tidaklah berada dalam kondisi yang Islami. Sistem yang mengatur kita jauh dari kriteria Islam dan jauh dari apa- apa yang diperintahan Al- Quran yang sudah seharusnya menjadi pedoman hidup kita. Sekarang…. Serba kapitalis- sekularis. Gaya hidup bebas, freeseks….ekonomi kapiltalis, pendidikan kapitalis ( jadi barang komersialisasi) kesehatan, and many more…..
bersambung.............
Udara segar di hari yang cerah, beberapa hari ini langit terlihat bersih. Awan memutih dan langit pun membiru, mengibur lara jadi bahagia. Mengubah duka jadi senyuman, mengubah pilu jadi semangat, mengubah sedih jadi senyuman.
Ah….. aku mulai bosan dengan tugas kuliah akhir- akhir ini. Semakin banyak dan semakin menumpuk saja. Aku membutuhkan tenaga ekstra, fisik yang harus tetap prima dengan semangat membara. Mungkinkah aku bisa menjaga semua itu? Ughh……akhir semester yang melelahkan…
“Sabar Rin…….seminggu lagi….”. hiburku dalam hati.
Siang ini matahari semakin terik saja, siap menggosongkan kulit yang tak tertutupi dengan kain. Yah….kasihan saja bagi wanita yang berkulit putih, bening atau apalah… bila terkena sinar matahari yang tentunya mengandung UVA dan UVB yang bisa saja menggelapkan dan menjadi sebab percepatan proses pengkeriputan ( penuaan dini ) dan tentunya dapat menyebabkan kanker kulit. Satu kata for your guys…. WASPADALAH!!!
Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas lebih lanjut tentang penuaan dini atau apapun namanya. Disini saya akan menceritakan aktivitas harian saya….motivasi saya…kelemahan saya dan bisa dikatakan analisis SWOT, SWOT stands for Strengths, Weaknesses, Opportunities and
Threats.…, but….. saya hanya ingin bercerita tentang kekuatan, peluang dan hambatan…he..he…
Peluang….. masih ada waktu, success? Why not ? walaupun hanya menjual kue...
Di subuh yang masih buta, belum ada cahaya mentari sedikit pun. Udara masih dingin, namun suhu didalam kamar mungilku tetap hangat. Sepertinya cocok untuk menyimpan adonan kue yang akan difermentasikan. Yah….yah… I know… I have idea….
Si Arin penjual kue….atau si rajin, hiperaktif…..apapun sebutan untukku akan kuterima dengan lapang dada alias dengan senang hati. Terserah pada kalian yang mengatakan aku ini manusia jenis apa dan berprofesi sebagai apa, silahkan saja menilaiku dari luar. Yang jelasnya dapat kupastikan bahwa diriku seperti manusia pada umummnya. Masih punya organ tubuh yang lengkap, dan yang pastinya memiliki perasaan hati nurani, rajin bukan dalam rangka burenk/ sok pintar, tapi sudah menjadi resiko manakala kita memilih menjadi seorang mahasiswa idiologis, harus rajin, disiplin, amanah n bertanggung jawab…cie..cie…. but I am is different……
How To make Pancake Gulung Ala Arin???
Setiap pagi buta, Aku bangun membuat adonan kue pancake. Pukul 04.00, adonan kue pun mulai dicampur dan diaduk. Telur, gula pasir, tepung terigu, ragi, garam, air dan mentega cair yang turut menyertainya ( pelengkap terakhir ), diaduk menjadi satu hingga membentuk sebuah adonan yang lembut…ehm…yummy….. all right….and stay with me…
Kurang lebih 1 jam 30 menit, adonan yang telah didiamkan pada suhu ruangan sekitar 18 0 C, telah mengembang dengan sempurna, naik sekitar 3 cm dari tinggi adonan 1 jam yang lalu. Aroma ragi yang terfermentasikan tercium sudah….saatnya menuju tempat peraduan didapur umum milik Pondok Terapung.
Yah…. Mari menghadap kekompor panas, wajan alias teplon mulai panas. Arin mulai menuang adonan sekitar 2 sendok diatas teplon, kemudian membuatnya menjadi lebar ( metode membuat dadar ataupun crepes ) dengan lebar sekitar 10 cm. next…mengambil setiap lembaran adonan yang telah siap untuk digulung bersama parutan keju dan coklat pasta ( favorit teman2 dikelas, by request Asta, Mba Lela, Muti, Tanti, Veo, Eka, Nunu, Endang, etc….)
Satu persatu kue yang sudah digulung ditumpuk diatas wadah plastik berukuran 10x 25cm. its perffect……akhirnya satu pekerjaan telah selesai. Siap untuk dijual dan dijajakan di areal kampus, khususnya di Fakultas Teknik, Jurusan Arsitektur Prodi PWK. And than…Menunggu para pelanggan untuk membeli, mudah- mudahan laris, in the day and next day…aamiin
Demikianlah….untuk hari yang sibuk- sibuknya( start Monday and closing Friday), saya tetap menyempatkan diri dan waktu untuk membuat kue, dikala yang lainnya masih tertidur dengan lelapnya. Saya tengah bangun lebih awal mendahului ayam jantan milik tetangga sebut saja namanya si Amin. Kadang mata masih ingin terpejam, tapi saya harus memaksakan diri untuk bangkit dan harus membiasakan diri. Profesi sebagai the young entrepreneur telah saya geluti kurang lebih 1 semester belakangan ini. Dari semester IV hingga semester ini ( V ), berharap seterusnya? I think….
Apa yang menjadikan saya seperti ini….???
Umur yang semakin bertambah? Ingin mandiri? Latar belakang keluarga yang hidupnya pas- pasan? Ingin mencari sesuatu yang baru? Kebutuhan bertambah? Bosan dengan aktivitas kampus? Ingin sukses?
Maybe all right…..one agains….because I am different….
Pada faktanya… walaupun kita sama- sama memiliki tangan, memiliki kaki, rambut, kepala…namun perlu diingat, kita memiliki proses hidup yang berbeda serta cara berfikir yang berbeda pula. Manusia…ada yang lebih cepat mengalami proses pendewasaan dalam berfikir maupun bertindak, namun ada juga yang lambat dan cenderung mengulur- ngulur waktunya untuk melakukan perubahan…ada yang pasrah, ada yang PW( posisi wenaak ), ada yang malas karena tak ada gairah hidup, ada yang happy saja karena merasa hidupnya telah sempurna.
Namun….berbeda dengan saya maupun Anda. Kita punya cara yang berbeda- beda kan dalam menjalani hidup dan mengartikan hidup? Yah….but, jangan sampai semua itu membuat kita berbeda dalam melihat kebenaran dan menterjemahkan sebuah kebenaran. Belum tentu apa yang kita pandang baik adalah benar di hadapan sang Khalik. Hidup butuh proses yang tentunya tak pernah lepas dari aturan- aturan- Nya, kecuali anda yang melepaskannya ( Quran dan sunnahtullah ).
Untuk zaman ini, mungkin mahasiswa yang menggeluti dunia bisnis bisa dikatakan hitungan jari, yah…. Sangat sedikit. Mungkin sekitar 5-10 % dari 100% mahasiswa yang menempuh pendidikan di PT.
Life Is Choise…Mari kita ubah hambatan jadi peluang!!!
Merasa berat dengan proses perkuliahan, tidak akan meringankan bila waktu lebih banyak dihabiskan untuk mengeluh dan berdiam diri. Walaupun otak saya tidak begitu cerdas, raga yang tidak begitu kuat, namun setidaknya saya masih memiliki hati untuk menyatukan pendapat yang dihasilkan otak dan menterjemahkannya direlung hati yang paling dalam yang tentunya membuat saya lebih kuat…to be thinking and feeling….positif, of Course!!!
Mungkin teman- teman akan bertanya, bagaimana saya mengatur waktu? Bagaimana dengan tugas kuliah yang semakin menumpuk? Bagaimana dengan waktu istrahat? Bagaimana dengan organisasi? Bagaimana dengan aktivitas dakwah? Apakah semua berjalan dengan baik?
Yah…..tidak semua aktivitas saya berjalan dengan lancar. Ada yang tertunda, namun tetap saya usahakan untuk mengerjakan aktivitas yang ada dan telah direncanakam sebelumnya. Dakwah….inilah yang acap kali dilupakan oleh sesorang muslim. Tak luput juga denganku. Aku tidak bermaksud untuk melupakan aktivitas ini, namun lebih kepada kondisi yang tidak memungkinkan dan ada- ada saja orang yang tidak senang mendengarkan dakwah Islam, tak luput dengan orang Islam itu sendiri. Hasilnya saya serahkan kepada Sang Khalik Yang Membolak- balikkan hati manusia. Saya hanyalah manusia yang mengalami proses kehidupan….
Mengeluh Bukan Solusi!
Mengeluh…..siapa sih yang tidak pernah mengeluh? Pasti setiap insan pernah mengeluh. Sudah menjadi fitrah manusia untuk mengeluh. Mengeluh karena merasa berat dengan pekerjaan, banyaknya tugas, banyaknya tagihan ( listrik, air, SPP, biaya kos2an,etc) merasa banyaknya cobaan hidup dan banyak lagi faktor yang mnyebabkan orang terlalu banyak mengeluh. Namun,jangan sampai keluh kesah membuat kita lalai dan akhirnya terlalu banyak mengeluh dan sedikit berbuat. Inilah yang menjadi penghambat kesuksesan seseorang. Biasanya karena terfokus pada perasaan mengeluh dan akhirnya kurang percaya diri enggan untuk intropeksi diri.
Yah….terlalu banyak masalah yang tak kunjung usai. Mengapa? Karena tak ada solusi yang tepat. Saya ingin memberi satu contoh bagaimana menangani masalah. Misalkan, bagi mahasisiwa yang hidupnya pas- pasan atau dana yang disuplai oleh ortu terbatas cukup untuk mengisi perut, trasnportasi, serta pembayaran kuliah yang lain. Pasti acapkali memutar otak, agar supaya dana yang disuplai dari ortu tidak cepat habis. Kuncinya adalah berhemat. Makan ala kadarnya ( tanpa mengurangi nilai gizi ), jangan melakukan aktivitas yang sebenarnya tidak berguna(shopping ke mall nda jelas githu, karokean, nongkrong di café, makan makanan sepat saji, junkfood atau apalah….)lebih sering berjalan kaki, bila jarak yang ditempuh memang masih bisa dengan bejalan kaki. Why not? Tidak ada kata gengsi untuk berbuat baik kan? Jalan kaki kan baik untuk kesehatan terutama untuk melancarkan peredaran darah dan pernapasan.
BACK TO QURAN….
Bila ada perasaan gengsi, maka saya tidak akan seperti saat ini. Saya tetap menjalani rutinitas saya. Kuliah, dakwah, berdagang, refreshing, etc…..Insyah Allah….setiap aktivitas yang kita kerjakan bila dilandasi dengan iman pasti akan berjalan dengan baik,walaupun banyak ujian serta cobaan yang menghadang. Bukankah Allah sudah menegaskan dalam al- Quran “ bahwasanya Allah tidak akan menguji manusia diluar dari batas kemampunannya”, Allah menguji sesorang hamba sesuai dengan kadar keimanannya, semakin ia beriman maka semakin tinggi pula ujian serta cobaan yang dialaminya. Dan Allah tidak akan mengubah nasib seseorang atau apa- apa yang ada pada diri seorang hamba, sebelum ia sendiri yang melakukan perubahan terhadap dirinya sendiri ( muhasabah diri yukkk… ). Wah….sepertinya terlalu banyak yang mesti kita pelajari dan begitu banyak hikmah yang bisa kita petik dari kitab suci Al- Quran. Begitu banyak motivasi hidup untuk beramal ma’aruf nahi mungkar, but sayangnnya…banyak yang notebenenya orang muslim namun hanya menjadikan Quran sebagai pajangan lemari, tertata diatas meja hingga berdebu dan usang.
Umat islam saat ini seperti buih dilautan….
Terombang ambing kehilangan arah….
Kehilanngan jati diri….
Memisahkan diri dari aturan- Nya
Menunggu ia hancur
Oh……jangan biarkan itu terjadi
Rapatkan barisan satukan tujuan….
Mari kita sonsong kembali peradaban emas
Khilafah Islamiyyah…
Allahu Akbar….!!!.( PuisiHati by Arin: Merindukan Khilafah)
Saya jadi teringat lagi dengan sebuah petikan kalimat yang pernah saya baca dari sebuah sumber bacaan dan mungkin sering kita dengar, “jika ingin menghancurkan umat Islam maka jauhkan mereka dengan kitabnya ( Quran )”, bahwasanya saat ini….yah….kita tidaklah diperangi secara fisik oleh musuh- musuh Allah ( yahudi dan sekutunya) namun lebih kepada perang pemikiran. Sadar atau tidak sadar, namun itulah yang sebenarnya terjadi dan seharusnya menjadi permasalahan bagi seluruh umat muslim yang mengaku dirinya sebagai umat Rasulullah dan sekaligus hamba Allah.
Bila kita telah mengetahui misi dari Yahudi dan sekutunya, seharusnya apa yang wajib kita lakukan? Buka mata dan hati…dan lihatlah…. Generasi muda kita tengah disibukkan dengan hal- hal duniawai. Konser, pertandingan olahraga, music, film, bioskop, kuliah asalan ( hanya menginginkan predikat, nilai atau gelar saja )…hingga mereka lalai dari mengingat Allah, sholat, sedekah, puasa mulai ditinggalkan…..akankah kita ingin seperti itu? Sebagai seorang Muslim sejati dengan secara tegas kita harus berani mengatakan “TIDAK” untuk segala bentuk kemaksiatan dan kedzaliman. Memang sulit…karena kita tidaklah berada dalam kondisi yang Islami. Sistem yang mengatur kita jauh dari kriteria Islam dan jauh dari apa- apa yang diperintahan Al- Quran yang sudah seharusnya menjadi pedoman hidup kita. Sekarang…. Serba kapitalis- sekularis. Gaya hidup bebas, freeseks….ekonomi kapiltalis, pendidikan kapitalis ( jadi barang komersialisasi) kesehatan, and many more…..
bersambung.............
Kamis, 03 November 2011
PUISI HATI : JANGAN BIARKAN HATI....
biarkan ia diam....
ia butuh ketenangan agar tetap jernih
biarkan ia merasakan
ia perlu tahu
biarkan ia terluka
agar ia tahu caranya mengobati
biarkan ia bergelora
agar ia tahu rasanya kasih sayang
ia adalah hati
hati yang sangat tulus
ia mudah tergoda
hati.....simpanlah ia pada cangkangnya
jangan kau buat ia sakit
karena ia mampu menyakiti yang lainnya
tatkala ia rusak
bernanah karena kesakitannya tak terobati.....
temuilah Tuhan Mu.
maka hatimu akan pulih
ia kan berseri kembali.....
ia butuh ketenangan agar tetap jernih
biarkan ia merasakan
ia perlu tahu
biarkan ia terluka
agar ia tahu caranya mengobati
biarkan ia bergelora
agar ia tahu rasanya kasih sayang
ia adalah hati
hati yang sangat tulus
ia mudah tergoda
hati.....simpanlah ia pada cangkangnya
jangan kau buat ia sakit
karena ia mampu menyakiti yang lainnya
tatkala ia rusak
bernanah karena kesakitannya tak terobati.....
temuilah Tuhan Mu.
maka hatimu akan pulih
ia kan berseri kembali.....
JADILAH PENGEMBAN DAKWAH ISLAM!!!
Umat Islam tidak akan pernah mengalami kemunduran dari posisinya sebagai pemimpin ( khalifah dimuka bumi ini) selama ia tetap berpegang teguh pada agamanya (Islam). Kemunduran kaum muslimin akan tampak tatkala mereka meninggalkan dan meremehkan ajaran- ajaran agamanya, membiarkan asing menyerbu dan menguasai negeri- negeri mereka, membiarkan pemahaman Barat bercokol dalam benak mereka dan dijadikan landasan atau acuan dalam berpikir dan bertindak.
Kemunduran Itu terjadi manakala kaum muslimin mengabaikan qiyadah fikriyah Islam. Yakni ketika mereka surut dalam mengemban dakwah Islam dan menyalahi pelaksanaan hukum- hukum Islam. Umat Isla akan jauh tertinggal, terpuruk, menderita apabila ia dijauhkan dari agamanya, begitulah upaya yang saat ini dilakukan oleh Negara- negara kapitalis- sekuler dalam memerangi kaum muslimin secara pemikiran, yakni menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya.
Yah….memang saat ini kita tidaklah diperangi secara secara fisik seperti halnya saudara- saudara kita di negeri Palestina yang mereka rasakan hingga detik ini. Tumpahan darah bahkan nyawa sekalipun rela mereka korbankan demi mempertahankan tanah mereka yang direnggut paksa oleh zionis Israel. Namun semangat mereka tidak pernah surut, dari generasi ke generasi berlanjut dan tetap melakukan hal yang serupa yakni melindungi umat muslim Palestina dan mempertahankan negeri mereka yang menyimpan banyak sejarah bemulanya peradaban emas Islam. Disamping itu, mereka yang terjajah dinegeri sendiri masih mampu mengemban dakwah, mengajarkan al- quran kepada anak- anak mereka dan menghapalkan ayat- ayat suci al- Quran diatas puing-puing bangunan yang dilululantahkan zionis Israel. Semangat mereka tidak pernah surut, lantas bagaimana dengan kita?
Negeri kita tidaklah diperangi secara fisik atau kekuatan militer. Namun lebih kepada perang pemikiran alias dicekoki dengan pemahaman- pemahaman yang kufur,yakni bermainnya berbagai sistem kufur diranah kehidupan kita hingga saat ini. mulai dari ideologi kapitalistik yang mana segalanya diukur dengan materi/uang dan permainan sistem kekuasaan, terlebih dari adanya pemahaman yang sekuleristik yakni pemisahan agama dari kehidupan.
Orang Barat berkata; bila ingin menghancurkan umat Islam maka jauhkan mereka dari al- Quran ( agamanya ) maka mereka akan hancur dengan sendirinya tanpa diperangi. Yah….miris kan hati kita mengetahui prihal tersebut? Dan memang begitu faktanya, umat Muslim semakin jauh meninggalkan agamnya. Apa yang seharusnya KITA lakukan sebagai umat Muslim???
Mengemban Dakwah…
Mengemban dakwah Islam saat ini cukuplah rumit bagi orang yang berpikiran sempit, namun akan terasa mudah bila dilakukan secara bersama- sama dan dengan cara bersungguh- sungguh. Mengemban dakwah juga hendakanya dilakukan dan dikembangkan dengan metode yang sama sebagaimana pada masa- masa sebelumnnya, yaitu dengan menjadikan metode/thariqoh Rasulullah SAW sebagai suri tauladan. Umat muslim tidak boleh berpaling sedikitpun dari metode yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, baik itu secara keseluruhan maupun dalam rinciannya dan tanpa memperhatikan perkembangan zaman. Sebab, yang berkembang hanyalah sarana dan bentuk kehidupan, sementara nilai dan maknanya sama sekali tidak akan berubah, walaupun zaman terus berputar, dan bangsa- bangsa maupun negeri- negeri berbeda-beda namun Islam tetap satu, satu sumber (al-Khalik ) dan satu pemahaman/ idiologi Islam ( mabda Islam ).
Oleh karena itu, dalam mengemban dakwah Islam bagi individu maupun kelompok dibutuhkan sikap terus terang, kekonsistenan, penuh keberanian, kekuatan, pemikiran dan tidak setengah- setengah dalam mengemban dakwah. Menentang setiap perkara yang bertentangan dengan ajaran Islam, hal- hal yang melecehkan Islam dan menentang setiap ide maupun metode yang jauh dari hukum- hukum Allah subhanahu wata a’la. Menghadapinya dengan cara menjelaskan pelbagai penyimpangan, kepalsuannya tanpa melihat lagi hasil dan kondisi yang ada. Pengemban dakwah tentu hanya memperjuangkan kebenaran sesuai dengan petunjuk al- Quran dan as- Sunnah.
Mengemban dakwah Islam mengharuskan keseriusan dalam pelaksanaan hukum- hukum Islam secara keseluruhan dan tidak meremehkannnya walau hanya sedikitpun. Seorang pegemban dakwah tidaklah memilih jalan kompromi dan tidak akan megorbankan nilai- nilai Islam, tidak lalai dan tidak akan menunda- nunda dalam mengemban dakwah. Karena setiap muslim berkesempatan menjadi pengemban dakwah. Dianologikan dalam sebuah pemutaran film, maka pengemban dakwah adalah para aktornya/ tokoh utama sedangkan yang tidak ikut berdakwah adalah sebagai penonton saja, dan bukankah para aktor itu yg awalnya hanyalah orang yang biasa kemudian berubah menjadi orang- orang yang luar biasa dan melakukan hal- hal yang luar biasa pula???
Sebagai pemgemban dakwah diharuskan untuk melangkah sesuai dengan tujuannya. Selalu berusaha secara kontinue dan bersungguh-sungguh demi menggapai tujuannya yang mulia. Yakni demi tegaknya kembali sistem kehidupan Islam yang paripurna dengan cara penegakan syariah dalam bingkai khilafah Islamiyyah di bumi Allah…. Karena tidak ada kemuliaan selain Islam, tidak sempurna Islam tanpa syariah, dan tidaklah tegak syariah tanpa adanya sebuah Negara Islam yaitu KHILAFAH ISLAMIYYAH, yang mempu mensejahterahkan seluruh umat. ALLAHU AKBAR….ALLAHU AKBAR…..ALLAHU AKBAR…..!!!
Wallauhu alam bi ashawab…….
Di pagi hari yang cerah( 06.30 PM .WITA)…..3 Dzuhijjah 1432 H
30 oktober2011 M
Umat Islam tidak akan pernah mengalami kemunduran dari posisinya sebagai pemimpin ( khalifah dimuka bumi ini) selama ia tetap berpegang teguh pada agamanya (Islam). Kemunduran kaum muslimin akan tampak tatkala mereka meninggalkan dan meremehkan ajaran- ajaran agamanya, membiarkan asing menyerbu dan menguasai negeri- negeri mereka, membiarkan pemahaman Barat bercokol dalam benak mereka dan dijadikan landasan atau acuan dalam berpikir dan bertindak.
Kemunduran Itu terjadi manakala kaum muslimin mengabaikan qiyadah fikriyah Islam. Yakni ketika mereka surut dalam mengemban dakwah Islam dan menyalahi pelaksanaan hukum- hukum Islam. Umat Isla akan jauh tertinggal, terpuruk, menderita apabila ia dijauhkan dari agamanya, begitulah upaya yang saat ini dilakukan oleh Negara- negara kapitalis- sekuler dalam memerangi kaum muslimin secara pemikiran, yakni menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya.
Yah….memang saat ini kita tidaklah diperangi secara secara fisik seperti halnya saudara- saudara kita di negeri Palestina yang mereka rasakan hingga detik ini. Tumpahan darah bahkan nyawa sekalipun rela mereka korbankan demi mempertahankan tanah mereka yang direnggut paksa oleh zionis Israel. Namun semangat mereka tidak pernah surut, dari generasi ke generasi berlanjut dan tetap melakukan hal yang serupa yakni melindungi umat muslim Palestina dan mempertahankan negeri mereka yang menyimpan banyak sejarah bemulanya peradaban emas Islam. Disamping itu, mereka yang terjajah dinegeri sendiri masih mampu mengemban dakwah, mengajarkan al- quran kepada anak- anak mereka dan menghapalkan ayat- ayat suci al- Quran diatas puing-puing bangunan yang dilululantahkan zionis Israel. Semangat mereka tidak pernah surut, lantas bagaimana dengan kita?
Negeri kita tidaklah diperangi secara fisik atau kekuatan militer. Namun lebih kepada perang pemikiran alias dicekoki dengan pemahaman- pemahaman yang kufur,yakni bermainnya berbagai sistem kufur diranah kehidupan kita hingga saat ini. mulai dari ideologi kapitalistik yang mana segalanya diukur dengan materi/uang dan permainan sistem kekuasaan, terlebih dari adanya pemahaman yang sekuleristik yakni pemisahan agama dari kehidupan.
Orang Barat berkata; bila ingin menghancurkan umat Islam maka jauhkan mereka dari al- Quran ( agamanya ) maka mereka akan hancur dengan sendirinya tanpa diperangi. Yah….miris kan hati kita mengetahui prihal tersebut? Dan memang begitu faktanya, umat Muslim semakin jauh meninggalkan agamnya. Apa yang seharusnya KITA lakukan sebagai umat Muslim???
Mengemban Dakwah…
Mengemban dakwah Islam saat ini cukuplah rumit bagi orang yang berpikiran sempit, namun akan terasa mudah bila dilakukan secara bersama- sama dan dengan cara bersungguh- sungguh. Mengemban dakwah juga hendakanya dilakukan dan dikembangkan dengan metode yang sama sebagaimana pada masa- masa sebelumnnya, yaitu dengan menjadikan metode/thariqoh Rasulullah SAW sebagai suri tauladan. Umat muslim tidak boleh berpaling sedikitpun dari metode yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, baik itu secara keseluruhan maupun dalam rinciannya dan tanpa memperhatikan perkembangan zaman. Sebab, yang berkembang hanyalah sarana dan bentuk kehidupan, sementara nilai dan maknanya sama sekali tidak akan berubah, walaupun zaman terus berputar, dan bangsa- bangsa maupun negeri- negeri berbeda-beda namun Islam tetap satu, satu sumber (al-Khalik ) dan satu pemahaman/ idiologi Islam ( mabda Islam ).
Oleh karena itu, dalam mengemban dakwah Islam bagi individu maupun kelompok dibutuhkan sikap terus terang, kekonsistenan, penuh keberanian, kekuatan, pemikiran dan tidak setengah- setengah dalam mengemban dakwah. Menentang setiap perkara yang bertentangan dengan ajaran Islam, hal- hal yang melecehkan Islam dan menentang setiap ide maupun metode yang jauh dari hukum- hukum Allah subhanahu wata a’la. Menghadapinya dengan cara menjelaskan pelbagai penyimpangan, kepalsuannya tanpa melihat lagi hasil dan kondisi yang ada. Pengemban dakwah tentu hanya memperjuangkan kebenaran sesuai dengan petunjuk al- Quran dan as- Sunnah.
Mengemban dakwah Islam mengharuskan keseriusan dalam pelaksanaan hukum- hukum Islam secara keseluruhan dan tidak meremehkannnya walau hanya sedikitpun. Seorang pegemban dakwah tidaklah memilih jalan kompromi dan tidak akan megorbankan nilai- nilai Islam, tidak lalai dan tidak akan menunda- nunda dalam mengemban dakwah. Karena setiap muslim berkesempatan menjadi pengemban dakwah. Dianologikan dalam sebuah pemutaran film, maka pengemban dakwah adalah para aktornya/ tokoh utama sedangkan yang tidak ikut berdakwah adalah sebagai penonton saja, dan bukankah para aktor itu yg awalnya hanyalah orang yang biasa kemudian berubah menjadi orang- orang yang luar biasa dan melakukan hal- hal yang luar biasa pula???
Sebagai pemgemban dakwah diharuskan untuk melangkah sesuai dengan tujuannya. Selalu berusaha secara kontinue dan bersungguh-sungguh demi menggapai tujuannya yang mulia. Yakni demi tegaknya kembali sistem kehidupan Islam yang paripurna dengan cara penegakan syariah dalam bingkai khilafah Islamiyyah di bumi Allah…. Karena tidak ada kemuliaan selain Islam, tidak sempurna Islam tanpa syariah, dan tidaklah tegak syariah tanpa adanya sebuah Negara Islam yaitu KHILAFAH ISLAMIYYAH, yang mempu mensejahterahkan seluruh umat. ALLAHU AKBAR….ALLAHU AKBAR…..ALLAHU AKBAR…..!!!
Wallauhu alam bi ashawab…….
Di pagi hari yang cerah( 06.30 PM .WITA)…..3 Dzuhijjah 1432 H
30 oktober2011 M
Senin, 24 Oktober 2011
KEBENARAN ITU, apa???
KEBENARAN ITU,,, APA?
Apa yang mendasari seseorang sehingga menolak kebenaran yang datang padanya. Padahal kebenaran itu sudah benar adanya, sudah mutlak bahwa itu adalah kebenaran. Namun masihkah ada yang ragu dengan adanya kebenaran itu? Siapakah dia?
Setiap orang pasti mememiliki persepsi sendiri terkait dengan apa itu kebenaran yang sebenarnya? ada yang menganggap bahwa kebenaran adalah sesuatu yamng tidak bertentangan dengan hati nuraninya. Ada yang mengatakan bahwa kebenaran adalah sesuatu yang sesuai dengan fakta dilapangan atau real. Ada pula yang mengatakan bahwa kebenaran adalah sesuatu yang datangnya dari Tuhan, bisa diterima oleh akal dan sesuai dengan fitrah manusia yang sebenarnya. Mungkin akan ada banyak defenisi lain yang akan kita temui mengenai apa itu KEBENARAN. Semua orang punya jawaban masing- masing bukan? Wajar,,,,karena kita terlahir dengan otak serta pemikiran/cara berpikir yang berbeda tergantung dimana kita tumbuh dan pendidikan apa yang kita dapatkan selama hidup kita, menonjol ataukah biasa saja.
Dalam penafsiran kebenaran itu sering terjadi perbedaan. Apa yang mendasari sehingga terjadi perbedaan dalam mengartikan arti dari kebenaran? Sudah pasti ada yang mempertahankan egonya, ada yang mengalami proses berpikir, lama maupun cepat, sehingga ia melahirkan sebuah pemahaman terhadap arti sebuah kebenaran itu, ia pun memandang sebuah kebenaran dari cara berpikir dan pemahaman masing- masing.
Kebenaran akan terasa rumit untuk diterjemahkan bagi otak yang telah terkontaminasi dengan berbagai pemahaman. Terlahir dari pemahaman yang salah akan menolak sesuatu walaupun itu adalah kebenaran, ia menolak karena menganggap itu salah dan sangat bertentangan terhadap apa yang ia pahami selama ini. Ia berpikir bahwa pemahaman yang ia pahami tidah boleh luluh begitu saja hanya karena dihadapkan pada sesuatu yang tidak sesuai dengan dasar pemikirannya dan dianggapnya baru dan rancu. Walaupun ada orang yang tahu bahwa sesuatu itu adalah benar, namun ia menentang kebenaran itu karena dianggapnya akan mengancam kelangsungan hidupnya, yaitu berupa pemahaman yang ia pahami. Jadi, dapat kita simpulkan bahwasanya kebenaran itu bisa terbukti bila apa yang ia pelajari sesuai dengan apa yang ia pahami. Apa yang telah tumbuh dan sudah menjadi cara pandang hidupnya selama ini dan tidak bertentangan.
Sebuah pembenaran atas kebenaran yang tak terbantahkan lagi. Kebenaran tak butuh pembenaran, karena kebenaran adalah sesuatu yang dipahami dan diyakini benar. Sesuatu yang timbul dari perasaan, naluri dan nurani sehingga tidak bertentangan dengan fitrah manusia. Dalam hal ini kebenaran berasal dari sang Khalik Yang Maha Benar dan tidak pernah salah. Tentunya kebenaran yang berasal dari Sang Khalik tidak pernah bertentangan dengan fitrah manusia. Kebenaran akan mudah diterima apabila setiap insan memahami apa yang diyakininya. Sehingga jelas bahwa apa yang diyakini adalah sesuatu yang benar adanya.
Bagi insan yang paham, bila dihadapkan dengan kebenaran maka perlahan tapi pasti akan dengan mudah untuk menerimanya. Namun bagi orang yang tidak tahu dan dia tahu bahwa dirinya tidak tahu, maka orang jenis ini jelas adalah orang yang bodoh dalam hal agama, tetapi ia tidak menyadari kebodohannya dan tidak ingin menerima kebenaran. Akibatnya, ia sering bersikap sok pintar. Karena sok pintar ( padahal bodoh ), maka ia sering menolak kebenaran, meski itu jelas- jelas ditegaskan dalam al- Quran dan as- Sunnah.
Kebenaran adalah sesuatu yang tak terbantahkan, tidak berisi dusta, kebohongan, kemunafikan, kerancuan. Walaupun masih saja ada orang yang masih ragu-ragu terhadap adanya kebenaran. Namun bagi orang yang yakin maka kebenaran itu mutlak adanya.
Ketika kita ingin mencari kebenaran makan carilah pada sumber yang tepat. Kita sebagai seorang muslim sudah pasti akan mengikuti petunjik Al- Quran dan as- Sunnah. Namun, mengapakah masih saja ada orang yang meragukan kebenaran itu? Padahal telah diterangkan dalam kitab suci al- Quran, seperti pada kutipan ayat dibawah ini:
“Jika datang kepada kalian petunjuk dari-Ku, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (TQS. Thaha:123-124).
Ditambah pula dengan janji Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwa mereka tidak akan merasakan kekhawatiran dan tidak bersedih hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (TQS. Al Baqarah: 38-39).
Dari ayat tersebut dipahami bahwa seseorang yang mengikuti petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan bersedih –khususnya ketika meninggalkan dunia- atas urusan dunia yang tidak diperolehnya, di dunia ia tidak akan tersesat, dan di akhirat ia tidak akan sengsara, sebaliknya akan senantiasa bahagia di dalam surga nanti. (Ibn Katsir, tafsir S. Al Baqarah; 38-39, Zaydan : al-Sunan al-Ilahiyyah, http://saaid.net). Adapun bagi mereka yang mengingkari petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, membangkang dan berpaling, maka akan mendapatkan kehidupan yang sempit, dan di akhirat akan kekal di dalam neraka.
Kebenaran Hanya didalam Islam
Petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah petunjuk yang sebenarnya, yang pantas dinamakan petunjuk. Di dalam Islam petunjuk ini disebut dengan al-huda atau al-hidâyah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala itulah petunjuk (yang sebenarnya)".(TQS. Al Baqarah: 120).
Hidayah inilah yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk disampaikan kepada umatnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;
“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak”. (TQS. Al Fath:28).
Hidayah tersebut adalah agama Islam, yang didalamnya terdapat petunjuk bagi seluruh manusia ( rahmatan lil a’lamiin ). Tidak ada sedikitpun petunjuk yang akan didapat diluar Islam, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai satu-satunya pemilik hidayah telah menyatakan bahwa satu-satunya agama yang diridhai-Nya hanyalah Islam.
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam”. (TQS. Ali Imran:19).
“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi”. (TQS. Ali Imran:85).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa kebenaran hanya akan didapatkan di dalam Islam. Jika seseorang mencari kebenaran diluar Islam, atau membuat pola,sistem tatanan kehidupan atau aturan sendiri yang diyakininya sebagai kebenaran, pada dasarnya ia berada dalam kesesatan dan kerugian.
Wallahu alam bi ‘ashawab……
Apa yang mendasari seseorang sehingga menolak kebenaran yang datang padanya. Padahal kebenaran itu sudah benar adanya, sudah mutlak bahwa itu adalah kebenaran. Namun masihkah ada yang ragu dengan adanya kebenaran itu? Siapakah dia?
Setiap orang pasti mememiliki persepsi sendiri terkait dengan apa itu kebenaran yang sebenarnya? ada yang menganggap bahwa kebenaran adalah sesuatu yamng tidak bertentangan dengan hati nuraninya. Ada yang mengatakan bahwa kebenaran adalah sesuatu yang sesuai dengan fakta dilapangan atau real. Ada pula yang mengatakan bahwa kebenaran adalah sesuatu yang datangnya dari Tuhan, bisa diterima oleh akal dan sesuai dengan fitrah manusia yang sebenarnya. Mungkin akan ada banyak defenisi lain yang akan kita temui mengenai apa itu KEBENARAN. Semua orang punya jawaban masing- masing bukan? Wajar,,,,karena kita terlahir dengan otak serta pemikiran/cara berpikir yang berbeda tergantung dimana kita tumbuh dan pendidikan apa yang kita dapatkan selama hidup kita, menonjol ataukah biasa saja.
Dalam penafsiran kebenaran itu sering terjadi perbedaan. Apa yang mendasari sehingga terjadi perbedaan dalam mengartikan arti dari kebenaran? Sudah pasti ada yang mempertahankan egonya, ada yang mengalami proses berpikir, lama maupun cepat, sehingga ia melahirkan sebuah pemahaman terhadap arti sebuah kebenaran itu, ia pun memandang sebuah kebenaran dari cara berpikir dan pemahaman masing- masing.
Kebenaran akan terasa rumit untuk diterjemahkan bagi otak yang telah terkontaminasi dengan berbagai pemahaman. Terlahir dari pemahaman yang salah akan menolak sesuatu walaupun itu adalah kebenaran, ia menolak karena menganggap itu salah dan sangat bertentangan terhadap apa yang ia pahami selama ini. Ia berpikir bahwa pemahaman yang ia pahami tidah boleh luluh begitu saja hanya karena dihadapkan pada sesuatu yang tidak sesuai dengan dasar pemikirannya dan dianggapnya baru dan rancu. Walaupun ada orang yang tahu bahwa sesuatu itu adalah benar, namun ia menentang kebenaran itu karena dianggapnya akan mengancam kelangsungan hidupnya, yaitu berupa pemahaman yang ia pahami. Jadi, dapat kita simpulkan bahwasanya kebenaran itu bisa terbukti bila apa yang ia pelajari sesuai dengan apa yang ia pahami. Apa yang telah tumbuh dan sudah menjadi cara pandang hidupnya selama ini dan tidak bertentangan.
Sebuah pembenaran atas kebenaran yang tak terbantahkan lagi. Kebenaran tak butuh pembenaran, karena kebenaran adalah sesuatu yang dipahami dan diyakini benar. Sesuatu yang timbul dari perasaan, naluri dan nurani sehingga tidak bertentangan dengan fitrah manusia. Dalam hal ini kebenaran berasal dari sang Khalik Yang Maha Benar dan tidak pernah salah. Tentunya kebenaran yang berasal dari Sang Khalik tidak pernah bertentangan dengan fitrah manusia. Kebenaran akan mudah diterima apabila setiap insan memahami apa yang diyakininya. Sehingga jelas bahwa apa yang diyakini adalah sesuatu yang benar adanya.
Bagi insan yang paham, bila dihadapkan dengan kebenaran maka perlahan tapi pasti akan dengan mudah untuk menerimanya. Namun bagi orang yang tidak tahu dan dia tahu bahwa dirinya tidak tahu, maka orang jenis ini jelas adalah orang yang bodoh dalam hal agama, tetapi ia tidak menyadari kebodohannya dan tidak ingin menerima kebenaran. Akibatnya, ia sering bersikap sok pintar. Karena sok pintar ( padahal bodoh ), maka ia sering menolak kebenaran, meski itu jelas- jelas ditegaskan dalam al- Quran dan as- Sunnah.
Kebenaran adalah sesuatu yang tak terbantahkan, tidak berisi dusta, kebohongan, kemunafikan, kerancuan. Walaupun masih saja ada orang yang masih ragu-ragu terhadap adanya kebenaran. Namun bagi orang yang yakin maka kebenaran itu mutlak adanya.
Ketika kita ingin mencari kebenaran makan carilah pada sumber yang tepat. Kita sebagai seorang muslim sudah pasti akan mengikuti petunjik Al- Quran dan as- Sunnah. Namun, mengapakah masih saja ada orang yang meragukan kebenaran itu? Padahal telah diterangkan dalam kitab suci al- Quran, seperti pada kutipan ayat dibawah ini:
“Jika datang kepada kalian petunjuk dari-Ku, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (TQS. Thaha:123-124).
Ditambah pula dengan janji Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwa mereka tidak akan merasakan kekhawatiran dan tidak bersedih hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (TQS. Al Baqarah: 38-39).
Dari ayat tersebut dipahami bahwa seseorang yang mengikuti petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan bersedih –khususnya ketika meninggalkan dunia- atas urusan dunia yang tidak diperolehnya, di dunia ia tidak akan tersesat, dan di akhirat ia tidak akan sengsara, sebaliknya akan senantiasa bahagia di dalam surga nanti. (Ibn Katsir, tafsir S. Al Baqarah; 38-39, Zaydan : al-Sunan al-Ilahiyyah, http://saaid.net). Adapun bagi mereka yang mengingkari petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, membangkang dan berpaling, maka akan mendapatkan kehidupan yang sempit, dan di akhirat akan kekal di dalam neraka.
Kebenaran Hanya didalam Islam
Petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah petunjuk yang sebenarnya, yang pantas dinamakan petunjuk. Di dalam Islam petunjuk ini disebut dengan al-huda atau al-hidâyah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala itulah petunjuk (yang sebenarnya)".(TQS. Al Baqarah: 120).
Hidayah inilah yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk disampaikan kepada umatnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;
“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak”. (TQS. Al Fath:28).
Hidayah tersebut adalah agama Islam, yang didalamnya terdapat petunjuk bagi seluruh manusia ( rahmatan lil a’lamiin ). Tidak ada sedikitpun petunjuk yang akan didapat diluar Islam, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai satu-satunya pemilik hidayah telah menyatakan bahwa satu-satunya agama yang diridhai-Nya hanyalah Islam.
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam”. (TQS. Ali Imran:19).
“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi”. (TQS. Ali Imran:85).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa kebenaran hanya akan didapatkan di dalam Islam. Jika seseorang mencari kebenaran diluar Islam, atau membuat pola,sistem tatanan kehidupan atau aturan sendiri yang diyakininya sebagai kebenaran, pada dasarnya ia berada dalam kesesatan dan kerugian.
Wallahu alam bi ‘ashawab……
Langganan:
Postingan (Atom)